Beranda Lensa Nusantara Warga Keluhkan PLUT Senilai Hampir Rp4 Miliar Tak Maksimal

Warga Keluhkan PLUT Senilai Hampir Rp4 Miliar Tak Maksimal

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Warga mengeluhkan kondisi Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM di Kabupaten Bondowoso yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal.

Padahal, pembangunan gedung tersebut menelan anggaran hampir Rp4 miliar dari APBD Kabupaten Bondowoso Tahun Anggaran 2022.

PLUT merupakan lembaga di bawah naungan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso yang menyediakan pendampingan nonfinansial bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Gedung tersebut berlokasi di Kelurahan Kota Kulon.
Berdasarkan data lelang dan pemberitaan terkait, pembangunan Gedung PLUT KUMKM Bondowoso menghabiskan anggaran sebesar Rp3.914.536.616,00. Adapun rincian anggaran meliputi total nilai pagu sebesar Rp3.915.907.600,00 dan nilai kontrak/HPS sebesar Rp3.914.536.616,39 yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2022.

Secara fungsi, KUMKM dirancang sebagai pusat layanan terpadu untuk meningkatkan daya saing, produktivitas, serta kualitas UMKM agar dapat “naik kelas”.

Layanan yang ditawarkan meliputi konsultasi bisnis gratis, pendampingan pemasaran, pelatihan digital marketing, kurasi produk, akses pembiayaan, hingga bantuan pengurusan legalitas usaha.

Sejumlah produk unggulan lokal seperti kopi dan tape diharapkan dapat memperoleh pendampingan sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

FB_IMG_1773966750014

Namun, warga sekitar menilai aktivitas di gedung tersebut minim. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa gedung PLUT kerap terlihat sepi, terutama pada malam hari.

“Siang hari sepi, jarang terlihat ada aktivitas. Malam hari apalagi. Maksud saya, kalau malam lampunya dinyalakan saja. Soalnya sering dijadikan tempat yang tidak-tidak, warga jadi risih,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan kondisi gedung yang dinilai kurang terawat meski dibangun dengan anggaran besar.

“Sayang sekali, sudah dibangun bagus tetapi tidak terawat. Saya harap kalau malam listriknya dinyalakan saja,” imbuhnya.

Warga berharap pemerintah daerah melalui Diskoperindag Kabupaten Bondowoso dapat mengoptimalkan pemanfaatan gedung tersebut sekaligus meningkatkan pengawasan, agar fungsi PLUT sebagai pusat pengembangan UMKM benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Kabupaten Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto, hingga berita ini ditayangkan belum berhasil dikonfirmasi.

Suasana malam di PLUT Kota Kulon
images (15)