Beranda blog Halaman 86

Ratusan Peserta Digembleng Jadi Tenaga Kerja Berkompetensi di BLK Bondowoso

Oplus_131072
tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Ratusan peserta pelatihan kerja digembleng untuk menjadi tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan mampu bersaing dalam dunia kerja.

Hal itu diupayakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bondowoso, terus mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dan profesional, di semua sektor

PJ Bupati Bondowoso Bambang Soekwanto mengunjungi setiap kelas pelatihan yang ada di BLK, pada Senin (3/6/2024) bersama Kepala DPMPTSP Naker, Nunung Setianingsih.

Bambang menekankan pentingnya kesiapan dan keberanian para peserta untuk menghadapi tantangan zaman dan bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Sebagai calon tenaga kerja yang kompeten, semua peserta diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman dan bersaing di dunia kerja. Jangan takut untuk mencoba peluang dan kesempatan kerja yang ada, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ungkapnya.

Menurutnya keberanian dalam mencoba dan menghadapi tantangan adalah langkah awal menuju kesuksesan.

“Saya mengajak semua untuk menjadi peserta yang teladan, komunikatif, inovatif, dan kreatif,” tegasnya.

la berpesan untuk menjadikan pelatihan ini sebagai ajang untuk meningkatkan kemampuan diri.

FB_IMG_1773966750014

“Gali potensi diri sebaik mungkin sehingga menjadi berkualitas dan memberikan manfaat yang besar,” katanya.

Menurutnya, saat ini banyak perusahaan besar di Bondowoso, yang diharapkan nantinya bisa diajak untuk mengunjungi BLK.

Lebih -lebih Bambang, mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan memfasilitasi dan menyiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan besar yang ada di Bondowoso.

“Nanti akan kami undang perusahaan – perusahaan tersebut untuk melihat potensi tenaga kerja yang ada di BLK. Jika kompetensinya kurang, akan kami tingkatkan, sehingga mereka benar-benar memiliki keahlian sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan,” tukasnya.

Bambang mengunjungi dan menyapa semua peserta pelatihan kerja. Di antaranya pelatihan las, menjahit dan memasak.
Peningkatan kompetensi para calon tenaga kerja, juga didukung dengan peralatan yang mumpuni dan para tutor yang berpengalaman.

Sehingga, usai ikuti pelatihan kerja berbasis kompetensi, mereka bisa diterima di perusahaan besar dan juga bisa membuka usaha sendiri sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

Pelatihan kerja berbasis kompetensi yang dipusatkan di BLK Kecamatan Tenggarang ini, dipastikan bisa menghasilkan tenaga kerja yang berkompeten.

images (15)

Ribuan Peserta Ikuti Bondowoso Nihgt Run,PJ Bupati Nilai Multiplier Effectnya Sangat Bagus

Oplus_131072
tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Lari di malam hari atau night run tengah menjadi tren di masyarakat. Terutama masyarakat di kawasan perkotaan.

Olahraga ini disebut-sebut bisa jadi alternatif terbaik bagi orang-orang yang sibuk bekerja dari pagi hingga sore .

Mengambil start di depan Pendopo Raden Bagus Asra Bondowoso ,PJ Bupati Bambang Soekwanto didampingi PJ Sekda Haeriyah Yuliati memberangkatkan ribuan peserta , Sabtu 1 Juni 2024.

PJ Bupati menyampaikan bahwa tujuannya yang pertama adalah memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat agar masyarakat Bondowoso itu sehat baik jasmani maupun rohani.

“Yang kedua sebagai wisata, mereka datang dari luar pulau, sebenarnya juga perputaran ekonominya kan juga untuk masyarakat Bondowoso,”ungkap Bambang.

Menurutnya Multiplier effectnya banyak,kembali kepada masyarakat ,UMKM lebih -lebih hotel ini perputaran ekonomi yang sangat bagus.

Diharapkan tahun depan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga(Disparbudpora) membuat kalender wisata dalam satu tahun salah satunya adalah Nihgt Run

FB_IMG_1773966750014

Ditempat yang sama Kadisparbudpora Bondowoso, Mulyadi, mengatakan bahwa pada ajang Night Run kali ini diikuti sekitar 1.600 san lebih peserta dari berbagai daerah bahkan dari luar Negeri dan kebetulan juara pertama diraih atlet dari kota Balikpapan Provinsi Kalimantan.

“Ajang ini menjadikan motivasi untuk para atlet lokal dan mendongkrak kemajuan pariwisata kita. Dari yang semula tidak mengenal kini peserta yang dari luar daerah menjadi tahu bahwa Bondowoso ini kaya akan potensi wisata, budaya dan sebagainya,” paparnya.

Dijelaskannya pula, tercatat untuk peserta lokal ada sekitar 1.300an dan ada sekitar 300an peserta dari luar kota seperti, Jember, Banyuwangi, Situbondo, Probolinggo dan luar Negeri.

“Seluruh peserta sudah tercover BPJS dan juara 1,2,3 putra putri mendapat uang pembinaan, finisher 50 putra dan 50 putri mendapat medali finisher,” jelasnya.

Mulyadi menyebut jika giat tahunan ini, semaksimal mungkin akan terselenggara rutin di tahun- tahun berikutnya.

“Karena animo masyarakat yang antusias menyaksikan tidak kalah banyaknya dengan jumlah peserta. Juga pelaku UMKM sangaat tampak terjadi peningkatan perputaran ekonominya,” pungkasnya.

images (15)

Bondowoso Terima DBHCHT 66 Milyar Terbanyak Untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Oplus_2
tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mengoptimalkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tentunya dengan segala potensi ekonomi yang tersebar di 23 Kecamatan.Disampaikan tentang beragam potensi sumber daya alam yang melimpah. Baik di bidang pertanian, perdagangan maupun sektor ekonomi dan kesehatan.

FB_IMG_1773966750014

“DBHCHT Bondowoso saat ini mendapatkan 66 Milyar dibanding tahun  lalu 69 Milyar menurutnya perhitungan nilai DBHCHT itu dari jumlah penerimaan cukai yang diterima negara dan luasan lahan tembakau ,”ungkapnya ,Jum’at 31/05/2024.

Dari 66 Milyar tersebut 10 Persen digunakan untuk sosialisasi ,40 persen untuk kesehatan dan 50 persen untuk kesejahteraan masyarakat.

images (15)

Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal di Bondowoso Sudah Sesuai SOP

oplus_2
tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso -Saedianto kasi penyuluhan

Direktorat Jendral Bea Cukai Jember menegaskan bahwa, Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal di Bondowoso Sudah Sesuai SOP.

Hal itu disampaikan Saedianto usai menonton pertunjukan Lodrok Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal di Panggung Budaya Mahardika alun-alun RBA Kironggo ,Jum’at 31/05/2024.

“Sudah sesuai SOP karena sebelum mengadakan sosialisasi selalu melakukan konsultasi ke Direktorat Jendral Bea Cukai Jember,kita setujui baru dilakukan,” ungkapnya.

Dikatakan bahwa sosialisasi dengan Satpol PP dilakukan secara masif dan Bondowoso luar biasa dibanding 2 kabupaten tetangga.

FB_IMG_1773966750014

“Bondowoso sudah lampu hijau ,kita fokus didua kabupaten tetangga ,karena memang selama ini dari jatah kami lebih banyak ,”tuturnya.

Masyarakat sudah merasakan terbukti di Bondowoso ini menurun jadi dapat dikatakan sosialisasi yang dilakukan Satpol PP Bondowoso berhasil.

Diakui bahwa semua kegiatan yang dilakukan Sat Pol PP Bondowoso sangat baik sekali.

“Salam setiap sosialisasi selalu ada atribut ,menurut saya ,kami ini bekerjasama dengan Sat Pol PP sudah sesuai ,kan setiap kegiatan Sat Pol PP selalu menyampaikan baik perencanaan dan laporannha sudah sesuai,”pungkasnya.

images (15)

Pemkab Bondowoso Berkomitmen Terus Perangi Peredaran Rokok Ilegal

oplus_2
tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Pemkab Bondowoso terus berkomitmen untuk memerangi beredarnya rokok ilegal ,karena peredaran rokok ilegal sangat merugikan pemerintah.

Hal itu disampaikan PJ Bupati Bondowoso Bambang Soekwanto melalui PJ Sekda Haeriyah Yuliati usai menyaksikan pagelaran Lodrok dengan lakon “Tiga Kawan Jadi Lawan” di Pangung Budaya Mahardhika Alun-alun RBA Kironggo,Jum’at 31/05/2024.

Dikatakan bahwa pemilihan Lodrok dalam acara tersebut bahwa selain sebagai ajang sosialisasi gempur rokok Ilegal juga ingin kembali menghidupkan budaya yang ditengarai mati suri.

” Selain sebagai ajang sosialisasi gempur rokok ilegal,kita ingin kembali menghidupkan budaya yang seakan-akan sudah mati suri,”jelas Haeriyah.

Perempuan yang juga merupakan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso ini juga mengatakan bahwa dengan adanya pertunjukan ini animo masyarakat sangat baik.

FB_IMG_1773966750014

“Multi player efeknya juga cukup lumayan bagus ,yang pertama tujuan kita untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tercapai ,yang kedua menghidupkan kembali kesenian daerah ,yang ketiga perekonomian juga mulai bergerak ,jadi ini merupakan suatu rangkaian yang saling mensuport satu sama lain,”tegasnya.

Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Slamet Yantoko mengatakan bahwa kegiatan tersebut menggunakan dana Hasil Cukai Hasil Tembakau (HCHT) tahun 2024.

“Dengan sosialisasi semacam ini kita bisa melihat animo masyarakat luar biasa, UMKM juga merasakan , menghidupkan kembali pangung budaya dan yang terpenting sosialisasi gempur Rokok Ilegal kepada masyarakat tersampaikan,” pungkasnya.

Untuk diketahui acara tersebut diawali dengan pertunjukan Singo ulung dan Topeng Konah Gema Budaya Prajekan kemudian semalam suntuk dengan
Ludruk Sinar pagi Pimpinan Suryadi dari desa Karang Melok

 

images (15)

Pastikan Bapang Tahap II Tidak Disalahgunakan, PJ Bupati Bondowoso Lakukan Monitoring di 7 Desa

Oplus_131072
tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO, Guna memastikan bantuan pangan (Bapang) tahap II diterima masyarakat dan tidak disalahgunakan ,PJ Bupati Bondowoso Bambang Soekwanto bersama jajaran melakukan monitoring di tujuh desa.

Tujuh desa tersebut diantaranya adalah Desa Pancoran,Kembang,
Pakem,Gadingsari, Jatisari,Gubrih, dan Desa Wringin.Kabupaten Bondowoso, Kamis (30/5/2024).

Monitoring Bapang tahap II

Bambang menyampaikan, bantuan tersebut merupakan bantuan pangan dari Pemerintah Pusat.

“Saya hanya memastikan bantuan dari Pemerintah Pusat ini benar-benar sampai ke masyarakat,” terangnya.

Dijelaskan bahwa ,monitoring tersebut bertujuan untuk menghindari penyalah gunaan wewenang yang di lakukan oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Saya himbau kepada masyarakat apabila masyarakat masih dimintai biaya untuk bantuan pangan ini silahkan laporkan kepada kepala Desa masing masing,” harapnya.

FB_IMG_1773966750014

Ditegaskan bahwa ,bantuan pangan berupa bantuan beras tersebut tidak di pungut biaya atau gratis.

“Penyaluran bantuan ini gratis tidak ada biaya apapun semua gratis,”tegasnya.

Ditempat yang sama Pj sekda Haeriyah Yuliati mengimbau kepada masayarakat bahwa pihaknya melakukan monitoring tersebut untuk mendampingi Bupati.

“Kami ingin memastikan dalam penyaluran bantuan beras betul betul di terima oleh masyarakat dan tidak ada pungli,” pungkasnya

 

images (15)

Tingkatkan Motivasi Petani Muda Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur Menggelar Gebyar Tanam Perdana Tembakau di Bondowoso

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Dalam rangka meningkatkan motivasi dan semangat petani muda millenial (Agropreneur Muda Tembakau) Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur menggelar Gebyar Tanam Perdana Tembakau di Desa Pekalangan Kecamatan Tenggarang Bondowoso,Rabu 29/05/2024.

Dr.Ir.Heru Suseno, MT.Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur melalui Prasojo Bayu, Ph.D Kepala Bidang Produksi Tanaman Semusim Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa kegiatan dimaksud sebagai upaya petani tembakau yang di Bondowoso nantinya dalam bertani sesuai dengan kaidah budidaya yang baik dan benar, serta sebagai wadah mengintegrasikan kegiatan budidaya tembakau .

“Diharapkan agar gebyar tanam ini menjadi momentum yang baik bagi petani untuk meningkatkan usaha tani tembakau didukung dengan produktivitas yang optimal dan kualitas tembakau sesuai dengan permintaaan pasar,” uangkapnya.

Selain dari hasil produksi, sambung Pras, harga tembakau tahun ini pun diharapkan sangat bagus. Sehingga gairah petani tembakau mulai tumbuh kembali.

FB_IMG_1773966750014

Untuk diketahui atusan petani Bondowoso optimistis menyambut masa tanam tembakau tahun ini. Iklim kemarau basah yang diprediksi akan berlangsung pada periode musim ini, membuat petani tembakau semangat menabur benih Maesan, varietas unggul tembakau Bondowoso. Seperti yang terlihat dalam gelaran Gebyar Tanam Perdana Tembakau Musim Tanam 2024.

Dalam giat tersebut dilakukan
Pelatihan Budidaya Tembakau Tahun 2024 penerapan teknologi budidaya yang baik dan benar untuk peningkatan dan produktifitas serta membangkitkan minat generasi muda angropreneur.

 

images (15)

KPK RI Nilai Bondowoso Rentan Korupsi

Oplus_131072
tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) menilai bahwa Bondowoso masih rentan Korupsi.

Betapa tidak ,indikator indeks MCP (Monitoring Center for Prevention) dan SPI (Survei Penilaian Integritas) yang masih sangat rendah.

Sebagaimana diketahui bahwa MCP adalah aplikasi untuk melakukan monitoring capaian kinerja program pencegahan korupsi melalui perbaikan tata kelola pemerintahan.

Sementara itu SPI adalah sebuah metode untuk mengukur kerawanan korupsi dan integritas di sebuah instansi.

Dalam Sosialisasi bersama KPK di Pendopo Raden Bagus Asra ,Rabu 29/05/2024 diketahui bahwa MCP Bondowoso tahun 2023 sebesar 87,5 persen atau minus 6,8 persen dibanding tahun 2022.

Sedangkan capaian SPI Kabupaten Bondowoso tahun 2023 71,34 lebih rendah dibanding tahun 2022.

PIC Koordinator Supervisi KPK RI Wilayah Jatim III dan Kalimantan Tengah, Alfi Rachman Waluyo menjelaskan, Deputi Koordinasi dan Supervisi KPK RI melakukan pemantauan dan evaluasi mengenai program pencegahan korupsi terintegrasi di seluruh Kabupaten .

“Hari ini kami hadir di Bondowoso untuk melihat bagaimana upaya pencegahan korupsi bisa dilaksanakan dengan baik atau belum,” ungkapnya.

FB_IMG_1773966750014

Dikatakan bahwa KPK RI menggunakan dua alat ukur untuk pencegahan korupsi, yakni MCP dan SPI. Sementara yang diukur dari SPI itu adalah persepsi dan pengalaman masyarakat menilai Pemkab Bondowoso.

Alfi Rachman mengatakan bahwa ,berdasarkan SPI dan MCP tahun 2023 di Bondowoso perlu perbaikan. Pemkab sudah berkomitmen untuk memperbaikinya.

“Tugas kita bersama untuk memastikan komitmen tersebut dijalankan dengan baik atau tidak. Kami harap teman-teman pers membantu mengawasi Pemda,” urainya.

Diharabkan Pemkab Bondowoso bisa menjalankan komitmennya, sehingga nilai SPI dan MCP-nya bisa naik dan tidak terjadi kasus korupsi lagi.

Sebab jika SPI dan MCP rendah, maka di Bondowoso ini masih rentan terjadi tindakan korupsi. “MCP dan SPI ini salah satu indikator,” tukasnya.

Diterangkan walaupun MCP dan SPI-nya baik, bukan berarti tidak ada potensi tindakan korupsi. Namun yang lebih rentan ketika indikator rendah.

“Teman-teman semua, masyarakat semua, harus mengawal. Karena sekali lagi, pemberantasan korupsi ini bukan hanya peran KPK, bukan peran aparat penegak hukum, tapi peran seluruh masyarakat,” pungkasnya. (*)

Untuk diketahui Sosialisasi tersebut diikuti oleh PJ Bupati Bondowoso,PJ Sekda ,Segenap OPD dan Operator Masing-Masing OPD dan Kabag.

images (15)

APTI Bondowoso Tolak RPP Kesehatan

Oplus_131072
tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Seluruh petani tembakau Bondowoso secara jelas dan tegas menolak pasal-pasal pertembakauan yang saat ini sedang difinalisasi dalam Rancangan Peraturan Pemerintah ( RPP) Kesehatan.

Hal itu dituangkan dalam Spanduk tanda tangan penolakan terhadap pasal-pasal pertembakauan di RPP Kesehatan .

Muhammad Yazid, Ketua  Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bondowoso,menyampaikan bahwa hal tersebut adalah bentuk komitmen penolakan para petani.

“Kami melihat, membaca dan mendengar tentang RPP Kesehatan yang mau melarang total tembakau. Pemerintah silakan lihat dan datang sendiri ke Bondowoso, ratusan hektar tanaman tembakau di sini menghidupi masyaraka,”tegasnya.

Menurutnya Bondowoso adalah sentra tembakau terbesar kelima di Jawa Timur. Melarang total tembakau berarti sama saja membunuh petani.

“Kami petani selalu akan jadi korban yang terdampak. Pemerintah pusat harusnya menyadari kondisi ini,” kata Yazid.

Padahal menurut Yazid ,ratusan petani Bondowoso optimistis menyambut masa tanam tembakau tahun ini. Iklim kemarau basah yang diprediksi akan berlangsung pada periode musim ini, membuat petani tembakau semangat menabur benih Maesan, varietas unggul tembakau Bondowoso. Seperti yang terlihat dalam gelaran Gebyar Tanam Perdana Tembakau Musim Tanam 2024.

FB_IMG_1773966750014

Selain itu kata Yazid meminta perlindungan pemerintah terhadap keberlangsungan komoditas tembakau.

“Melalui momentum Gebyar Tanam ini, kami juga meminta perhatian dan perlindungan pemerintah. Utamanya perlindungan dari peraturan-peraturan yang mengancam mata pencaharian kami. Pemerintah harus bisa melihat realita bahwa sampai hari ini, tembakau masih menjadi andalan sumber penghidupan masyarakat Bondowoso,” ujarnya ,Rabu (29/5/2024).

Untuk diketahui, saat ini luasan tanaman tembakau di Bondowoso mencapai 8 ribu hektar.  Maesan menjadi varietas tembakau lokal unggulan dari sisi ketahanan tanam, aroma, hingga warna. Pemkab Bondowoso pun terus melakukan upaya pendampingan dan peningkatan pengetahuan petani tembakau dalam melestarikan varietas tembakau unggulan Maesan 1 dan Maesan 2.

Tentunya hal itu ditunjang dengan penerapan teknologi budidaya yang baik dan benar peningkatan kualitas dan produktivitas.

“Bagi kami masyarakat Bobdowoso, tembakau adalah warisan alam dan budaya. Saat ini, kami para petani tembakau dan pemerintah kabupaten berupaya mewariskan minat generasi muda/milienial di bidang pertanian untuk mendukung kemandirian dan kesejahteraan. Oleh sebab itu, kami berharap pemerintah  pusat khususnya, bisa melihat realita ini dan mendukung keberlangsungan serta masa depan tembakau Bondowoso,” harapnya.

Dalam gelaran Gebyar Tanam Tembakau yang diinisiasi oleh Kelompok Tani Lancar Jaya III, Desa Pekalangan, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso ini juga membahas strategi pengembangan komoditas  tembakau unggulan regional dan nasional Jawa Timur .

Lebih-lebih untuk melihat peluang pasar, karakteristik dan potensi wilayah dengan penerapan teknologi budidaya tembakau.  Sekaligus menyerap aspirasi petani tembakau terhadap isu-isu pertembakauan khususnya dari sisi regulasi seperti RPP Kesehatan yang mengancam masa depan hulu hingga hilir ekosistem pertembakauan (*)

images (15)

Pecah Telur DPC Partai Demokrat Bondowoso Sebut Satu Nama Bacabup Pilkada 2024

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Pecah telur , akhirnya Ketua DPC Partai. Demokrat Bondowoso Subangkit Adi Putra menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan rapat internal untuk menentukan dukungan mengusung Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso.

Menurutnya ada beberapa yang sudah menjadi bahasan di internal partai namun kata Bangkit mengerucut pada satu nama.

“Ada beberapa nama memang yang sempat kita bahas ,namun pada akhirnya mengerucut pada satu nama yaitu Bambang Soekwanto PJ Bupati Bondowoso,”ungkapnya ,Rabu ,29/05/2024.

Ditanya mengapa memilih Bambang ia menyampaikan bahwa pihaknya melihat sosok Bambang Soekwanto sangat mumpuni ,mengingat ia mau terjun langsung kemasyarakatan dan mendapat sambutan baik.

FB_IMG_1773966750014

Kendati demikian Subangkit mengatakan meski DPC Partai Demokrat Bondowoso telah memastikan mengusung Bambang Soekwanto dalam Pilkada mendatang tetapi pihaknya tetap mengusulkan kepada DPP.

“Kita tunggu resminya keputusan DPP,”pungkasnya

Untuk diketahui bahwa DPC Partai Demokrat Bondowoso mendapatkan 3 kursi atau wakilnya di DPRD Bondowoso pada Pileg 2024 yang lalu.

images (15)
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih