Beranda blog Halaman 8

Perkuat Kepedulian Sosial, Pemkab Bondowoso Salurkan Santunan untuk 1.500 Anak Yatim dan Dhuafa

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat melalui penyaluran santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa.
Melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bondowoso, pemerintah daerah menyalurkan santunan kepada 1.500 anak yatim dan dhuafa. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Pendopo Raden Bagus Assra, Kabupaten Bondowoso, Senin (16/3/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fatur Rozi, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, Ramadan merupakan momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial selain memperkuat hubungan spiritual kepada Tuhan.
“Ramadan adalah bulan yang penuh ampunan dan rahmat. Pada bulan ini kita tidak hanya meningkatkan hubungan vertikal dengan Sang Pencipta, tetapi juga mempererat hubungan horizontal melalui kepedulian sosial kepada sesama,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu ciri orang yang bertakwa adalah kesediaan untuk berbagi kepada orang lain, baik dalam kondisi lapang maupun sempit.
“Ciri orang bertakwa adalah mereka yang mampu menafkahkan sebagian hartanya, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Melalui kegiatan ini, kita berupaya menumbuhkan nilai-nilai tersebut agar menjadi fondasi karakter masyarakat Bondowoso yang lebih humanis dan peduli,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Keuangan PDAM Bondowoso, Diki Erfan, menjelaskan bahwa pada tahun ini PDAM menyalurkan sebanyak 1.500 paket santunan yang berisi kebutuhan pokok serta bantuan uang tunai.

FB_IMG_1773966750014

Ia menjelaskan penyaluran bantuan dilakukan melalui dua mekanisme agar dapat menjangkau masyarakat secara luas, termasuk hingga wilayah pelosok.

Sebanyak 1.000 paket santunan disalurkan melalui unit pelayanan PDAM yang tersebar di setiap kecamatan di Kabupaten Bondowoso. Sedangkan 500 paket lainnya diberikan secara simbolis dalam acara puncak yang digelar di Pendopo Kabupaten Bondowoso.

Diki mengungkapkan, total dana yang dialokasikan dalam kegiatan sosial tersebut mencapai ratusan juta rupiah yang bersumber dari berbagai kontribusi internal PDAM.

Adapun rinciannya yakni dana operasional PDAM sebesar Rp150 juta, operasional tukang karya PDAM sebesar Rp100 juta, serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) PDAM sebesar Rp125 juta.
“Kegiatan ini telah menjadi agenda rutin tahunan kami”
Pihaknya berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya di bulan Ramadan, serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan saudara-saudara kita kaum dhuafa di seluruh wilayah Bondowoso,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama PDAM berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial di bulan Ramadan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

images (15)

Ratusan Personel Gabungan Banyuwangi Resmi Disebar Pada Operasi Ketupat Semeru 2026,

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi –  Menjelang masa mudik lebaran, pengamanan di wilayah hukum Banyuwangi resmi diperketat. Sebanyak ratusan personel gabungan dari berbagai instansi mulai disebar ke sejumlah posko termasuk Obyek Vital Nasional (Obvitnas) guna menjalankan tugas selama 13 hari dalam Operasi Ketupat Semeru 2026.

Sebelum mulai menyebar dan menyukseskan Operasi Ketupat Semeru 2026 sejak, tanggal 13 sampai dengan 25 Maret. Pada Kamis (12/3/2026) sebanyak 420 personel gabungan yang akan diterjunkan itu mengikuti gelar Apel Pasukan di Mapolresta Banyuwangi, untuk mengecek kesiapan mereka.

Diketahui, dari total 420 personel gabungan tersebut, terdiri dari dari 200 personel anggota Polri, 150 personel anggota TNI dan 70 personel dari instansi terkait diantaranya Satpol PP, Dishub Banyuwangi, Dinas Kesehatan Banyuwangi, BPBD Banyuwangi dan instansi lainnya.

“Personel akan disebar di 10 titik pos pengamanan, dari 10 pos ada satu pos pengamanan terpadu di Pelabuhan ASDP Ketapang,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., saat memberikan laporan pimpinan apel.

Gelar apel yang dipimpin langsung Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rofiq itu, turut  dihadiri Wakil Bupati Ir. H, Mujiono, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Arm) Tryadi Indrawijaya S.H. M.I.P., sejumlah Forkopimda Banyuwangi, termasuk Pejabat utama (PJU) Polresta Banyuwangi hingga tokoh agama di Banyuwangi.

Kombes Pol. Rofiq mengatakan, jika para personel tersebut, akan membantu proses pengamanan dan kelancaran arus mudik dan balik di Banyuwangi. Termasuk menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas)

“Operasi ini tentunya untuk menjaga pengamanan di titik-titik rawan kriminalitas, kemacetan, dan kecelakaan, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan mobilitas para pemudik,” paparnya.

FB_IMG_1773966750014

“Tentunya kami mengharapkan seluruh pemudik bisa berkumpul dengan keluarganya dengan aman dan selamat,” harap Kombes Pol. Rofiq.

Juga disampaikan oleh Kombes Pol. Rofiq, jika puncak arus mudik akan terbagi menjadi dua gelombang. Gelombang mudik pertama diprediksi terjadi pada 14-15 Maret 2026, sedangkan gelombang mudik kedua diperkirakan bakal terjadi pada 18-19 Maret 2026.

Sebaliknya, lanjut Kombes Pol. Rofiq, untuk puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24-25 Maret 2026, termasuk tanggal 28-29 Maret 2026.

“Dengan begitu fokus utama dalam operasi tersebut untuk menciptakan mudik aman keluarga bahagia,” cetusnya.

Kombes Pol. Rofiq berpesan agar semua personel turut mengawasi lingkungan di tempat tinggal masing-masing. Supaya rumah kosong dan kendaraan yang ditinggal mudik terus terjaga dan aman dari tindak kriminalitas.

“Saya juga meminta para personel untuk peduli terhadap lingkungan, pantau juga rumah-rumah kosong yang ditinggalkan mudik. Agar mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan ataupun sasaran para pelaku kejahatan. Makanya patroli secara preventif juga harus dilakukan secara berkala,” pungkasnya. (mam)

images (15)

Bea Cukai Banyuwangi Berhasil Ungkap Peredaran Rokok Ilegal 

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi. –  Upaya pengiriman 6,5 juta batang rokok ilegal asal Madura berhasil digagalkan. Rencananya rokok tanpa pita cukai itu akan diedarkan di Banyuwangi dan Bali.

Kepala Kantor Bea Cukai Banyuwangi, Latif Helmi mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat mengenai rencana pengiriman rokok ilegal dari Madura ke Bali melalui jalur penyeberangan Pelabuhan Ketapang pada 15 Januari 2026 lalu.

“Setelah mendapat informasi tersebut, langsung kita tindak lanjuti dengan melakukan penyisiran mulai dari Pelabuhan Tanjungwangi hinga SPBU Farly,” kata Helmi, Kamis (12/3/2026).

Penindakan dilakukan terhadap sebuah truk yang dicurigai berhenti di SPBU Farly, Jalan Gatot Subroto. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan 6,5 juta batang rokok tanpa dilengkapi pita cukai.

“Barang bukti tersebut dibawa oleh empat orang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Yakni ES (38), M (41), DAM (30), dan M (41),” ungkapnya.

FB_IMG_1773966750014

Dari hasil pemeriksaan, para tersangka mengaku rokok ilegal itu diperoleh dari seseorang berinisial H di Madura dan rencananya akan dikirim ke A dan I di Bali. Ketiga nama tersebut kini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Nilai jual dari jutaan batang rokok ilegal tersebut diperkirakan mencapai Rp 10 miliar dan berpotensi merugikan keuangan negara sekitar Rp 5 miliar.

Para tersangka dijerat Pasal 54 Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007. Ancaman hukumannya pidana penjara maksimal 5 tahun serta denda paling banyak sepuluh kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

“Berkas perkara telah dinyatakan lengkap atau P21, tersangka dan seluruh barang bukti diserahkan ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi,” terangnya.(mam)

images (15)

Perkuat Sinergi ,Bupati Bondowoso Rajut Kebersamaan dengan Buka Bersama Insan Pers

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso kembali menggelar kegiatan temu insan pers sebagai upaya mempererat komunikasi dengan para jurnalis.

Forum silaturahmi antara pemerintah daerah dan insan pers tersebut berlangsung hangat di Pendopo Bupati Bondowoso, Kamis (12/3/2026) dikemas dalam Buka Bersama.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, Sekretaris Daerah Fathurrazi, serta para wartawan dari berbagai organisasi dan media yang bertugas di Bondowoso.

Pertemuan yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bondowoso tersebut menjadi momentum untuk kembali merajut komunikasi antara pemerintah daerah dan insan pers yang belakangan jarang dilakukan.

Kepala Diskominfo Bondowoso, Dwi Wahyudi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis yang selama ini tetap menjaga soliditas dan profesionalitas dalam menjalankan tugasnya sebagai penyampai informasi sekaligus fungsi kontrol sosial.

“Terima kasih kepada teman-teman pers yang tetap kompak. Peran media sangat penting dalam menyampaikan berbagai program dan capaian pembangunan kepada masyarakat,” ujar Dwi Wahyudi.

Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa pers bukan sekadar penyampai berita, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam mengawal arah pembangunan daerah.

FB_IMG_1773966750014

Menurutnya, keterbukaan informasi serta komunikasi yang baik dengan media merupakan bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Pers adalah mata dan telinga publik. Pemerintah membutuhkan media untuk menyampaikan informasi sekaligus menerima kritik yang membangun,” kata Bupati.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso tidak alergi terhadap kritik yang disampaikan oleh media. Kritik tersebut justru menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau ada kritik dari teman-teman media, itu bagian dari kontrol sosial. Kami terbuka, selama tujuannya untuk memperbaiki Bondowoso,” tegasnya.

Bupati berharap kegiatan temu insan pers ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang dialog yang produktif antara pemerintah daerah dan media dalam mengawal pembangunan daerah.

“Bondowoso tidak bisa dibangun sendirian. Butuh kolaborasi, termasuk dari teman-teman media,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan dialog interaktif antara insan pers dan Pemkab guna mewujudkan Bondowoso Berkah.

images (15)

Akibat Konsleting Listrik KMP Portlink VII Mengalami Kebakaran

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi – Kebakaran terjadi di pelabuhan ASDP Ketapang menimpa Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Portlink VII saat proses muat kendaraan di Dermaga MB4 Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Rabu (11/3/2026) malam.

Insiden kebakaran kapal tersebut diduga dipicu korsleting listrik di bagian dek kapal. Beruntung tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan informasi dari kepolisian menyebutkan, sekitar pukul 19.50 WIN KMP Portlink VII berlabuh di dermaga MB4 untuk melakukan bongkar kendaraan.

“Saat proses muat kendaraan sekira pukul 20.15 WIB, tiba-tiba muncul api di bagian dek 2 KMP Portlink VII,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan kepada wartawan.

Setelahnya awak kapal melakukan penanganan awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Termasuk
mengeluarkan 10 unit kendaraan yang sebelumnya sudah masuk kapal.

FB_IMG_1773966750014

“Pukul 20.25 WIB api berhasil dipadamkan menggunakan APAR, untuk arus listik sementara dipadamkan namun mesin kapal masih dapat dihidupkan,” lanjutnya.

Sekitar sepuluh menit setelah api padam, KMP Portlink VII digeser ke Dermaga Bulusan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Satpolairud dan Satreskrim Polresta Banyuwangi.

“Berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran diduga disebabkan korsleting arus listrik di Deck 2 KMP Portlink VII saat dilakukan perbaikan interior kapal,” imbuhnya.

Kapolresta Banyuwangi menyebut, penanganan kebakaran melibatkan petugas gabungan dari unsur pelabuhan, Basarnas, serta kepolisian. Ia juga menuturkan bahwa insiden tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

“Korban jiwa nihil. Saat ini situasi penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk, khususnya di Dermaga MB4 dalam keadaan lancar dan terkendali,” pungkasnya.(mam)

images (15)

Penyaluran Zakat ASN di Bondowoso Belum Optimal

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso  — Akhmadi Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bondowoso menyampaikan bahwa pencapaian zakat ASN di Bondowoso belum 50 persen .

Hal itu disampaikan ketua BAZNAS usai menyalurkan santunan kepada anak yatim dan kaum duafa yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Bondowoso, Rabu (11/3/2026) di Pendopo Raden Bagus Asra .

Saat ini kata dia untuk kecamatan yang lokasinya dekat dengan pusat kota, kegiatan penyaluran santunan dipusatkan di Pendopo Kabupaten dengan menghadirkan perwakilan dari lima kecamatan.

Menurutnya dalam setiap kecamatan terdapat masing-masing 10 anak yatim dan 10 warga duafa yang menerima bantuan. Dengan demikian, total penerima santunan mencapai 230 orang.

“Total santunan yang kami salurkan hari ini mencapai sekitar Rp130 juta. Untuk anak yatim diberikan santunan berupa uang tunai sebesar Rp200 ribu per anak, sedangkan untuk kaum duafa diberikan bantuan berupa paket sembako,” ujarnya.

Dikatakan, kegiatan santunan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan kebutuhan anak yatim dan duafa, khususnya pada bulan Ramadan menjelang Lebaran,” kata Akhmadi.

FB_IMG_1773966750014

Selain itu, Akhmadi juga menyampaikan bahwa penghimpunan dana zakat di Bondowoso hingga saat ini masih belum optimal.

Pendapatan zakat yang dihimpun BAZNAS setiap tahun masih berkisar Rp900 juta, jauh di bawah potensi yang diperkirakan mencapai Rp3,2 miliar.

Potensi tersebut dihitung berdasarkan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bondowoso yang diperkirakan mencapai sekitar 8.000 orang.

“Kami berharap ada penguatan instruksi dari Bupati kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ASN untuk mendukung pembayaran zakat melalui BAZNAS. Dalam klausul pelaporan kinerja OPD dan ASN sebenarnya sudah ada ruang untuk menyampaikan instruksi terkait zakat,” jelasnya.

Ia mencontohkan, jika ASN di lingkungan Dinas Pendidikan yang berjumlah sekitar 5.000 orang secara rutin menyalurkan zakat sebesar Rp50 ribu per bulan melalui BAZNAS, maka potensi yang terkumpul bisa mencapai Rp250 juta setiap bulan atau sekitar Rp3 miliar dalam setahun.

“Apabila seluruh ASN di Bondowoso menunaikan zakat melalui BAZNAS, potensi penghimpunan dana bisa mencapai sekitar Rp5 miliar per tahun,” pungkasnya.

images (15)

Hangatkan Ramadan, SMSI dan AJIB Bondowoso Berbagi Takjil

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan terus ditunjukkan insan pers di Kabupaten Bondowoso. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) bersama Aliansi Jurnalis Independen Bondowoso (AJIB) kembali menggelar kegiatan sosial dengan membagikan paket takjil kepada pasien dan keluarga pasien di RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, Senin (9/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut menyasar para penunggu pasien, keluarga pasien, serta masyarakat yang berada di area rumah sakit menjelang waktu berbuka puasa. Puluhan paket takjil dibagikan langsung oleh para jurnalis kepada mereka yang tengah menanti kabar kesembuhan orang tercinta.
Ketua SMSI Bondowoso mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap masyarakat, khususnya mereka yang sedang menghadapi ujian kesehatan atau mendampingi anggota keluarga yang dirawat di rumah sakit.

“Setelah sebelumnya kami berbagi takjil kepada para pengguna jalan, hari ini kami ingin menyapa saudara-saudara kita yang berada di rumah sakit. Banyak keluarga pasien yang harus menunggu dan mungkin tidak sempat menyiapkan makanan untuk berbuka puasa. Semoga takjil yang kami bagikan bisa sedikit membantu,” ujarnya.

FB_IMG_1773966750014

Sementara itu, Ketua AJIB Bondowoso, Adit M. Mansur, menambahkan bahwa kegiatan sosial tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antarjurnalis sekaligus menumbuhkan rasa empati terhadap masyarakat.

“Ramadan adalah bulan berbagi. Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa jurnalis tidak hanya bekerja menyampaikan informasi, tetapi juga hadir dan peduli terhadap kondisi sosial masyarakat,” katanya.
Para penerima takjil tampak antusias menyambut kegiatan tersebut. Beberapa keluarga pasien mengaku sangat terbantu, terutama karena mereka harus menghabiskan waktu seharian di rumah sakit untuk mendampingi anggota keluarga yang sedang dirawat.

Melalui kegiatan ini, SMSI dan AJIB Bondowoso berharap semangat berbagi di bulan Ramadan dapat membawa keberkahan bagi semua pihak sekaligus mempererat hubungan antara insan pers dan masyarakat di Kabupaten Bondowoso. Ke depan, kedua organisasi jurnalis tersebut juga berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

images (15)

Bupati Bondowoso Gaungkan Gerakan Indonesia ASRI, Pelajar hingga Forkopimda Turun Bersih-bersih

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Bupati Bondowoso, KH Abdul. Hamid Wahid, gaungkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digelar di Alun-Alun Raden Bagus Asra, Jumat (6/3/2026).

Dari pelajar hingga Fopimda turun langsung membersikan kawasan di Bumi Kiromggo.Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Nomor 600.4/10/430.9.6/2026 tentang pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI di kawasan Alun-Alun Raden Bagus Asra Bondowoso serta sejumlah titik lokasi di wilayah Kabupaten Bondowoso.

Gerakan ini diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), seluruh instansi perangkat daerah, serta para pelajar mulai dari tingkat SD hingga SLTA. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel bersama sebagai tanda dimulainya Gerakan Indonesia ASRI. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti kebersihan secara serentak di kawasan Alun-Alun Raden Bagus Asra serta beberapa titik lainnya di Kabupaten Bondowoso.

Bupati menegaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata untuk membangun budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.

FB_IMG_1773966750014

“Menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Melalui Gerakan Indonesia ASRI ini, kita ingin menumbuhkan kesadaran kolektif agar Bondowoso menjadi daerah yang aman, sehat, bersih, dan indah,” ujarnya.

Ia berharap gerakan tersebut dapat terus dilakukan secara berkelanjutan serta menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat. Dengan demikian, diharapkan tercipta lingkungan yang nyaman dan sehat bagi seluruh warga Kabupaten Bondowoso.

Pantauan disemua kecamatan juga serentak melakukan kegiatan yang sama.Masing-masing OPD pun memiliki kapling lokasi yang wajib dibersihkan.

images (15)

Warga Keluhkan PLUT Senilai Hampir Rp4 Miliar Tak Maksimal

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Warga mengeluhkan kondisi Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM di Kabupaten Bondowoso yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal.

Padahal, pembangunan gedung tersebut menelan anggaran hampir Rp4 miliar dari APBD Kabupaten Bondowoso Tahun Anggaran 2022.

PLUT merupakan lembaga di bawah naungan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso yang menyediakan pendampingan nonfinansial bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Gedung tersebut berlokasi di Kelurahan Kota Kulon.
Berdasarkan data lelang dan pemberitaan terkait, pembangunan Gedung PLUT KUMKM Bondowoso menghabiskan anggaran sebesar Rp3.914.536.616,00. Adapun rincian anggaran meliputi total nilai pagu sebesar Rp3.915.907.600,00 dan nilai kontrak/HPS sebesar Rp3.914.536.616,39 yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2022.

Secara fungsi, KUMKM dirancang sebagai pusat layanan terpadu untuk meningkatkan daya saing, produktivitas, serta kualitas UMKM agar dapat “naik kelas”.

Layanan yang ditawarkan meliputi konsultasi bisnis gratis, pendampingan pemasaran, pelatihan digital marketing, kurasi produk, akses pembiayaan, hingga bantuan pengurusan legalitas usaha.

Sejumlah produk unggulan lokal seperti kopi dan tape diharapkan dapat memperoleh pendampingan sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

FB_IMG_1773966750014

Namun, warga sekitar menilai aktivitas di gedung tersebut minim. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa gedung PLUT kerap terlihat sepi, terutama pada malam hari.

“Siang hari sepi, jarang terlihat ada aktivitas. Malam hari apalagi. Maksud saya, kalau malam lampunya dinyalakan saja. Soalnya sering dijadikan tempat yang tidak-tidak, warga jadi risih,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan kondisi gedung yang dinilai kurang terawat meski dibangun dengan anggaran besar.

“Sayang sekali, sudah dibangun bagus tetapi tidak terawat. Saya harap kalau malam listriknya dinyalakan saja,” imbuhnya.

Warga berharap pemerintah daerah melalui Diskoperindag Kabupaten Bondowoso dapat mengoptimalkan pemanfaatan gedung tersebut sekaligus meningkatkan pengawasan, agar fungsi PLUT sebagai pusat pengembangan UMKM benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Kabupaten Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto, hingga berita ini ditayangkan belum berhasil dikonfirmasi.

Suasana malam di PLUT Kota Kulon
images (15)

Koordinator MPP Sebut Kehadiran OPD Belum Maksimal

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Pelayanan di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Bondowoso dinilai belum berjalan maksimal. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) disebut belum aktif memberikan layanan setiap hari, sehingga berdampak pada masyarakat yang datang untuk mengurus perizinan maupun administrasi lainnya.

Koordinator MPP Bondowoso, Kartono, menyampaikan bahwa beberapa layanan tidak tersedia setiap hari karena menerapkan jadwal tertentu. “Misalnya layanan pajak hanya buka pada hari-hari tertentu seperti Kamis.

“Dari beberapa unit Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga ada yang kurang aktif, padahal kami sudah bersurat kepada instansi terkait,” ujarnya saat dikonfirmasi ,Senin 2/03/2026.

Ia menjelaskan, dari total 19 jenis layanan yang tersedia di MPP, tidak semuanya beroperasi penuh setiap hari.

Sebagian instansi hanya memberikan layanan informasi di lokasi karena keterbatasan sarana dan prasarana.

“Kendala utama di antaranya peralatan yang belum memadai, termasuk alat perekaman foto. Selain itu, keterbatasan ruang juga menjadi alasan beberapa layanan tidak dapat beroperasi secara maksimal di sini,” jelasnya.

Untuk layanan perbankan, perwakilan Bank Jatim disebut hadir setiap hari di MPP Bondowoso. Namun, layanan yang diberikan terbatas pada transaksi pembayaran dan belum mencakup pencairan dana.

Sementara itu, layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) juga tersedia setiap hari. Adapun salah satu layanan yang paling banyak diminati masyarakat adalah pengurusan izin operasional usaha.

Kartono menuturkan, tingginya permohonan izin operasional tidak lepas dari masih minimnya pemahaman masyarakat terkait teknologi informasi.

FB_IMG_1773966750014

Secara sistem, pengajuan izin sebenarnya dapat dilakukan secara daring tanpa harus datang langsung ke MPP.

“Banyak masyarakat yang belum memahami sistem online, sehingga meminta pendampingan kepada petugas. Kami hanya membantu mendampingi sampai terbit Nomor Induk Berusaha (NIB),” katanya.

Ia berharap seluruh instansi yang tergabung dalam MPP dapat meningkatkan kehadiran dan kualitas pelayanan agar masyarakat tidak perlu datang berulang kali.

“Harapan kami, seluruh layanan yang ada di mall pelayanan ini bisa berjalan optimal, sehingga masyarakat yang membutuhkan perizinan dan layanan administrasi lainnya tidak harus kembali lagi karena layanan tidak tersedia,” tegasnya.

Pihaknya mengatakan bahwa sala satu OPD yaitu Dinas Kesehatan petugas jarang hadir , padahal pihaknya sudah berkirim surat kedinas tersebut.

Terpisah dr Moch.Jasin Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya belum membaca surat dari Koordinator MPP.

“Saya pelajari dulu karena belum tahu situasinya,”jawabnya ,Selasa 03/03/2026

Butuh perbaikan Nama Mall Pelayanan Publik Bondowoso
Butuh perbaikan Nama Mall Pelayanan Publik Bondowoso
images (15)
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih