FeaturedLensa NusantaraPolitik & Pemerintahan

5 Desa di Bondowoso Dideklarasikan Jadi Desa Inklusi, ini Indikatornya

Screenshot_2024-06-16-16-20-23-29_c37d74246d9c81aa0bb824b57eaf7062

 

BONDOWOSO, Pemerintah Kabupaten Bondowoso mendeklarasi desa Inklusi tahun 2024, serta bimbingan fisik, mental, spritual.

IMG-20240425-WA0040

Selain itu juga bimbingan sosial bagi anak yatim/piatu/yatim piatu/terlantar/jalanan dan penyandang disabilitas.

Adapun 5 desa inklusi tersebut diantaranya yakni Desa Gubrih Kecamayan Wringin, Desa Sucolor Kecamatan Maesan, Desa Jetis Kecamatan Curahdami, Desa Pejaten Kecamatan Bondowoso, dan Desa Pasarejo Kecamatan Wonosari.

Adapun indikator 5 desa tersebut menjadi desa inklusi karena Memiliki data dan informasi tentang aset Desa yang komprehensif dan terus diperbarui, termasuk data Difabel.

Tak kalah pentingnya ,ada wadah bagi warga Difabel. Selain itu ada jaminan keterlibatan dalam proses pengambilan kebijakan.

Lebih-lebih adanya perencanaan anggaran yang mengarusutamakan inklusi difabel (Proses, Alokasi anggaran, realisasi dan evaluasinya).
Tak kalah pentingnya Regulasi yang mendukung (PERDES).

Kemudian Kesetaraan akses pada layanan umum di Desa .Keberadaan sarana fisik yang lebih aksesibel

Selain itu adanya bentuk tanggungjawab sosial dari masyarakat.
Adanya ruang untuk berinovasi dan berjejaring.

Deklarasi tersebut dilakukan oleh PJ Bupati Bambang Soekwanto di pendopo Raden Bagus Asra ,Senin ,10/06/2024.

Dikatakan bahwa hal ini merupakan komitmen Pemkab Bondowoso dalam memberikan perlindungan sosial bagi anak yatim, penyandang disabilitas, dan masyarakat rentan lainnya.

Selain itu ,kegiatan ini merupakan upaya untuk memotivasi dan menguatkan semangat anak-anak yatim, piatu, yatim piatu, terlantar, jalanan, dan penyandang disabilitas agar mereka menjadi sehat, tangguh, dan mandiri.

“Bimbingan ini juga bertujuan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Bondowoso,” jelasnya.

Kegiatan ini memberikan pengetahuan, pemahaman, serta meningkatkan wawasan para peserta.

Bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

iklan dalam

“Ini berpengaruh pada peningkatan sumber daya manusia, kekuatan mental, spiritual, dan sosial peserta, sehingga mereka produktif dan berkualitas dalam mendukung terwujudnya indonesia emas 2045,” paparnya.

Bimbingan tersebut juga sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mendukung desa inklusi, yang hari ini dideklarasikan lima desa inklusi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada camat dan kepala desa yang mengikuti deklarasi ini,” ungkapnya.

Deklarasi ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah desa untuk memaksimalkan layanan bagi penyandang disabilitas dan masyarakat rentan lainnya,

Hal itu tanpa diskriminasi, sehingga seluruh warga memiliki kesempatan yang sama dalam menikmati hasil pembangunan.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Bondowoso yang telah melaksanakan kegiatan ini,”ungkapnya.

Disampaikan bahwa Dinas Sosial P3AKB ini kompeten sebagai fasilitator, motivator, edukator, mobilisator, dan dinamisator dalam gerakan peduli sosial.

Dengan slogan bahwa “tidak ada pengaduan yang tidak ditindaklanjuti”, menunjukkan komitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Ia berharap kegiatan tersebut akan melahirkan sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan berdaya saing sehingga mereka menjadi generasi emas berkualitas.

“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius hingga akhir. pahami, kuasai, dan manfaatkan apa yang disampaikan agar anak-anak memiliki karakter yang kuat dan berkualitas,” harapnya.

Semoga kegiatan hari ini bermanfaat sebagai bekal menjadikan anak-anak hebat, kuat, dan tangguh dalam mendorong terwujudnya Kabupaten Bondowoso yang bermarwah, maju, dan sejahtera.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Sosial P3AKB mengatakan
bahwa kegiatan ini diikuti 200 anak yatim piatu dan 100 disabilitas yang menerima bantuan dari bapak bupati Bondowoso.

“Sekaligus mendapatkan bimbingan fisik mental, kegiatan deklarasi Desa inklusi dan bimbingan fisik mental ini dihadiri oleh 300 orang dan juga para pendamping dari camat kemudian desa di lokasi Desa inklusi .

Selain itu ada dari yayasan habilis Indonesia yang selama ini sudah MOU dan bekerjasama dengan.

“Tujuan kegiatan ini adalah yang pertama meneguhkan komitmen Desa inklusi pada upaya penanganan disabilitas, ODGJ , lansia terlantar anak terlantar dan PPKS,”imbuhnya.

Menurutnya PPKS ini adalah pemeluk pelayanan kesejahteraan Sosial kalau dulu dinamakan PMKS .

“Saat ini sesuai dengan regulasi yang baru dinamakan dengan PPKS yang berikutnya adalah menjadikan 5 Desa inklusi ,”pungkasnya.

IMG-20240429-WA0000

Related posts

Pimpin Rapat Pertama Erick Thohir : Alhamdulillah Solid

Tak Kenal Kata Libur Babinsa Pancoran Tetap Lakukan Dropping Material RUTILAHU

Epidemiolog Sarankan Wisatawan Karantina Mandiri Usai Liburan Panjang

error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih