Banyuwangi – tapalkudapost.com – Ikatan Mahasiswa Alumni Miftahul Ulum ( IMAMU, red ) melaksanakan nonton bareng (bonar) bersama para santri pondok pesantren miftahul ulum, tepat pada pukul 22.00 WIB, Sabtu malam (17/8). Acara tersebut merupakan langka awal para santri agar kembali mengingat para pejuang kemerdekaan agar tertanam di jiwa mereka sebongkah rasa nasioalis regilius.
Sebelum acara nonton bareng dimulai dikemas dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan ahlan waton.
Dalam sambutannya, ketua IMAMU Nur Mohammad Aris Boy meminta kepada para santriwan dan santriwati agar selalu merenungi perjuangan para pahlawan pendahulu kita.
“Agar ada rasa cinta yang kuat terhadap negara republik ini,” terang ketua IMAMU Boy pangilan akrabnya sehari hari (17/8) malam ini.
Boy juga menambahkan bahwa, acara nonton bareng film kemerdekaan dengan judul “WAGE” itu adalah mengisahkan tentang perjuangan sosok Panglima Besar (PB) Sudirman dalam memperjuangkan kemerdekan yang ingin membuka pola fikiran santri cinta tanah air.
“Sebelum nonton film tersebut kita menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia agar rasa memiliki bangsa ini semakin kuat serta dengan menyanyikan lagu ahlan waton yang membangkit regiliusnya dan ke imanannya untuk menjaga ke utuhan bangsa ini,” lanjut Boy, Sabtu (17/8).
Inisiasi atau gagasan nonton bareng ini menindak lanjuti pasca upacara kemerdekaan pagi tadi agar calon penerus bangsa punya rasa memiliki dan wawasan kebangsaan agar tidak terpengaruh dengan adanya isu – isu radikalisme. “Dan upaya ini merupakan salah cara agar santri tidak dinilai radikalisme karena hampir menjadi isu kuat bahwa santri dicap radikal, saya sebagai alumni pondok pesantren Miftahul Ulum Bengkak Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi sangat keberatan bila pesantren di cap radikal,” pungkas Boy. (ari)
