Beranda blog Halaman 85

Wujud Kepedulian, Pemkab Bondowoso Serahkan Bantuan Pada Korban Kebakaran

oplus_2
tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas Pemerintah Kabupaten Bondowoso terhadap Warga yang mengalami musibah kebakaran Pj Bupati Bondowoso, Bambang Soekwanto di dampingi Pj Skretaris Daerah Haeriah Yuliati, menyerahkan bantuan kepada Korban kebakaran di Desa Jurangsapi, Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso. Senin (10/6/2024)

Beberapa jenis paket bantuan berupa Material Bangunan dan sembako telah diberikan kepada korban guna memenuhi kebutuhan pasca musibah kebakaran.

Diharapkan bantuan tersebut dapat membantu korban untuk segera pulih dan kembali membangun kehidupan normal setelah kejadian kebakaran ini.

“Kami turut berduka cita atas musibah kebakaran ini dan semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan sedikit kelegaan bagi para korban. Semoga pula pihak korban dapat bangkit dan kembali menghadapi kehidupan dengan penuh semangat dan harapan.” ungkapnya.

Diimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan selalu menjaga keselamatan serta mematuhi prosedur penanganan kebakaran agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

FB_IMG_1773966750014

 

 

 

 

images (15)

5 Desa di Bondowoso Dideklarasikan Jadi Desa Inklusi, ini Indikatornya

Oplus_131072
tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

 

BONDOWOSO, Pemerintah Kabupaten Bondowoso mendeklarasi desa Inklusi tahun 2024, serta bimbingan fisik, mental, spritual.

Selain itu juga bimbingan sosial bagi anak yatim/piatu/yatim piatu/terlantar/jalanan dan penyandang disabilitas.

Adapun 5 desa inklusi tersebut diantaranya yakni Desa Gubrih Kecamayan Wringin, Desa Sucolor Kecamatan Maesan, Desa Jetis Kecamatan Curahdami, Desa Pejaten Kecamatan Bondowoso, dan Desa Pasarejo Kecamatan Wonosari.

Adapun indikator 5 desa tersebut menjadi desa inklusi karena Memiliki data dan informasi tentang aset Desa yang komprehensif dan terus diperbarui, termasuk data Difabel.

Tak kalah pentingnya ,ada wadah bagi warga Difabel. Selain itu ada jaminan keterlibatan dalam proses pengambilan kebijakan.

Lebih-lebih adanya perencanaan anggaran yang mengarusutamakan inklusi difabel (Proses, Alokasi anggaran, realisasi dan evaluasinya).
Tak kalah pentingnya Regulasi yang mendukung (PERDES).

Kemudian Kesetaraan akses pada layanan umum di Desa .Keberadaan sarana fisik yang lebih aksesibel

Selain itu adanya bentuk tanggungjawab sosial dari masyarakat.
Adanya ruang untuk berinovasi dan berjejaring.

Deklarasi tersebut dilakukan oleh PJ Bupati Bambang Soekwanto di pendopo Raden Bagus Asra ,Senin ,10/06/2024.

Dikatakan bahwa hal ini merupakan komitmen Pemkab Bondowoso dalam memberikan perlindungan sosial bagi anak yatim, penyandang disabilitas, dan masyarakat rentan lainnya.

Selain itu ,kegiatan ini merupakan upaya untuk memotivasi dan menguatkan semangat anak-anak yatim, piatu, yatim piatu, terlantar, jalanan, dan penyandang disabilitas agar mereka menjadi sehat, tangguh, dan mandiri.

“Bimbingan ini juga bertujuan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Bondowoso,” jelasnya.

Kegiatan ini memberikan pengetahuan, pemahaman, serta meningkatkan wawasan para peserta.

Bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

“Ini berpengaruh pada peningkatan sumber daya manusia, kekuatan mental, spiritual, dan sosial peserta, sehingga mereka produktif dan berkualitas dalam mendukung terwujudnya indonesia emas 2045,” paparnya.

FB_IMG_1773966750014

Bimbingan tersebut juga sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mendukung desa inklusi, yang hari ini dideklarasikan lima desa inklusi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada camat dan kepala desa yang mengikuti deklarasi ini,” ungkapnya.

Deklarasi ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah desa untuk memaksimalkan layanan bagi penyandang disabilitas dan masyarakat rentan lainnya,

Hal itu tanpa diskriminasi, sehingga seluruh warga memiliki kesempatan yang sama dalam menikmati hasil pembangunan.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Bondowoso yang telah melaksanakan kegiatan ini,”ungkapnya.

Disampaikan bahwa Dinas Sosial P3AKB ini kompeten sebagai fasilitator, motivator, edukator, mobilisator, dan dinamisator dalam gerakan peduli sosial.

Dengan slogan bahwa “tidak ada pengaduan yang tidak ditindaklanjuti”, menunjukkan komitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Ia berharap kegiatan tersebut akan melahirkan sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan berdaya saing sehingga mereka menjadi generasi emas berkualitas.

“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius hingga akhir. pahami, kuasai, dan manfaatkan apa yang disampaikan agar anak-anak memiliki karakter yang kuat dan berkualitas,” harapnya.

Semoga kegiatan hari ini bermanfaat sebagai bekal menjadikan anak-anak hebat, kuat, dan tangguh dalam mendorong terwujudnya Kabupaten Bondowoso yang bermarwah, maju, dan sejahtera.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Sosial P3AKB mengatakan
bahwa kegiatan ini diikuti 200 anak yatim piatu dan 100 disabilitas yang menerima bantuan dari bapak bupati Bondowoso.

“Sekaligus mendapatkan bimbingan fisik mental, kegiatan deklarasi Desa inklusi dan bimbingan fisik mental ini dihadiri oleh 300 orang dan juga para pendamping dari camat kemudian desa di lokasi Desa inklusi .

Selain itu ada dari yayasan habilis Indonesia yang selama ini sudah MOU dan bekerjasama dengan.

“Tujuan kegiatan ini adalah yang pertama meneguhkan komitmen Desa inklusi pada upaya penanganan disabilitas, ODGJ , lansia terlantar anak terlantar dan PPKS,”imbuhnya.

Menurutnya PPKS ini adalah pemeluk pelayanan kesejahteraan Sosial kalau dulu dinamakan PMKS .

“Saat ini sesuai dengan regulasi yang baru dinamakan dengan PPKS yang berikutnya adalah menjadikan 5 Desa inklusi ,”pungkasnya.

images (15)

Begini Cara Bersihkan Raepala Kambing Sebelum Dimasak

Oplus_131072
tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Tips – Ketika Idul Adha tiba, masyarakat bersuka cita menantikan distribusi daging kurban. Salah satu bagian hewan kurban yang banyak diminati adalah kepala kambing.

Kepala kambing dapat diolah menjadi hidangan lezat seperti tongseng atau rica-rica kepala kambing. Namun, proses membersihkan kepala kambing cukup rumit, sehingga banyak orang lebih memilih membakarnya terlebih dahulu.

Sayangnya, membakar kepala kambing seringkali tidak memberikan hasil yang optimal dan sering membuatnya berbau gosong.

Oleh karena itu, seorang pengguna YouTube bernama AyahSuka Masak membagikan metode alternatif untuk membersihkan kepala kambing. Dirangkum pada Jumat (31/05/2024), berikut adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam membersihkan kepala kambing.

Telinga Kambing

Tidak Usah Dibakar, Begini Cara Bersihkan Rambut Kepala Kambing Sebelum Dimasak (YouTube/AyahSuka Masak)

Langkah pertama dalam membersihkan kepala kambing adalah menangani telinganya. Awali dengan merebus air dalam panci berukuran cukup besar hingga airnya mendidih. Setelah air mendidih, masukkan salah satu telinga kambing ke dalam air rebusan tersebut selama dua menit.

Setelah dua menit berlalu, gunakan sendok makan yang tipis untuk mengerok bagian luar dan dalam telinga kambing hingga semua bulunya terlepas. Ulangi proses ini untuk telinga yang satunya.

Moncong Kambing

Tidak Usah Dibakar, Begini Cara Bersihkan Rambut Kepala Kambing Sebelum Dimasak (YouTube/AyahSuka Masak)

Seluruh bagian mulut dan hidung kambing termasuk dalam area moncong. Membersihkan moncong kambing tidak rumit, caranya adalah dengan merendamnya dalam air panas mendidih, kemudian mengikisnya dengan sendok makan sampai bersih.Top of Form

Bagian Belakang Kepala Kambing

Tidak Usah Dibakar, Begini Cara Bersihkan Rambut Kepala Kambing Sebelum Dimasak (YouTube/AyahSuka Masak)

Bagian dahi hingga ke belakang kepala kambing, selain moncongnya, juga perlu dibersihkan. Tanduk tidak termasuk bagian belakang kambing. Prosedurnya serupa, yaitu direbus selama satu menit kemudian dikerok menggunakan sendok.

Tanduk Kambing

FB_IMG_1773966750014

Tidak Usah Dibakar, Begini Cara Bersihkan Rambut Kepala Kambing Sebelum Dimasak (YouTube/AyahSuka Masak)

Cara melepas tanduk kambing hampir serupa dengan teknik yang sudah diuraikan sebelumnya. Namun, setelah direndam dalam air panas, tanduk kambing akan dipisahkan menggunakan pisau dengan cara dipukulkan. Hasilnya, kepala kambing akan terbebas dari rambut dan tanduk, sehingga siap untuk tahap berikutnya dalam proses.

Beberapa Pertanyaan Warganet Seputar Kepala Kambing

Berapa Lama Merebus Kepala Kambing?

Panggang kepala kambing hingga rambutnya gosong, lalu bersihkan dengan menyikat dan membilasnya. Setelah itu, rebus selama setengah jam, kemudian tiriskan dan buang air rebusannya.

Apakah Kepala Kambing Ada Dagingnya?

Kebanyakan orang jarang memasak bagian daging tertentu, yakni kepala kambing. Dalam beberapa negara, hidangan yang melibatkan kepala kambing utuh masih dianggap jarang bahkan ekstrem. Tetapi di Indonesia, kepala kambing sering disajikan dalam bentuk panggang dan dimasak menjadi rica-rica.

Kenapa Kepala Kambing Dibakar?

Maseru Metro melaporkan bahwa sebaiknya kepala kambing dipanggang terlebih dahulu sebelum dimasak dengan berbagai rempah. Penggunaan api akan mempermudah proses penghilangan bulu di kepala kambing hingga bersih.

Apakah Kepala Kambing Enak Dimakan?

Bagi warga Indonesia, kepala kambing bisa diolah menjadi beragam hidangan lezat seperti gulai, rendang, sup, dan sate.

Apakah Kolesterol Boleh Makan Daging Kambing?

Kolesterol dalam daging kambing memiliki tingkat yang lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi. Selain itu, daging ayam memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi daripada daging kambing.

images (15)

Ketua DPRD Wacanakan Kepala Dusun Tidak Perlu Ngantor di Kantor Desa

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO- Ketua DPRD Bondowoso HmAhmad Dhafir , mewacanakan bahwa Kepala Dusun tidak perlu ngantor di Kantor Desa.

Hal itu disampaikan Dhafir usai mengikuti diskusi terkait revisi Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Desa di Pendopo Raden Bagus Asra ,Minggu 9/06/2024.

Menurut Dhafir kalau memang ada anggaran nanti bisa dibuatkan kantor,atau dirumahnya, sehingga dia cukup seminggu sekali ke kantor desa untuk melaporkan kegiatan nya.

“Selama ini kita lihat kerjanya apa?tidak ada kan ,maka lebih baik menjaga lingkungannya ,”tegasnya.

Menurutnya ,bagai mana kepala dusun dapat berkontribusi untuk masyarakat desa terkait dengan Kepala kewilayahan atau kepala dusun.

FB_IMG_1773966750014

Untuk diketahui, Kepala Dusun atau sebutan lain adalah kepala kewilayahan  yang merupakan bagian dari desa atau sebutan lain.

Desa mengangkat kepala Dusun apabila desa tersebut terdiri lebih dari satu wilayah atau rumpun  perkampungan yang terpisah satu sama lainya.

Yang lebih penting kata Dhafir Pembinaan ketentraman dan ketertiban,pelaksanaan upaya perlindungan masyarakat ,mobilitas kependudukan,dan  penataan dan pengelolaan wilayah.

“Mengawasi Pelaksanaan Pembangunan di Wilayahnya.
Melaksanakan Pembinaan Kemasyarakatan dalam meningkatkan kemampuan  dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkunganya,”ungkapnya.

Selain itu melakukan upaya upaya pemberdayaan Masyarakat dalam Menunjang kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

images (15)

Ketua DPRD dan PJ Bupati Bondowoso Sepakat Perjuangkan Kenaikan Tunjangan Perangkat Desa

Oplus_131072
tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO – Ketua DPRD dan PJ Bupati Bondowoso Sepakat Perjuangkan Kenaikan Tunjangan Perangkat Desa hal itu terungkap saat

Pemerintah Kabupaten (Pemkab ) Bondowoso menggelar diskusi terkait revisi Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Desa di Pendopo Raden Bagus Asra ,Minggu 9/06/2024.

Ketua DPRD Bondowoso, H.Ahmad Dhafir, mengatakan, diskusi tersebut bisa menjadi ruang aspirasi untuk memperjuangkan revisi Peraturan Pemerintah (PP) ke Jakarta.

Selain itu diharapkan bisa menjadi serap aspirasi untuk pengusulan perubahan peraturan daerah (perda) tentang pemerintah desa. Utamanya, terkait perangkat desa.

“Di saat itu menyangkut Perda Pemdes, saya selalu mengikuti. Tujuannya untuk mengawal kepentingan teman-teman perangkat desa dan kades, seharusnya kan sudah jelas itu setara dengan ASN Golongan II,” ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa selama ini tunjangan perangkat desa tersebut sebesar Rp . 2.020.000 ,padahal kalau setara dengan ASN golongan II sekitar Rp 2.600.000 ,ini merasa urgen untuk mengawal kepentingan perangkat desa dan Kades. Karena, mereka merupakan ujung tombak pemerintah di tingkat desa.

Dikatakan bahwa sejumlah pasal-pasal kontradiktif di PP Nomor 11 Tahun 2019. Seperti tunjangan perangkat desa agar di dalam peraturan tersebut tak menyebut nominal.

“Mohon jangan menyebut angka, agar kami bisa rembukan dengan tim anggaran,” tegasnya.

“Diisampaikannya agar nanti masukan ini bisa dibawa oleh Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) ke Jakarta,ya ke Mendagri ,”ungkapnya.

Diharapkan pemerintah daerah nantinya dalam pengusulan perubahan perda tentang pemerintah desa agar bisa betul-betul menyelamatkan posisi perangkat desa.

“Utamanya, agar ada usulan bahwa pemberhentian perangkat desa dilakukan oleh bupati melalui usulan camat,”katanya.

Menurutnya agar nantinya perangkat desa ini bisa tentram dan tenang. Lebih-lebih setelah Pilkades mereka tetap bisa tentram karena tidak khawatir akan dipecat oleh kades terpilih.

“Jika nanti diusulkan, dan tak ada hal itu. Maka akan saya ubah,” janjinya.

FB_IMG_1773966750014

Bak Gayung Bersambut ternyata Pj Bupati Bondowoso, Bambang Soekwanto, sepakat dengan apa yang disampaikan ketua DPRD.

Ia mengatakan, penyusunan raperda tersebut harus menunggu peraturan pemerintah.

Karena itulah, jika nanti PP sudah turun, maka dalam penyusunan raperda harus melibatkan SKAK dan PPDI.

“Karena harus mengakomodir apa yang menjadi kepentingan PPDI maupun SKAK agar tak bentrok,” imbuhnya.

Bambang mengaku sangat paham tentang keluhan dari perangkat desa terkait tunjangan, Untuk itulah ia sepakat dengan penyampaian Ketua DPRD Bondowoso.

“Tolong Pak Kades kan mau berangkat ke Jakarta, PP-nya tolong jangan disebut nominal,” pintanya.

Ditempat yang sama Ketua DPD PPDI Bondowoso, Ahmad Wasil mengatakan, aspirasi paling mendasar terhadap peraturan pemerintah tersebut yaitu tentang tunjangan bagi perangkat desa agar bisa setara dengan PNS golongan II a. Yakni, sebesar Rp 2,7 juta untuk perangkat desa dan Rp 3,5 juta untuk sekretaris desa.

“Nanti semua aspirasi kita bawa ke pusat, insyallah berangkat tanggal 13 ini,” paparnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekjen PPDI Jatim itu menyebutkan, dalam UU hanya berbunyi pemberiaan tunjangan namun di peraturan pemerintahnya tak dijelaskan.

Artinya, masih sesuai dengan kemampuan daerah dan belum mengikat. Sehingga, jika keuangan daerah tidak mampu, maka tunjangannya tidak ada.

“Selama ini di Bondowoso tidak ada, hanya siltap (penghasilan tetap) dengan nominal dua juta dua puluh ribu rupiah,” pungkasnya.

Untuk diketahui acara tersebut turut dihadiri Pj Sekda Bondowoso, Haeriyah Yuliati, Ketua PPDI Jawa Timur, Ketua Sentra Komunikasi Antar Kepala Desa (SKAK) Bondowoso, Mathari, serta sejumlah kades dan perangkat desa se-kabupaten.

 

images (15)

Seorang Pria Ditemukan Gantung Diri di Dapur Rumahnya 

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi  –  Seorang Pria ditemukan gantung diri hingga meninggal dunia di salah satu perumahan di Kecamatan Giri, Banyuwangi, Jumat (7/6/2024). Jenazah pria tersebut berinisial OBH (30) ditemukan tewas tergantung di dapur rumahnya.

Kapolsek Giri, Iptu Budi Mujiono, mengonfirmasi kabar tersebut. Pihaknya mendatangi lokasi kejadian setelah mendapat laporan dari tetangga korban.

“Saat kita tiba di lokasi, jenazah masih dalam keadaan tergantung menggunakan selang air yang diikat di atap plafon dapur rumahnya,” kata Budi

Polsek Giri kemudian menghubungi Tim Inafis Polresta Banyuwangi. Dari hasil pemeriksaan, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

“Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban meninggal akibat bunuh diri kurang lebih sudah 12 jam,” ungkapnya.

FB_IMG_1773966750014

Budi mengatakan, jenazah ditemukan oleh warga perumahan sekitar pukul 05.00 WIB. Tetangganya tak menyangka pria itu nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah kita evakuasi ke RSUD Blambangan, Banyuwangi,” tambahnya.

Penyebab meninggalnya korban masih  dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Kuat dugaan korban nekat mengakhiri hidupnya karena masalah keluarga.

“Dugaan sementara, korban ada masalah dengan istrinya, sehingga korban yang sebelumnya tinggal sama istri kini tinggal seorang diri. Makanya, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi,” Pungkas Budi. (mam)

images (15)

Pramono Anung : DPP PDIP Sudah Tetapkan Figur yang Bakal Dapat Rekomendasi Maju Pilkada

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BLITAR – Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan, dewan pimpinan pusat (DPP) partainya telah menetapkan figur yang akan mendapatkan rekomendasi untuk maju di Pilkada 2024, baik Kota maupun Kabupaten Blitar.

“Pasti sudah ada. Nanti biar Sekjen (Hasto Kristiyanto) yang umumkan,” jelasnyanya usai ziarah di Makam Bung Karno di Kota Blitar, Kamis (6/6/2024).

Politisi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) itu menambahkan, PDI Perjuangan merupakan partai pemenang Pemilu Legislatif 2024 di sejumlah wilayah Jawa Timur khususnya Daerah Pemilihan VI yang meliputi Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Kediri dan Kota Kediri.

Karena itu, kata dia banyak partai politik yang ingin bekerjasama dengan PDI-P dalam Pilkada 2024 di wilayah Dapil VI tersebut.

“Karena PDI Perjuangan hampir di beberapa daerah terutama di Jawa Timur termasuk di Dapil ini sebagai pemenang pemilu tentunya banyak partai yang berkeinginan dan ikut bersama-sama (di Pilkada),” paparnya.

Dikatakan bahwa PDIP terbuka dengan partai apa pun dalam menentukan koalisi pada Pilkada 2024.

FB_IMG_1773966750014

“Masing-masing daerah tentu dinamikanya berbeda-beda. Blitar Kota, Blitar Kabupaten, Kediri, Tulungagung. Yang sini aja dinamikanya berbeda-beda. Ada yang berkoalisi dengan A, B, C, D dan sebagainya,” ungkapnya

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI P Jawa Timur Erma Susanti mengatakan bahwa partainya akan berjuang sekuat tenaga untuk menang Pilkada 2024 di wilayah Blitar Raya.

“Blitar Raya ini merupakan wilayah yang harus dijaga,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangani DPRD Provinsi Jawa Timur itu.

Rekomendasi dari PDIP untuk Pilkada 2024 di Kabupaten dan Kota Blitar akan diberikan kepada kader partai yang dapat meneruskan cita-cita perjuangan PDI-P dan Bung Karno.

Dikatakan bahwa DPD PDI Perjuangan Jawa Timur telah mengirimkan nama-nama figur ke DPP PDIP guna dipertimbangkan untuk mendapatkan rekomendasi maju ke Pilkada 2024 di Blitar Raya.

“Sudah diproses DPD. Kita pasti akan merekom kader, kader terbaik, tokoh terbaik yang bisa meneruskan perjuangan Bung Karno dan tentu yang elektabilitasnya itu disukai masyarakat,” pungkasnya

images (15)

Jemaah Haji Banyuwangi Mulai Diserang Batuk dan Pilek di Kota Makkah

Oplus_131072
tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi -Jamaah  haji asal Banyuwangi mulai menderita sakit batuk dan pilek. Serangan penyakit itu seiring dengan cuaca panas di Arab Saudi yang kini mencapai 39 hingga 43 derajat Celsius.

Salah seorang jemaah haji kloter 60, Syukroini mengatakan, suhu dan cuaca di Makkah dapat memicu beberapa penyakit, terutama penyakit pernapasan.

”Jemaah sudah ada yang dilanda batuk dan pilek, tim kesehatan selalu menyarankan untuk mengenakan masker,” jelasnya.

Petugas kesehatan mengimbau agar selalu mengenakan alat pelindung diri (APD), terutama masker saat beraktivitas. Selain itu, para jemaah diminta untuk tidak keluar Makkah karena ada pemeriksaan di daerah perbatasan.

”Jemaah kloter 60 atau non-KBIHU asal Banyuwangi sekarang sedang menjalankan ibadah umrah sunah dengan miqot di Tan’im,” katanya.

Ketua Kloter 58 Syafaat menambahkan, cuaca di Makkah memang sangat panas. Para jemaah haji diminta untuk tetap menjaga imun tubuh dengan banyak mengonsumsi vitamin dan makanan bergizi.

FB_IMG_1773966750014

 Selain itu, istirahat yang cukup serta minum air putih agar tetap terhidrasi. ”Banyak-banyak minum air putih dan minum oralit, ini untuk memenuhi cairan tubuh,” jelasnya.

Untuk memantau kesehatan jemaah haji, tim kesehatan juga membuka posko kesehatan di lobi hotel. Selain itu juga melakukan visitasi atau kunjungan ke kamar-kamar hotel tempat jemaah menginap.

”Tim kesehatan rutin melakukan visitasi, pemeriksaan berkala kepada jemaah. Apalagi mereka yang risiko tinggi dan lanjut usia,”imbuhnya

Sebagai bentuk perlindungan kesehatan, jemaah haji diminta untuk tetap mengenakan masker saat beribadah atau beraktivitas.

”Setiap keluar hotel harus pakai masker. Masker sangat penting untuk benteng pertahanan diri jemaah dari penyakit,”pungkasnya.

images (15)

BLUD, Langkah Strategis Pemkab Bondowoso Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan

Oplus_34
tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Pj. Bupati Bondowoso, Bambang Soekwanto,membuka acara sosialisasi percepatan penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada UPTD Puskesmas dan Labkesda di Kabupaten Bondowoso.

Acara yang dilaksanakan di Pendopo Raden Bagus Asra ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah tersebut.

Bambang menekankan pentingnya peran Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

“Puskesmas adalah ujung tombak pelayanan kesehatan, oleh karena itu, mereka membutuhkan dukungan yang optimal dalam hal akses, sarana, prasarana, serta sumber daya manusia yang memadai,” ungkapnya.

Peningkatan kualitas layanan kesehatan ini, kata Bambang harus didukung oleh pengelolaan sumber daya yang optimal, anggaran yang cukup, komitmen yang kuat, serta kapasitas pembinaan dari pemerintah. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penerapan BLUD di Puskesmas dan Labkesda.

FB_IMG_1773966750014

Dikatakan bahwa BLUD memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan sehingga Puskesmas dapat meningkatkan pelayanan dengan praktik bisnis yang sehat.

“Kami berkomitmen untuk mewujudkan pelayanan kesehatan primer yang komprehensif dan berkualitas. Sesuai dengan indikator kinerja kegiatan (IKK) yang diatur dalam Permenkes No. 13 Tahun 2022, salah satu targetnya adalah 90% Puskesmas harus menerapkan BLUD pada tahun 2024,” paparnya.

Menurutnya ,dalam konteks nasional, penerapan BLUD di Puskesmas masih relatif rendah, dengan angka 43,9% pada tahun 2022 dan 53,8% pada tahun 2023. Di Jawa Timur, capaian pada tahun 2023 sudah mencapai 80%, namun Kabupaten Bondowoso belum mencapai target ini dengan 0% Puskesmas BLUD dari 25 Puskesmas dan 1 Labkesda yang ada.

“Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan melalui penerapan BLUD di seluruh Puskesmas dan Labkesda. Kami akan terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi para stakeholder agar proses penerapan ini bisa berjalan cepat dan efektif,” pungkasnya.

images (15)

Perkuat Sinergitas ,Pemkab Bondowoso Rutin Adakan Coffee Morning

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Dalam rangka mempererat silaturrahmi dan memperkuat sinergi antar instansi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) rutin menggelar Coffee Morning pada Senin Pertama setiap awal bulan di halaman kantor Pemkab setempat.

Acara coffee morning tersebut dihadiri oleh Pj Bupati Bambang Soekwanto,PJ Sekda Haeriyah Yuliati , bersama jajaran Forkopimda, Kepala OPD, dan Camat se Kabupaten Bondowoso.

Bukan tanpa alasan Pj Bupati Bambang Soekwanto menyoroti serapan di masing-masing -masing OPD .Diketahui bahwa salah satu manfaatnya adalah guna mengetahui kinerja dari OPD.

Bambang menekankan pentingnya evaluasi kinerja sebagai langkah awal untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita perlu memastikan bahwa setiap program dan kegiatan yang kita jalankan benar-benar memberikan manfaat dan sesuai dengan harapan masyarakat,” tegasnya.

Bambang juga mengajak seluruh kepala OPS dan Camat untuk bersama-sama meningkatkan disiplin kerja. Ia menekankan bahwa disiplin merupakan kunci utama dalam mencapai target yang telah ditetapkan.

“Disiplin kerja tidak hanya tentang hadir tepat waktu, tetapi juga tentang bagaimana kita melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” ungkapnya.

Pj. Bupati berharap pertemuan seperti ini sebagai sarana untuk mempererat hubungan serta meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai awal dari langkah-langkah besar yang akan kita capai bersama untuk kemajuan daerah kita,” paparnya.

FB_IMG_1773966750014

Sementara itu PJ Sekda Bondowoso ,Haeriyah Yuliati melalui forum ini bisa sharing ataupun melakukan evaluasi terhadap kinerja
dibulan sebelumnya.

” Saya tahu bahwa di masing-masing perangkat daerah ataupun Kecamatan teman-teman juga harus bisa memilah mana yang harus diprioritaskan,”imbuhnya.

Dimasing-masing OPD kata Haeriyah, setidaknya dengan bertemu seperti ini mudah-mudahan ada solusi yang dapat diberikan bersama-sama .

” Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Bupati setiap 3 bulan sekali itu dilakukan evaluasi terhadap kinerja kinerja siapa ini kinerja Bupati yang dilaksanakan oleh seluruh perangkat Daerah ,evaluasi itu banyak sekali ada 10 indikator utama yang menjasi atensi dari tim evaluator di dalamnya meliputi kesehatan kemudian juga pendidikan infrastruktur pelayanan publik kemudian
juga sarapan anggaran,”katanya.

Kemudian PJ Sekda bersama PJ Bupati meminta laporan dari masing-masing OPD untuk di evaluasi.

 

 

images (15)
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih