Beranda Lensa Nusantara Penyaluran Zakat ASN di Bondowoso Belum Optimal

Penyaluran Zakat ASN di Bondowoso Belum Optimal

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso  — Akhmadi Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bondowoso menyampaikan bahwa pencapaian zakat ASN di Bondowoso belum 50 persen .

Hal itu disampaikan ketua BAZNAS usai menyalurkan santunan kepada anak yatim dan kaum duafa yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Bondowoso, Rabu (11/3/2026) di Pendopo Raden Bagus Asra .

Saat ini kata dia untuk kecamatan yang lokasinya dekat dengan pusat kota, kegiatan penyaluran santunan dipusatkan di Pendopo Kabupaten dengan menghadirkan perwakilan dari lima kecamatan.

Menurutnya dalam setiap kecamatan terdapat masing-masing 10 anak yatim dan 10 warga duafa yang menerima bantuan. Dengan demikian, total penerima santunan mencapai 230 orang.

“Total santunan yang kami salurkan hari ini mencapai sekitar Rp130 juta. Untuk anak yatim diberikan santunan berupa uang tunai sebesar Rp200 ribu per anak, sedangkan untuk kaum duafa diberikan bantuan berupa paket sembako,” ujarnya.

Dikatakan, kegiatan santunan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan kebutuhan anak yatim dan duafa, khususnya pada bulan Ramadan menjelang Lebaran,” kata Akhmadi.

FB_IMG_1773966750014

Selain itu, Akhmadi juga menyampaikan bahwa penghimpunan dana zakat di Bondowoso hingga saat ini masih belum optimal.

Pendapatan zakat yang dihimpun BAZNAS setiap tahun masih berkisar Rp900 juta, jauh di bawah potensi yang diperkirakan mencapai Rp3,2 miliar.

Potensi tersebut dihitung berdasarkan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bondowoso yang diperkirakan mencapai sekitar 8.000 orang.

“Kami berharap ada penguatan instruksi dari Bupati kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ASN untuk mendukung pembayaran zakat melalui BAZNAS. Dalam klausul pelaporan kinerja OPD dan ASN sebenarnya sudah ada ruang untuk menyampaikan instruksi terkait zakat,” jelasnya.

Ia mencontohkan, jika ASN di lingkungan Dinas Pendidikan yang berjumlah sekitar 5.000 orang secara rutin menyalurkan zakat sebesar Rp50 ribu per bulan melalui BAZNAS, maka potensi yang terkumpul bisa mencapai Rp250 juta setiap bulan atau sekitar Rp3 miliar dalam setahun.

“Apabila seluruh ASN di Bondowoso menunaikan zakat melalui BAZNAS, potensi penghimpunan dana bisa mencapai sekitar Rp5 miliar per tahun,” pungkasnya.

images (15)