Beranda blog Halaman 883

Megawati Dapat Gelar Doktor HC

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BANDUNG – tapalkudamedia.com

Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mendapat gelar doktor honoris causa (HC) bidang politik pemerintahan. Pemberian diberikan di Kampus Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang, Kamis (8/3/2018), langsung oleh Gubernur IPDN Profesor Dr Ermaya Suradinata.

Pemberian tersebut, menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, atas kontribusi dan pemikiran Megawati, termasuk perkembangan otonomi daerah serta desentralisasi, khususnya di Kampus IPDN.

Keputusan senat IPDN dalam memberikan gelar doktor honoris causa bidang politik pemerintahan diambil pada 2 Januari 2018.

FB_IMG_1773966750014

Penganugerahan ini ditandai dengan pengalungan samir dan pemberian ijazah. Setelah itu, Megawati yang mengenakan toga hitam dan kuning secara bergantian menyalami tamu undangan yang hadir dalam kesempatan tersebut.

Megawati sudah mengoleksi gelar doktor dari berbagai institusi pendidikan dalam dan luar negeri. Gelar doktor honoris causa juga telah diterima dari Universitas Waseda, Tokyo, Jepang (2001); Moscow State Institute of International Relation, Rusia (2003); serta Korea Maritime and Ocean University, Busan, Korsel (2015).

Lalu juga mendapat dari Universitas Padjadjaran (2016); Universitas Negeri Padang (2017); dan Mokpo National University, Mokpo, Korsel (2017).(han)

images (15)

Jokowi Serahkan 5.750 Sertifikat Tanah Warga di Lamongan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

JAKARTA –  tapalkudamedia.com

Sebanyak 5.750 sertifikat tanah untuk warga diserahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerjanya di Jawa Timur. Penyerahan sertifikat itu dipusatkan di Alun-alun Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur.

Para warga Jawa Timur tersebut berasal dari lima wilayah yaitu Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten Sidoarjo.

“Setiap saya ke daerah Sumatera, Sulawesi, Maluku, Jawa, keluhannya sama, sengketa lahan. Sengketa tanah karena rakyat tidak pegang sertifikat,” ucap Presiden Jokowi berdasarkan keterangan resmi Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Kamis 8 Maret 2018.

Kepala Negara mengatakan, saat ini sebanyak 7.532.200 bidang tanah dari 19.490.182 bidang tanah yang ada di Jawa Timur telah bersertifikat. Sementara sisanya sebanyak 11.957.982 bidang tanah belum bersertifikat dan akan diselesaikan bertahap hingga 2023.

“Tahun 2023 harus selesai,” tegas Presiden Jokowi.

Kepemilikan hak atas tanah memang wajib dibuktikan dengan sertifikat sebagaimana Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria mengamanatkan. Sertifikat menjadi bukti tertulis yang mendapatkan pengakuan hukum sehingga memberikan rasa aman kepada pemiliknya.

FB_IMG_1773966750014

“Sudah tidak ada yang bisa mengklaim karena di sertifikat ada nama serta luas,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Presiden Jokowi menjelaskan, dari 126 juta bidang tanah yang ada di Tanah Air, hingga 2017 baru 51 juta bidang tanah yang bersertifikat. Hal tersebut lantaran penerbitan sertifikat hak atas tanah sebelumnya hanya menghasilkan 500.000 sertifikat setiap tahunnya di seluruh Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah mempercepat proses sertifikasi tanah dengan target 5 juta sertifikat pada 2017.

“Target tahun ini sejumlah 7 juta sertifikat dan untuk tahun depan sejumlah 9 juta sertifikat,” ungkap Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan kepada masyarakat penerima sertifikat untuk menjaga dan menyimpan sertifikat yang dimiliki di tempat yang aman. Kemudian Presiden meminta mereka melakukan kalkulasi terlebih dahulu apabila ingin mengagunkan sertifikatnya di bank.

“Hati-hati pinjam di bank. Kalau dapat, gunakan semua untuk kerja, investasi, modal kerja. Jangan dipakai apa-apa dulu. Kalau untuk menabung setelah cukup, beli motor, mobil silakan,” tuturnya.

Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi serta Ibu Negara Iriana yakni Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, lalu Gubernur Jawa Timur Soekarwo.(red)

images (15)

Dewan Pendidikan Harus Bisa Merumuskan Metode yang Efektif

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

JABAR – tapalkudamedia.com

Dewan pendidikan diharapkan bisa merumuskan metode pendidikan berkarakter yang efektif .

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat melantik dewan pengurus pendidikan periode 2017 – 2022. di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, awal pekan ini.

“Mereka ini orang-orang terpilih yang mempunyai kompetensi dan kepedulian dalam bidang pendidikan dari berbagai latar belakang universitas atau lembaga lainnya,” kata Aher dalam sambutannya.

Saat ini sistem pendidikan di Indonesia khususnya Jabar terlalu memberatkan para murid. Pasalnya, sambung dia, para siswa sejak menginjak kelas 1 SD saja sudah dibebani dengan UTS atau pekerjaan rumah.

Menurutnya, seharusnya untuk tingkatan tersebut tidak perlu dibebani dengan ujian dan pekerjaan rumah. Sehingga, ketika berada di rumah tidak perlu dipusingkan dengan pekerjaan rumah.

FB_IMG_1773966750014

“Berbagai negara tidak ada budaya PR tapi belajar. Harusnya diselesaikan sekolah. Di kita mah kelas 1 SD saja sudah ada UTS, ini kan membebani mereka,” paparnya.

“Tidak salah dewan merumuskan kurikulum terbaik di Jabar. Kalau dipandang ketinggian mengapa tidak diturunkan,” menambahkan.

Tidak hanya soal kurikulum yang memberatkan, Aher juga menyoroti soal pendidikan berkarakter. Ia merasa kurikulum pendidikan yang ada saat ini belum optimal dalam membangun budaya atau karakter tertentu.

Ia berharap dewan pendidikan yang baru saja dilantik bisa merumuskan implementasi pendidikan karakter di Jabar. Sehingga, generasi penerus di Jabar tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan tetapi juga memiliki karakter yang baik.

“Saya harap dewan pendidikan mengamati persoalan ini dan memberi masukan kepada pemangku kebijakan untuk memperbaiki metode pembelajaran kalau perlu kurikulumnya,” ujar Aher.(red)

images (15)

Peran Orang Tua dalam Pendidikan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Opini – tapalkudamedia.com

Pentingnya layanan pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Namun, sebagai penyuplai pendidikan berkualitas tidak hanya di sekolah. Rumah menjadi perangkat pendidikan pertama yang paling penting sebelum anak-anak bersentuhan dengan sekolah.

Peran keluarga memang sangat penting dalam perkembangan dan pendidikan anak. Bicara tentang pendidikan anak, tentu ini tidak hanya tentang mengajari anak untuk bisa melakukan sesuatu atau memikirkan sesuatu.

Lalu, apa lagi yang harus kita perhatikan dan terapkan sehari-hari untuk mendukung pendidikan anak?

Pendidikan itu juga termasuk membuat anak menjadi individu yang lebih dewasa dan matang, untuk kehidupannya dalam jangka panjang, seumur hidupnya, bukan hanya ketika di usia sekolah. Artinya, peran keluarga menjadi sangat besar, karena terkait dengan semua aspek perkembangan dan pendidikan anak.

Dorongan agar orang tua lebih terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka bagaimana kita mewujudkan bahwa dalam mendidik anak bisa lebih menarik, informatif, dan bersahabat.

Pentingnya peran keluarga sebagai penyokong pendidikan anak-anak. Orang tua tidak sekadar diajak untuk lebih terlibat, tidak boleh lagicuek dan menyerahkan urusan pendidikan kepada guru di sekolah saja, tetapi juga menerapkan konsep pendidikan berbasis keluarga.

Anak Bukan Kertas Kosong, menuliskan 3 pemikiran Ki Hadjar Dewantara, yang salah satunya adalah pentingnya peran keluarga dalam pendidikan anak. Keluarga adalah pusat pendidikan.

Orang tua mungkin bisa mendelegasikan pengajaran kepada kaum ahli, tetapi pendidikan anak tetaplah menjadi tanggung jawab orang tua.

FB_IMG_1773966750014

Peran orang tua tidak tergantikan oleh sekolah, lembaga pendidikan, ataupun lembaga bakat. “Pokoknya pendidikan harus terletak di dalam pangkuan ibu bapak, karena hanya dua orang inilah yang dapat berhamba pada sang anak dengan semurni-murninya dan se-ikhlas-ikhlasnya, sebab cinta kasihnya kepada anak-anaknya boleh dibilang cinta kasih tak terbatas.” itu sekedar cuplikan kalimat tokoh pahlawan pendidikan kita.

Orang tua harus mengambil peran terbesar dalam menerapkan pendidikan bagi anak-anak mereka, tak peduli seberapa sibuk mereka dengan urusan pekerjaan.

Secara luwes, mereka berbagi porsi atau peran dan saling melengkapi. Suami lebih banyak mengasah motorik kasar anak dengan mengajak anak berolahraga, sementara istri lebih ke motorik halusnya, misalnya.

Tetapi, anak bisa belajar dengan siapa yang dia suka. menekankan pembagian porsi pada urusan ‘software’ anak.Sebagai ibu, porsi terbesar sebagai motivator pembentuk akhlak anak, kasih sayang, serta empati.

Sementara, sebagai Ayah, mempunyai peran membentuk jiwa tanggung jawab, disiplin, role model dalam sikap dan pembentukan karakter kuat dan pemberani, terutama kapada anak laki-laki.

Tugas itu adalah memahami apa yang saat ini berkembang di dunia anak-anak se-usianya. Orang tua harus belajar apa yang diinginkan anak dalam belajar saat ini.

Orang tua tidak harus meninggalkan gaya pendidikan lama yang terjadi di era mereka. Tetapi, penting juga memperhatikan perkembangan zaman dan ketertarikan anak pada kecanggihan sistem saat ini.

Penggunaan alat elektronik, cara berkomunikasi dan keterampilan anak menjadi hal yang harus diperhatikan orang tua. Pendidikan moral juga penting untuk diajarkan orang tua. Pelajaran tersebut, tidak dapat dilakukan hanya setengah jalan jika ingin mendapat hasil yang maksimal. Anak adalah harapan kita, masa depan banga yang kelak akan menjadi pemimpin dk masa yang akan datang, sudahkan sebagai orang tua, kita meletakkan konsep dasar pendkdikan anak kita dengan benar?hanya hati kita yang bisa menjawabnya.(atien a mochtar)

*)direktur tapalkudamedia.com
images (15)

Wow.. Pedagang Bakso Nyambi Jualan Sabu

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

tapalkudamedia.com Surabaya – Nekat nyambi berjualan narkoba jenis sabu-sabu. Choirul (34) warga Tambak Deres Surabaya,dicokok petugas.

Tersangka Choirul mengaku jadi pengedar dan menjual sabu karena penghasilan kurang saat berjualan bakso. Akibat perbuatannya itu tersangka dijebloskan ke tahanan Polrestabes Surabaya.

Penangkapan tersangka ini berdasarkan dari informasi masyarakat yang kemudian ditindak lanjuti oleh upaya penyelidikan, sampai melakukan penangkapan terhadap tersangka di rumahnya.

‘Waktu diamankan, tersangka sedang berada di rumahnya, ketika dilakukan penggeledahan di dapatkan 1,26 gram sabu dan pipet kaca yang masih terdapat sisa sabu seberat 2,53 gram,” kata Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar, Kamis (8/3/2018).

FB_IMG_1773966750014

Anggota Unit II Satresnarkoba Polrestabes Surabaya mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) poket sabu seberat 1,26 gram beserta bungkusnya; 1 (satu) buah pipet kaca yang masih terdapat sisa sabu seberat 2,53 gram; 10 (sepuluh) buah pipet kosong; 1 (satu) buah sekrop; 3 (tiga) pack plastik klip; 1 (satu) buah timbangan; 2 (dua) buah kotak warna hitam; 1 (satu) buah HP; 1 (satu) lembar potongan isolasi.

Kepada petugas tersangka mengaku bahwa dirinya membeli sabu tersebut dari seseorang yang berinisial SF di Rabesan Madura.

“Sabu saya beli dari SF dan sudah 3 kali beli sebanyak 1 gram dan dihargai Rp 900 ribu, dipakai untuk menunjang tenaganya selama bekerja,” akunya.

Untuk mempertanggung jawab, atas usaha sampingannya, tersangka dikenakan Pasal 112 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika, lantaran telah melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I(ul)

images (15)

Nandang Triyana Penyerang Kyai Lamongan Harus Rela Alat Bitalnya Diamputasi

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

tapalkudamedia.com , Lamongan – Sebagaimana kita tahu bahwa pada , 18 Februari 2018, lalu, Nandang menyerang Pengasuh Ponpes Karangasem, Paciran, Lamongan, KH Hakam Mubarok. Nanang coba memukul dan mengajak Kiai Hakam berkelahi setelah diminta pergi dari pendopo pesantren.

Pelaku pengejaran kiai di Lamongan Nandang Triyana ini harus rela menjalani operasi amputasi alat vital alias kelamin. Saat ini, ia masih dalam tahap perawatan penyembuhan dari operasi.

Kkoordinasi dengan RS Jiwa Lawang untuk bisa membantu penyembuhan kejiwaannyapun dilakukan. Hal itu dikarenakan, pelaku yang mengalami gangguan jiwa tersebut kerap mengikat kelaminnya menggunakan karet gelang hingga terjadi pembusukan dan infeksi.

Sebelumnya, Nandang Triyana saat di RS Bhayangkara juga sempat dijenguk oleh kedua orangtuanya dan juga adik kandungnya pada tanggal 21 Februari lalu. Mereka terdiri dari Ibu (Sriyanah), ayah (Satibi) dan adik (Sri Setyani).

FB_IMG_1773966750014

Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung menjelaskan, operasi dilakukan di RS Bhayangkara Polda Jatim. Sebelum operasi, ia sempat mengantarkan berobat untuk mengatasi gangguan kejiwaan pelaku.

“Sudah kita bawa ke RS Jiwa Menur tapi ditolak karena ada sakit pembusukan pada kelaminnya. Di RS Jiwa Lawang juga ditolak. Jadi kita putuskan untuk mengoperasi amputasi kelamin Nandang di RS Bhayangkara dengan biaya dari Polres Lamongan,” jelasnya

Komitmennya untuk bisa menyelesaikan kasus yang dialami Nandang Triyana. “Memang pelaku ini sudah dipastikan alami gangguan jiwa. Tapi proses hukumnya juga masih tetap berjalan,” jelasnya , Kamis 8/02/2018.

images (15)

Polisi Tangkap Seorang Remaja Penyodomi Siswa SD di Malang

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

tapalkudamedia.com , MALANG – Kepolisian bergerak cepat usai mendapat laporan tindakan sodomi yang dilakukan seorang remaja dari Tirtoyudo, Kabupaten Malang, berinisial F (15 tahun) kepada teman bermainnya.

Korban pencabulan sodomi oleh F berjumlah 3 orang, dengan rincian 2 orang berusia 9 tahun dan 1 orang berusia 10 tahun, yang masing-masing masih duduk di bangku sekolah dasar.

Menurut Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, pelaku yang juga berstatus pelajar ini melakukan aksinya pada tahun 2017 dengan TKP di daerah Gadungsari, Kecamatan Tirtoyudo.

“Memang kasusnya sudah terjadi tahun lalu tapi baru dilaporkan ke kepolisian. Setelah pertemuan secara kekeluargaan tak menemui titik terang,” ungkap Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Rabu (7/3/2018).

Ia menambahkan Polres Malang bergerak cepat usai mendapat laporan dari pihak Kapolsek Tirtoyudo dan membekuk pelaku kurang dari 24 jam pasca laporan keluarga korban.

Korban disodomi pelaku dengan cara berbeda – beda, ada yang menungging dan ada yang telungkup. Pelaku juga memberikan bujuk rayu diajak bermain playstation disertai dengan ancaman jika melapor ke orang tuanya.

FB_IMG_1773966750014

Dari hasil pemeriksaan polisi sementara pelaku melakukan aksinya kepada 3 orang korban. Namun terkait adanya korban lainnya, pihak kepolisian masing mendalami kemungkinan tersebut.

“Karena baru satu hari penyelidikan sementara korban 3 orang. Namun akan kita dalami bila ada korban lainnya,” tutur Yade.

Menurutnya, pelaku melakukan aksinya sebagai aksi balas dendam karena dicap sebagai anak nakal dan tidak mempunyai teman bermain. Pelaku juga memiliki permasalahan keluarga, karena mengetahui yang bersangkutan bukan anak kandung dari kedua orang tuanya.

“Kita akan panggil orang tua angkat pelaku. Mengingat pelaku juga masih di bawah umur, akan kita perlakukan dan penanganan khusus sesuai aturan yang berlaku,” jelas Kapolres.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 junto Pasal 76 E Undang – Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara.(fid)

images (15)

Penyebab Kebakaran SPBU di Berbek Masih Misterius

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

tapalkudamedia.com , SURABAYA – Kebakaran yang terjadi di SPBU Berbek, Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur hingga kini masih belum diketahui secara pasti penyebabnya. Polisi masih terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi-saksi yang mengetahui kebakaran.

Polisi juga memeriksa sejumlah camera CCTV yang terpasang pada sudut-sudut SPBU. Bahkan tim labfor sudah turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Serta memasang police line.

“Kami belum bisa menyimpulkan asal percikan api yang membuat SPBU terbakar. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi,” terang Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayuaji, Kamis (8/2/2018).

Pihaknya juga melakukan olah TKP untuk dijadikan bahan kesimpulan penyebab dari adanya kebakaran. Informasinya sebelum terjadi kebakaran ada truk pengangkut tabung gas elpiji sedang mengisi BBM

FB_IMG_1773966750014

“Itu sedang kami dalami apakah saat mengisi BBM truk dalam keadaan mati atau hidup mesinnya. Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran,” paparnya.

Seperti diberitakan, tadi pagi warga yang sedang mengisi BBM di SPBU Berbek milil PT SIER berhamburan. Pasalnya, terjadi kebakaran di SPBU tersebut. Sebelum terbakar, terdengar suara ledakan beberapa kali dari truk pengangkut tabung gas elpiji.

Akibat kebakaran ini, seorang kernek truk tewas dengan kondisi tubuh yang gosong. Tidak hanya itu, empat orang juga mengalami luka-luka dan saat ini dirawat di Rumah Sakit Royal Rungkut. Kebakaran juga menghanguskan truk dan mobil.

images (15)

Gugatan Ditolak Bawaslu, Partai Republik, PBI, PPPI Gagal Ikut Pemilu 2019

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

tapalkudamedia.com , JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI menolak gugatan terhadap tiga partai politik (parpol) yakni Partai Bhinneka Indonesia (PBI), Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), dan Partai Republik terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait peserta Pemilu 2019.
“Memutuskan menolak eksepsi pemohon untuk seluruhnya demikian diputuskan dalam rapat pleno dan dibacakan kepada para pihak dan terbuka untuk umum,” kata Abhan dalam sidang adjudikasi penyelesaian sengketa proses pemilu di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (08/03/2018).

Sementara itu, anggota Bawaslu Ratna Dewi Petalolo memaparkan kekurangan ketiga parpol tersebut. Salah satunya yakni karena tidak dapat memenuhi syarat administrasi sehingga KPU tidak dapat melakukan proses verifikasi.

“Partai tidak memenuhi dalam administrasi sehingga KPU tidak perlu melakukan proses verifikasi, hal ini sesuai dengan syarat peserta pemilu,” ungkapnya.
Untuk menjadi peserta pemilu, jelas Abhan, partai politik harus melewati seluruh tahapan pemilu sesuai dengan Pasal 173 UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Namun ketiga partai tidak memenuhi syarat dalam proses administrasi sehingga tidak dapat dilanjutkan pada tahapan verifikasi.

FB_IMG_1773966750014

“Menimbang untuk menjadi peserta Pemilu 2019 politik harus melalui tahapan-tahapan pendaftaran tahapan adminisitrasi, verifikasi. Namun pemohon hanya sampai pada tahapan administrasi,” tambahnya.
Lebih lanjut Abhan menjelaskan, dengan dasar hasil tahapan administrasi parpol, pemohon tidak dapat dilanjutkan pada verifikasi sebagai tahapan untuk mengetahui memenuhi kelengkapan persyaratan, sehingga tidak beralasan hukum untuk ditetapkan sebagai peserta pemilu.

Adapun persidangan tersebut dioimoin oleh lima orang majelis hakim yakni Abhan, Fritz Edward Siregar, Ratna Dewi Petalolo, dan Muhamad Afifuddin. Dari pihak pemohon dihadiri Sekjen PBI Harinder Singh, kuasa hukum PPPI Bakhtiar dan Sekjen Republik Unggul Hermei Kurniawan. Sedangkan dari pihak termohon dihadiri kuasa hukum KPU, Ali Nurdin dan Robikin Emhas.
(ulu)

images (15)

FAO Apresiasi Kinerja Kementerian Pertanian

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

JAKARTA – Di sela-sela the Fourth Jakarta Food Security Summit (JFSS-4) di Jakarta Convention Center Senayan, pada tanggal 8 Maret 2018 Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan pertemuan bilateral dengan Asisten Dirjen FAO/Kepala FAO Regional Bangkok (ADG FAO Bangkok), Ms. Kundhavi Kadiresan.

Dalam pertemuan ini, Menteri Pertanian didampingi oleh Dr. Mat Syukur (Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional) dan Ir. Baran Wirawan, MSc. (Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Tata Hubungan Kerja Lingkup Kementan). Sementara Ms. Kundhavi Kadiresan didampingi oleh Kepala Perwakilan FAO di Jakarta, Mr. Mark Smulders.

Pada kesempatan tersebut, Amran menyampaikan capaian pembangunan pertanian melalui program UPSUS. Program ini mencakup semua aspek yang berkontribusi untuk menciptakan sebuah kondisi pertanian yang sehat.

Aspek tersebut meliputi: (1) perubahan mendasar atas kebijakan-kebijakan yang menghambat pelaksanaan program; (2) perbaikan infrastruktur; (3) penguatan peran peran industri hilir; (4) introduksi asuransi pertanian; dan (5) memperpendek rantai pasok komoditas pertanian. Pada tahap pelaksanaannya, program UPSUS mencakup berbagai macam terobosan yang revolusioner.

Pada tahun 2017, produksi padi meningkat secara dramatis sebesar 10,5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) yang setara dengan USD 3,23 Miliar. Kenaikan produksi yang dramatis tersebut juga tercatat pada 43 komoditas pertanian lainnya, termasuk bawang merah dan cabai yang nilai kumulatifnya berjumlah sekitar USD 27,08 Miliar. Angka ini adalah yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Meskipun El Nino yang menghancurkan wilayah pertanian skala luas terjadi di negara kita, kami masih dapat menjaga pasokan domestik dari beberapa komoditas pangan strategis, dan bahkan berhasil mengekspor beras khusus sejumlah 4 ribu ton, bawang merah 7,7 ribu ton, dan jagung 57 ribu ton.

Secara kumulatif, nilai ekspor pertanian 2017 naik 24 persen dibandingkan tahun 2016. Kedepan, Kementerian Pertanian telah menetapkan target sebagai pemasok bahan pangan utama di dunia.

FB_IMG_1773966750014

Amran optimis untuk mewujudkan target ini pada tahun 2045 dengan mempertimbangkan besarnya sumber daya yang ada di Indonesia termasuk besarnya keanekaragaman hayati dan ekosistem pertanian, luasnya potensi lahan subur untuk pertanian, melimpahnya tenaga kerja, tersedianya inovasi dan teknologi, dan besarnya potensi pasar dalam negeri dan internasional.

Merespon hal tersebut, ADG FAO Bangkok menyampaikan apresiasi atas capaian Pemerintah RI di sektor pertanian. Secara khusus, ADG FAO mengapresiasi pelaksanaan program asuransi pertanian dan sistem informasi pemantauan pertanian.

Asuransi pertanian (khususnya crop insurance) Indonesia dapat diterapkan dengan baik, di negara lain tidak mudah menerapkan program asuransi. Mengapresiasi sistem informasi kalender tanam berbasis teknologi yang dapat diakses secara cepat oleh petani dan penyuluh melalui smartphone serta mendorong diaplikasikannya e-agricultural secara lebih luas.

Selain itu, Kundhavi juga menyarankan dengan adanya kenaikan produksi ini, Indonesia berpeluang untuk melakukan ekspor produk pertaniannya. Untuk memasarkan produk pertanian ke luar negeri, produk itu sendiri harus berdaya saing, efisien, dan spesifik, misalnya produk pertanian organik.

Lebih lanjut Kundhavi berharap Indonesia dapat menjadi promotor sistem pertanian Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) dan Organik. LEISA adalah sistem pertanian berkelanjutan dengan input luar yang rendah dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal dengan efisien.

Dalam kesempatan ini pula, Kundhavi menyampaikan undangan kepada Menteri Pertanian untuk menghadiri pertemuan tingkat Menteri Pertanian Asia dan Pasifik dalam the 34th Asia and the Pacific Regional Conference (APRC ke-34) di Fiji pada tanggal 9 s.d. 13 April 2018.(fmi)

images (15)
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih