Beranda blog Halaman 881

Mesum di Hotel Oknum PNS Diganjar Penurunan Pangkat

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

SOLO  –  tapalkudamedia.com 

Pemerintah Kota Solo menjatuhkan sanksi terhadap AI, seorang oknum aparatur sipil negara (ASN), berupa penurunan pangkat di bawahnya selama tiga tahun.

Staf di lingkungan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) tersebut terlibat mesum di hotel saat jam kerja. Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Solo Rakhmat Sutomo mengatakan, yang bersangkutan semula adalah ASN golongan IIIB.

Dengan sanksi yang dijatuhkan, golongannya menjadi IIIC selama tiga tahun. ”Secara otomatis penurunan pangkat berdampak pada penyesuaian gaji dan tunjangan yang diterima,” kata Rakhmat Sutomo di Solo, Jawa Tengah, Jumat (9/3) siang.

FB_IMG_1773966750014

Sanksi dijatuhkan setelah tim pemeriksaan bersama (rikma) menggelar sidang. Tim terdiri atas Sekretaris Daerah (Sekda), Inspektorat, Asisten Administrasi Umum, Bagian Hukum, serta BKPPD. AI dinilai melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sebelumnya AI tertangkap tengah mesum di hotel saat jam kerja. Pelanggaran yang dilakukan adalah bolos di saat jam kerja, memakai baju dinas, serta tindak asusila. Pemkot Solo juga menjatuhkan sanksi penghentian gaji selama empat bulan bagi dua ASN lain yang tepergok mesum di hotel di Wonogiri.

Kasusnya lebih lama dibandingkan AI dan telah dijatuhi hukuman pidana empat bulan kurungan. ”Makanya gaji mereka otomatis dihentikan,” urainya. Selanjutnya, Pemkot Solo tinggal menyiapkan sanksi sesuai pelanggaran kode etik kedua ASN yang bersangkutan.(red)

images (15)

Sabet Pinggang Tetangga dengan Clurit Hariono Dijebloskan ke Terali Besi

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BANYUWANGI – tapalkudamedia.com

Nyawa Feri Irawan (24) nyaris melayang. pinggang warga lingkungan Mojoroto, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri itu robek disabet clurit oleh Hariono (60) tetangga sendiri.

Insiden ini bermula ketika tersangka Hariono sedang membersihkan aliran irigasi di sawah miliknya yang tersumbat kotoran. Tidak lama berselang, datang Feri Irawan, mendapati air disaluran itu surut, korban langsung marah-marah. Perang mulut pun terjadi.

Melihat ada kegaduhan ditengah sawah, tetangga korban langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Giri. Atas laporan dari warga tersebut, pihaknya langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) namun tersangka Hariono tidak ada di tempat.

“Masalah ini hanya bermula kesalahpahaman saja, Korban Feri Irawan maunya membendung saluran irigasi untuk memandikan bebeknya, sedangkan tersangka Hariono membersihkan saluran air, untuk mengairi tanamannya,” kata Kanit Reskrim Ipda Bambang Suhadiman.

FB_IMG_1773966750014

Lanjutnya, karena sama-sama emosi, terjadilah baku hantam antara tersangka dan korban.

“Akibat pertengkaran itu, tersangka menyabet pinggang korban sebanyak dua kali, yang pertama tidak mengenai sasaran. Sedangkan sabetan yang keduanya mengenai tubuh korban, mengakibatkan pinggang sebelah kiri korban robek dan harus mendapat perawatan medis, dengan dijahit, ada 24 jahitan,” imbuhnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan1 clurit, dan baju milik korban diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut dan tersangkapun dijebloskan ke terali besi.

“Maunya mau menangkap tersangka terkait laporan itu, ternyata tersangka datang sendiri ke Polsek untuk menyerahkan diri,”katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka Hariono dijerat pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

images (15)

Mutasi dan Promosi Jabatan 33 Perwira TNI

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

JAKARTA –  tapalkudamedia.com

Mutasi jabatan di lingkungan TNI dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier Perwira Tinggi, guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, TNI melakukan upaya peningkatan kinerja melalui mutasi dan promosi jabatan personel di tingkat Perwira Tinggi (Pati) TNI.

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/231/III/2018, tanggal 9 Maret 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI, telah ditetapkan Mutasi Jabatan 22 Pati jajaran TNI Angkatan Darat, 7 Pati jajaran TNI Angkatan Laut, 4 Pati jajaran TNI Angkatan Udara.

Dalam mutasi tersebut tercatat sebagai berikut : 22 Pati TNI AD, yaitu Mayjen TNI Cucu Sumantri, S.Sos. dari Pangdam I/BB menjadi Staf Khusus Kasad, Mayjen TNI Ibnu Triwidodo, S.I.P. dari TA. Pengajar Bid. Kewaspadaan Nasional Lemhannas menjadi Pangdam I/BB, Brigjen TNI Achmad Marzuki dari Dan PMPP TNI menjadi TA.

Pengajar Bid. Kewaspadaan Nasional Lemhannas, Brigjen TNI Victor Hasudungan Simatupang, M.Bus dari Pati BIN (Sekretaris Pertama pada Kedubes RI di Washington DC/USA) menjadi Dan PMPP TNI, Mayjen TNI Sudirman, S.H., S.Sos. dari Asops Kasad menjadi TA. Pengkaji Bid. Geografi Lemhannas, Mayjen TNI Moch. Fachruddin, S.Sos. dari Pangdam IM menjadi Asops Kasad,

FB_IMG_1773966750014

Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin, S.H., S.I.P., M.H. dari TA. Pengkaji Bid. Geografi Lemhannas menjadi Pangdam IM, Mayjen TNI Hari Mulyono, S.E., M.M. dari TA. Pengajar Bid. Geostrategi & Ketahanan Nasional Lemhannas menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI Sonhadji, S.I.P., M.M. dari Pangdam VI/Mulawarman menjadi TA. Pengajar Bid. Geostrategi & Ketahanan Nasional Lemhannas, Mayjen TNI Subiyanto dari Aspers Kasad menjadi Pangdam VI/Mulawarman, Brigjen TNI Heri Wiranto, S.E., M.M., M.Tr.(Han) dari Waaspers Panglima TNI menjadi Aspers Kasad, Brigjen TNI Gunung Iskandar dari Waaspers Kasad menjadi Waaspers Panglima TNI, Kolonel Inf Agus Setiawan, S.E. dari Pamen Denma Mabesad menjadi Waaspers Kasad,

Mayjen TNI Muhammad Hasyim, S.Sos. dari TA. Pengkaji Bid. Kewaspadaan Nasional Lemhannas menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Harizon, M.M. dari Diropsdik Debid. Dik. Pimp. Tk. Nasional Lemhannas menjadi TA. Pengkaji Bid. Kewaspadaan Nasional Lemhannas, Brigjen TNI Dr. Anton Nugroho, MMDS., M.A. dari TA. Pengkaji Madya Bid. Hankam Lemhannas menjadi Diropsdik Debid. Dik. Pimp. Tk. Nasional Lemhannas, Kolonel Inf Wanti Waranei F. Mamahit dari Irdam XIII/Merdeka menjadi TA. Pengkaji Madya Bid. Hankam Lemhannas, Kolonel Inf Bonifacius Widyanto S. dari Kabagpam Roum Setjen Kemhan menjadi Kapusbangkerma Bainstranas Kemhan, Kolonel Inf Daddy Estoe W., S.I.P., M.Si. dari Staf Khusus Pangdam V/Brawijaya menjadi Direktur Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintah pada Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan BSSN, Kolonel Cba Muhammad Hita Tunggal, S.T. dari Sekretaris Ditbekangad menjadi Karoum Settama BSSN, Brigjen TNI Dedy Suryadi, S.H. dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun) dan Brigjen TNI Basuki Abdullah dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun).

7 Pati TNI AL, yaitu Laksma TNI Mintoro Yulianto, S.Sos., M.M. dari Waasops Kasal menjadi TA. Pengkaji Bid. Sumber Kekayaan Alam Lemhannas, Laksma TNI Yusup, S.E., M.M. dari Danlantamal VI/Mks Koarmatim menjadi Waasops Kasal, Kolonel Laut (P) Dwi Sulaksono, S.H., M.Tr (Han) dari Paban VI/Binkuat Sopsal menjadi Danlantamal VI/Mks Koarmatim, Laksda TNI Ir. Yuhastiar, M.M. dari TA. Pengkaji Bid. Wawasan Nusantara Lemhannas menjadi Staf Khusus Kasal, Laksma TNI Manahan Simorangkir, S.E., M.Sc. dari Kadisdikal menjadi TA. Pengkaji Bid. Wawasan Nusantara Lemhannas,

Kolonel Laut (S) Dr. Ivan Yulivan, S.E., M.M., M.Tr (Han) dari Pamen Sahli Kersin Sahli Bid. Wilnas Sahli Kasal menjadi Kadisdikal dan Laksda TNI Guguk Handayani dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun).

4 Pati TNI AU, yaitu Marsma TNI Pip Darmanto, S.E. dari Irum Itjen Kemhan menjadi Staf Khusus Kasau (Utk. GM Bandara Halim PK), Marsma TNI Sudali, S.Sos. dari Kapusbangkerma Bainstranas Kemhan menjadi Irum Itjen Kemhan, Kolonel Lek Hari Pramono dari Sesdisinfolahtaau menjadi Direktur Identifikasi Kerentanan dan Penilaian Resiko Pemerintah pada Deputi Bid. Identifikasi dan Deteksi BSSN dan MarsdaTNI Ignatius Tryandono P., S.Mn. dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun).(tim)

images (15)

Ngopi Bareng Antisipasi Isu Sara dan Penyebaran Berita Hoax

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

SITUBONDO – tapalkudamedia.com

Guna menangkal penyebaran berita yang tidak benar dan isu sara, Kapolsek Besuki AKP Sugiharto, SH bersama Kanit Binmas Ipda H. Abdullah bentuk opini positif bersama warga ds. Demung melalui metode ngopi bareng.

Dalam kegiatan tersebut Kapolsek memberikan himbauan kepada warga agar memahami apa yang dimaksud dengan isu sara, pengujaran kebencian dan berita hoax. selain itu, warga dihimbau agar tidak mudah terprovokasi bila mendapati pemberitaan yang tidak benar.

FB_IMG_1773966750014

“ Melalui metode ngopi bareng seperti ini, kami harap apa yang kami sampaikan terkait kegiatan pembentukan opini positif masyarakat ini akan lebih mudah dipahami. selain pembentukan opini positif, kegiatan ngopi bareng ini kami gunakan sebagai ajang mempererat tali silaturrahmi bersama warga.” ujar AKP Sugiharto.

Kanit Binmas juga menambahkan menjelang Pilkada 2018 ini kegiatan pembentukan opini positif seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat guna mengantisipasi pemberitaan miring hingga menangkal kampanye hitam yang mulai bertebaran di media sosial. (hms)

 

images (15)

Political Cost Pemilu , Kandidat dan Pemilih Wajib Hindari Mony Politc

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Opini – tapalkudamedia.com

Pemilu kada tak lama lagi bakal digelar. Diharapkan publik ikut berpartisipasi aktif dalam mengawasi Pilkada dan menolak segala bentuk politik uang.

Money politic  atau suap,  alias uang sogok. Politik uang atau politik perut adalah suatu bentuk pemberian atau janji menyuap seseorang baik supaya orang itu tidak menjalankan haknya untuk memilih maupun supaya ia menjalankan haknya dengan cara tertentu pada saat pemilihan umum. Pembelian bisa dilakukan menggunakan uang atau barang. Politik uang adalah sebuah bentuk pelanggaran kampanye.

Politik uang umumnya dilakukan simpatisan, kader atau bahkan pengurus partai politik menjelang hari H pemilihan . Praktik politik uang dilakukan dengan cara pemberian berbentuk uang, sembako antara lain beras, minyak dan gula kepada masyarakat dengan tujuan untuk menarik simpati masyarakat agar mereka memberikan suaranya untuk kandidat yang bersangkutan.

Pemilu saat ini butuh political cost yang luar biasa, jadi kandidat itu duit yang bicara, kita tak bisa menafikkan penggunaan politik uang dalam Pemilu memiliki berbagai macam motif. Salah satunya motif ‘uang saksi’

Penggunaan politik uang dalam Pilkada tidak akan menghasilkan para pemimpin daerah terbaik. Pemimpin yang bersangkutan akan tersandera untuk ‘balik modal’ ketimbang menjalankan kinerja yang baik kepada masyarakat.

Dengan ada model uang pencalonan yang membuat calon terbaik dan berkarakter itu tak muncul. Dan ini menjujukan uang adalah segalanya.

Banwaslu dan satgas memang mempunyai tugas untuk memberangus hal tersebut namun peran masyarakat sebagai pemilih dan penerima manfaat langsung yang ikut memastikan lembaga tersebut bekerja.

FB_IMG_1773966750014

Masyarakat juga harus berani melaporkan jika menemukan adanya praktik-praktik jual beli suara yang terjadi. Sehingga partisipasi publik menjadi keharusan, baik dalam mengawasi dan memastikan Pilkada berlangsung dengan bersih, jujur, dan berintegritas.

Memilih calon kepala daerah berdasarkan aspek kompetensi, integritas, program kerja dan rekam jejak. Masyarakat harus cerdas dalam memilih, memastikan siapa calon yang akan mereka pilih.

Seperti calon bukan yang mampu menjadi panutan dan pengemban amanah, memiliki kompetensi dan komitmen yang kuat dalam membangun daerah, serta berintegritas.

Hal tersebut penting dan harus menjadi perhatian khusus masyarakat ketimbang dengan pemberian atau janji uang untuk memilih calon tertentu.

Pilkada merupakan momentum penting dalam mengkonsolidasikan demokrasi di tingkat lokal. Penentuan maju atau tidaknya masa depan daerah termasuk masyarakatnya dalam lima tahun ke depan akan ditentukan dalam pertaruhan politik elektoral yang akan berlangsung beberapa bulan mendatang.

Politik uang merupakan jalan pintas yang kerap terjadi dalam pemilihan umum dan sudah berlangsung sejak lama. Suka atau tidak cara ini nampaknya masih jadi pilihan menarik digunakan demi mendulang banyak suara dari masyarakat. Akankah ini kembali terjadi yang pada akhirnya sang jawara korupsi agar balik modal.

Banyak kasus kepala daerah kena OTT KPK ini karena untuk mendapatkan jabatanya mereka mengunakan cara yang salah, memaksakan demokrasi terpasung, hingga nafsu angkara merajai dirinya.

Kontestan yang bertarung dalam pilkada untuk tidak menghalalkan segala cara dalam upaya memenangi kursi kepala daerah. Jangan menggunakan politik uang, jangan memecah belah dan memakai SARA. Pilkada harus dilakukan dengan cara yang bijak karena sesungguhnya kita berkompetisi haruslah secara sehat.

images (15)

Apa Jadinya Jika Modal Pilkada Hasil Korupsi

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Jakarta – tapalkudamedia.com

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, menilai, pernyataan Ketua KPK Agus Rahardjo soal indikasi korupsi peserta Pilkada 2018 merupakan buah dari mahalnya biaya politik. Beberapa calon kepala daerah kemudian melakukan korupsi untuk memenuhi biaya kampanye.

Zulkifli menyebut sejumlah biaya yang harus dikeluarkan seseorang yang hendak maju dalam Pilkada. Di antaranya ialah biaya saksi yang mencapai Rp 100.000 per orang. Uang sebesar itu lantas harus diberikan kepada ratusan hingga ribuan saksi yang ada di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS).

“Dengan demikian, biaya saksi saja sudah menghabiskan dana miliaran rupiah. Apakah ada undang-undang yang mengatur itu diperbolehkan atau (dana saksi) ditanggung negara? Nah, sekarang enggak ada, tinggal tunggu waktu aja siapa yang kena OTT (Operasi Tangkap Tangan),” kata Zulkifli.

Ia melihat, saat ini hanya ada dua pilihan menghadapi situasi itu, yakni membenahi sistem agar negara menanggung biaya saksi atau menyerahkannya kepada masing-masing partai. Kalau cara masing-masing justru potensi melanggar undang-undang besar sekali.

FB_IMG_1773966750014

Sebelumnya, Agus Rahardjo mengatakan, potensi korupsi meningkat menjelang Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018. KPK belakangan ini menangkap tangan beberapa calon kepala daerah yang menjadi peserta Pilkada. Namun, ternyata masih ada beberapa calon kepala daerah lainnya yang diduga melakukan korupsi dan akan segera ditindak. “Info yang kami dapatkan, saat ini ada beberapa calon yang maju Pilkada yang 95 persen akan jadi tersangka,” ujar Agus.

Dari penjelasan KPK itu, patut diduga, mereka yang terindikasi korupsi adalah para mantan pejabat atau pejabat yang sedang bercuti. Namun demikian, demi terciptanya Pilkada yang berkualitas, kita berharap tak ada calon-calon idola masyarakat yang terseret dalam kasus-kasus korupsi.

Sebaliknya, agar masyarakat tak telanjur mengidolakan calon-calon yang bakal menjadi tersangka korupsi, maka KPK hendaknya bertindak cepat agar masyarakat secepatnya dapat menentukan pilihan lain. Selain itu, tindakan ceopata KPK itu diperlukan agar isu korupsi ini tidak menjadi bahan kampanye hitam antar calon gubernur, calon wali kota, dan calon-calon bupati.

Kemudian, selain soal calon yang bersih, yang menjadi tugas utama semua pihak adalah bagaimana menciptakan pilkada yang berjalan secara damai dan berkualitas. Damai artinya tidak ada kegaduhan dan anarkisme. Dan, berkualitas berarti pemenang Pilkada itu betul-betul mendapat “mandat” mutlak dari pemilih..(red)

 

images (15)

Misterius Bos Matahari Ditemukan Dalam Keadaan Tak Bernyawa

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BOGOR – tapalkudamedia.com

Sebuah villa yang menjadi titik awal hilangnya pendiri Matahari Department Store di Taman Wisata Matahari (TWM) Hari Darmawan di Jalan Hankam, Desa Jogjogan, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat diberi garis polisi.

Dari pantauan di lokasi, villa pribadi Hari Darmawan yang berukuran kecil tersebut masih didatangi oleh sejumlah anggota dari Polres Bogor untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Beberapa anggota nampak memeriksa seluruh bagian villa yang berada tepat di pinggir aliran Sungai Ciliwung itu. Petugas pun sudah memasang garis polisi di sekitar villa untuk penyekidikan lebih lanjut.

Hingga kini, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait penyebab kematian Hari Darmawan. Sementara, jenazahnya dikabarkan akan dikremasi di Kota Bogor dan dibawa keluarga ke Bali.

Seperti diketahui, pendiri Taman Wisata Matahari (TWM) Hari Darmawan ditemukan tewas oleh Tim SAR gabungan di aliran sungai Ciliwung, Desa Leuwimalang, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Mengunjungi villanya di Desa Jogjogan, Cisarua. Saat itu, Hari ditinggal stafnya untuk mengambil minum. Namun setelah kembali, Hari Darmawan sudah tidak berada di lokasi.

FB_IMG_1773966750014

Humas Taman Wisata Matahari, Teja Purwadi saat dikonfirmasi pun membenarkan adanya kabar duka tersebut. Pemilik TWM itu dikabarkan meninggal dunia pagi tadi.

“Iya, kabar meninggal (Hari Darmawan) itu benar. Saya mendapat kabar meninggalnya pagi tadi,” kata Teja, saat dikonfirmasi , Sabtu (18/3/2018).

 

Namun, Teja tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait meninggalnya Hari. Saat ini, jenazah Hari masih di RSUD Ciawi, Bogor.

“Terkait kematian atau lainnya saya tidak bisa jawab mungkin itu dari keluarga saja. Yang jelas kabar itu benar dan sekarang (jenazah-red) ada di RSUD Ciawi,” tandasnya.

Sebelumnya, berdar informasi pemilik Taman Wisata Matahari (TWM) Hari Darmawan meninggal dunia karena mengalami musibah. Namun, hinggga saat ini belum ada penjelasan pasti terkait penyebab kematiannya.(red)

images (15)

Dua Kecamatan di Pamekasan Dilanda Banjir

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

PAMEKASAN –  tapalkudamedia.com

Bencana banjir melanda dua kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (10/3/2018) menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah itu, mulai Jumat malam hingga pagi tadi. Kedua kecamatan yang dilanda banjir itu masing-masing di Kecamatan Pamekasan dan Kecamatan Galis.

“Kalau di Kecamatan Galis, banjir terjadi di Desa Konang, kalau di Kecamatan Pamekasan, genangan banjir terjadi di Kelurahan Gladak Anyar dan Kelurahan Kolpajung di Jalan Gatotkoco,” ujar Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan, Budi Cahyono.

Ia menjelaskan di Desa Konang, banjir menggenangi enam rumah warga, sedangkan di Kelurahan Gladak Anyar banjir terjadi di Jalan Amin Djakfar dan Jalan Gatotkoco, Pamekasan.

“Genangan banjir tidak terlalu tinggi dan tidak mengganggu aktivitas warga,” kata Budi menuturkan.

Kendati pun demikian, sambung dia, petugas gabungan dari BPBD Pemkab Pamekasan dibantu TNI dan Polri tetap melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan terkini di lapangan.

FB_IMG_1773966750014

Langkah itu dilakukan, karena berdasarkan prakiraan cuaca yang disampaikan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca buruk seperti hujan deras disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di Kabupaten Pamekasan hingga dua hari ke depan.

Sementara itu, berdasarkan catatan, banjir yang melanda Pamekasan kali ini merupakan kali ketiga dalam tiga bulan terakhir ini. Sebelumnya pada 19 Januari 2018 banjir juga melanda kota ini, menggenangi puluhan rumah warga di Kelurahan Jungcangcang.

Lima hari berikutnya, yakni pada 24 Januari 2018, banjir kembali melanda Pamekasan dan menggenangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), serta sejumlah rumah warga Jalan Brawijaya, Pamekasan.

Selanjutnya, pada 24 Februari 2018, banjir kembali terjadi di Kecamatan Larangan, Pamekasan, dan memutus akses jalur lalu lintas penghubungan Kabupaten Pamekasan dengan Kabupaten Sumenep di Jalan Raya Slempek, sekitar 15 kilometer ke arah timur, Kota Pamekasan.

Banjir yang terjadi kala itu, juga menggenangi SMP Negeri 2 Pamekasan, sehingga menyebabkan kegiatan belajar mengajar terganggu. Menurut Kepala BPBD Pemkab Pamekasan Akmalul Firdaus, bencana banjir merupakan salah satu jenis bencana alam yang sering terjadi di Kabupaten Pamekasan. Jenis bencana alam lainnya yang juga sering terjadi di Pamekasan adalah tanah longsor dan angin puting beliung.

Data BPBD Pemkab Pamekasan menyebutkan, selama kurun waktu Januari hingga 10 Maret 2018 ini, tidak kurang dari 40 KK yang menjadi korban bencana alam, berupa tanah longsor, angin puting beliung dan bencana alam banjir.(put)

images (15)

Cita Rasa Khas Kopi Bumi Pertiwi di Wilayah Tapal Kuda ada di Republik Kopi

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – tapalkudamedia.com

Lambat tapi pasti, kopi merambat naik menjadi komoditi idola masa kini. Bisnis kopi tak hanya dilirik sebagai komoditi semata. Tapi mulai menyasar sebagai bagian dari gaya hidup modern dan kekinian

Tak heran, puluhan atau mungkin ratusan, gerai kopi mulai berkonsep sederhana hingga modern dengan aneka kreasi mix coffee tumbuh bak jamur disetiap bulannya. Pemilik gerai kopi juga berlomba berkreasi dengan tema dan atmosfer interior untuk menarik penikmat kopi .

Suyitno pengusaha kopi asal kabupaten Bondowoso yang terbilang sukses ini menyampaikan semua bermodal pada kreatifitas dan intuisi untuk memanfaatkan peluang yang ada.

“Jangan berpikir modal, anak muda harus berani berusaha”, harapnya , Sabtu 10/03/2018.

FB_IMG_1773966750014

Pria mantan kapolsek Pujer ini menyebutkan saat ini bisnis kopi lebih kreatif. Dari tempat tongkrongan yang bervariasi, ciri khas kopi, branding, dan kemasan menjadikan kopi hadir dengan kisaran harga yang kompetitif.

Geliat Kopi Arabika Bondowoso menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi penggemar kopi mancanegara. Kopi dengan label Arabika Java Raung Ijen itu, mampu menembus pasaran dunia.

Proses kopi arabika java ijen raung di Republik Kopi punya karakter yang khas dan berbeda, dari satu daerah dengan daerah lainya yang ada dibumi pertiwi ini.

Komoditi beraroma khas ini bukan hanya menjadi produk pertanian tapi juga membawa pesan nasonalisme sebagai produk khas dan jenis tersendiri yang berasal dari tiap tiap daerah seluruh Indonesia.

Jika berkunjung kedaerah tapal kuda yang sudah mendeklarasikan sebagai republik kopi rasanya kurang pas bila tak mencicipi cita rasa khas kopi Bondowoso (dhex)

images (15)

Bandara Buleleng Batal Dibangun, DPRD Bali Kecewa

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BULELENG – tapalkudamedia.com

Komisi III DPRD Bali kecewa dengan pemerintah pusat soal pembatalan rencana pembangunan Bandara Internasional Buleleng. Sebelumnya Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nengah Tamba telah mendatangi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menyampaikan hal tersebut.

“Dalam pertemuan itu, kami menyampaikan kekecewaan masyarakat Bali terhadap pernyataan pembatalan pembangunan bandara itu. Banyak teman-teman yang protes dengan pernyataan itu,” kata anggota Komisi III DPRD Bali, I Kadek Nuartana.

(Baca juga: Dinding Underpass Terminal 3 Bandara Soetta Retak dan Bocor)

Apalagi, kekecewaan itu semakin bertambah ketika rombongan anggota legislator asal Bali itu hanya ditemui oleh Kepala Seksi (Kasi) Tata Kebandaraudaraan. Padahal mereka berharap yang menemuinya adalah paling tidak selevel direktur agar dapat menghasilkan keputusan.

FB_IMG_1773966750014

Dalam pertemuan itu, pihak Kemenhub menjelaskan bahwa pada 2018, pemerintah sudah mengalokasikan dana APBN yang besarnya Rp4 miliar untuk feasibility study guna penentuan lokasi pembangunan bandara tersebut.

“Setelah itu diputuskan baru ada namanya proses kedua, yakni ketika penentuan lokasi sudah ditentukan oleh pemerintah baru memikirkan kerja sama dengan swasta,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry mengapresiasi Kemenhub karena masih serius menanggapi studi kelayakan lokasi yang dimulai dari pemerintah dahulu dengan mengalokasian dana tahun anggaran 2018.

“Kami juga mendukung studi kelayakan kerja sama pemerintah dengan pengusaha,” ucap Nyoman sembari menegaskan bahwa pembangunan Bandara Internasional Bali Utara itu sebuah keharusan dan harus segera direalisasikan.(put)

images (15)
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih