Beranda blog Halaman 9

DPRD Bondowoso Sahkan Perda Ijen Tirta, Ahmad Dhafir: Fokus pada Pelayanan dan Kontribusi PAD Bondowoso

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir menyampaikan bahwa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Ijen Tirta akhirnya disetujui menjadi Peraturan Daerah (Perda) setelah melalui proses pembahasan yang cukup panjang.

Menurut Dhafir, pembahasan Raperda tersebut telah dimulai sejak 2022. Namun, saat itu dokumen dikembalikan untuk disempurnakan sebelum akhirnya kembali dibahas bersama pihak eksekutif.

“Raperda ini sudah dibahas sejak 2022, kemudian sempat dikembalikan untuk disempurnakan. Alhamdulillah, malam ini telah tuntas dan disetujui bersama,” ujarnya usai rapat paripurna di Gedung DPRD Bondowoso,Senin 02/023/2026.

Ia menegaskan bahwa DPRD berkewajiban membahas setiap rancangan peraturan daerah yang diajukan eksekutif. Pembahasan dilakukan bersama Bupati hingga mencapai persetujuan bersama.

Dengan disahkannya Raperda tersebut, maka Perda lama tentang PDAM dinyatakan tidak berlaku setelah Perda baru diundangkan.

Selanjutnya, Perda tersebut akan dikirimkan kepada Gubernur untuk mendapatkan nomor registrasi sebelum diundangkan secara resmi.

“Setelah mendapat nomor registrasi dan diundangkan, maka seluruh mekanisme kerja, tata kelola, dan struktur organisasi harus menyesuaikan dengan Perda yang baru,” jelasnya.

Dhafir menjelaskan, terdapat sejumlah perubahan mendasar dalam regulasi baru tersebut, termasuk perubahan nomenklatur dari PDAM menjadi Perumdam Ijen Tirta. Perubahan itu berdampak pada struktur organisasi, yang kini terdiri atas Direktur Utama dan beberapa direktur, berbeda dengan struktur sebelumnya.

Karena adanya perubahan struktur, menurutnya, diperlukan seleksi ulang terhadap jajaran direksi dan pejabat terkait.

“Jika ada perubahan struktur dan nomenklatur, maka harus dilakukan pelantikan dan seleksi ulang. Tidak bisa hanya bergeser begitu saja,” tegasnya.

Selain penataan struktur, Perda baru juga mengatur kewajiban perusahaan daerah untuk memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selama ini, kata Dhafir, perusahaan hanya menyampaikan laporan tanpa setoran kontribusi yang signifikan.

Ke depan, ia berharap Perumda dapat dikelola secara lebih efisien dan profesional layaknya perusahaan pada umumnya, termasuk adanya pembagian jasa produksi dari keuntungan perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Adapun ketentuan teknis lebih lanjut akan diatur melalui Peraturan Bupati.

FB_IMG_1773966750014

“Perda ini adalah pondasinya. Untuk teknis pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Bupati,” katanya.

Dhafir juga menyoroti pentingnya peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Ia mengakui, belakangan ini sebagian masyarakat memilih melakukan pengeboran sumur sendiri karena pelayanan air dinilai belum memenuhi harapan.

“Kita ingin mulai dari titik nol untuk menata kembali perusahaan daerah ini agar benar-benar mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air minum,” ujarnya.

Ia menekankan agar pengelolaan perusahaan tidak lagi mengalami kondisi “lebih besar pasak daripada tiang”. Evaluasi terhadap kebutuhan dan beban personel juga perlu dilakukan secara menyeluruh.

Di akhir pernyataannya, Dhafir menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan pribadi dalam penataan perusahaan tersebut.

“Saya tidak punya beban karena tidak pernah menitipkan orang untuk bekerja di sana. Yang terpenting adalah perbaikan tata kelola dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Untuk diketahui Berdasarkan hasil pembahasan Panitia Khusus Perumda Air Minum Ijen Tirta DPRD Kabupaten Bondowoso bersama Bagian Hukum, Bagian Perekonomian dan AP Setda dan PDAM Kabupaten Bondowoso, Raperda tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum ijen Tirta Bondowoso, serta sesuai Hasil Fasilitasi Surat Gubernur Tanggal 05 Februari 2026, Nomor 100.3.2/4669/013.2/2026 secara singkat dapat dilaporkan
Perumda memiliki modal disetor sebesar seluruh nilai penyertaan modal Daerah dalam Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Bondowoso dengan jumlah sebesar Rp23.571.688.463,00 (dua puluh tiga milyar lima ratus tujuh puluh satu juta enam ratus delapan puluh delapan ribu empat ratus enam puluh tiga rupiah) dengan rincian sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Dana cadangan ditetapkan setiap tahun oleh KPM sebesar 20% (dua puluh persen) dan di potong terlebih dahulu dari penggunaan laba Perumda.

Sisa penggunaan laba Perumdam setelah dipotong 20% (dua puluh persen) untuk pemenuhan dana cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), ditetapkan oleh KPM setiap tahun dengan rincian berikut:

35% (tiga puluh lima persen) untuk peningkatan kuantitas, kualitas, kontinuitas, pelayanan umum, pelayanan dasar, dan usaha perintisan Perumdam;
40% (empat puluh persen) untuk dividen yang menjadi hak daerah.

Sisa penggunaan laba Perumdam setelah dipotong 20% (dua puluh persen) untuk pemenuhan dana cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), ditetapkan oleh KPM setiap tahun dengan rincian
35% (tiga puluh lima persen) untuk peningkatan kuantitas, kualitas, kontinuitas, pelayanan umum, pelayanan dasar, dan usaha perintisan Perumda
40% (empat puluh persen) untuk dividen yang menjadi hak daerah;
5% (lima persen) untuk tantiem anggota direksi dan dewan pengawas.

5% (lima persen) untuk jasa produksi atau insentif pekerjaan untuk pegawai; dan
15% (lima belas persen) untuk penggunaan laba lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan perubahan bentuk badan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) maka status seluruh pegawai Perusahaan Air Minum Kabupaten Bondowoso beralih menjadi pegawai Perusahaan Umum Daerah Air Minum Ijen Tirta Bondowoso.

images (15)

Transformasi PDAM Jadi Perumda, Pemkab Bondowoso Perkuat Layanan Air Bersih

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan air bersih dengan menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ijen Tirta.

Melalui regulasi tersebut, pemerintah daerah berencana mengubah status Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menjadi Perumda.

Bupati Bondowoso, KH Abdul Hamid Wahid, menegaskan bahwa perubahan status tersebut bukan sekadar penyesuaian administratif, melainkan bagian dari strategi besar untuk memperkuat tata kelola layanan air bersih di daerah.

“Perubahan dari PDAM menjadi Perumda ini merupakan langkah yang sudah sesuai dengan regulasi serta kebutuhan di lapangan,”tegas Bupati Hamid,Senin 2/03/2026 usai paripurna.

Adaptasi ini kata Bupati diharapkan dapat mendorong dan memacu perbaikan serta pembenahan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

FB_IMG_1773966750014

Menurutnya, proses perubahan status tersebut akan diajukan terlebih dahulu ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan nomor registrasi sebagai dasar hukum.

Setelah itu, pemerintah daerah akan melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk penyesuaian kerangka kerja dan budaya kerja di internal perusahaan.

“Kami berharap ada perubahan dan perbaikan secara bertahap. Mekanismenya nanti akan kami tetapkan, karena ada beberapa tahapan yang harus dilalui,” katanya.

Dengan perubahan menjadi Perumda Ijen Tirta, Pemkab Bondowoso menargetkan pengelolaan air bersih yang lebih profesional, transparan, dan adaptif terhadap tantangan kebutuhan masyarakat.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memperluas jangkauan layanan air bersih bagi warga Bondowoso.

images (15)

Gozal Rawan Perkuat Layanan “Lastareh”, Enam Meja Front Office Dispendukcapil Kini Layani Semua Dokumen

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil),Bondowoso Gozal Rawan, memperkuat inovasi layanan administrasi kependudukan melalui program Lastareh (Layanan Adminduk Sa’Areh Tuntas Mareh)

Program ini diharapkan mampu mempercepat proses pengurusan dokumen masyarakat, khususnya di meja pelayanan depan (front office).

LASTAREH,  ” Layanan ini di dukung kolaborasi semua unsur Pimpinan dari Sekdin dan masing-masing Kabid ,” tegas Gozal.

Gozal Rawan menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Komisi I beberapa waktu lalu.

Salah satu poin utama yang menjadi perhatian adalah percepatan pelayanan di meja front office.

“Enam petugas di meja pelayanan depan semuanya bisa menangani seluruh jenis dokumen. Tidak lagi dipisah, misalnya meja satu khusus akta kelahiran atau meja dua khusus akta kematian. Semua meja bisa melayani semua jenis pengajuan,” ujarnya saat dikonfirmasi ,Senin 2/03/2026.

Dikatakan bahwa ,dengan sistem tersebut, masyarakat yang mengajukan dokumen kependudukan dapat langsung dilayani di meja mana pun yang kosong.

Model ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu dan memungkinkan dokumen diselesaikan pada hari yang sama, sesuai dengan jenis dan kelengkapan persyaratan yang diajukan.

Untuk mendukung alur layanan, Dispendukcapil tetap menyiapkan satu meja pendaftaran di bagian teras depan.

Meja ini berfungsi untuk memastikan seluruh persyaratan telah lengkap sebelum pemohon diarahkan ke salah satu dari enam petugas layanan.

“Meja pendaftaran tetap ada agar masyarakat bisa memastikan dokumennya sudah lengkap. Jadi ketika masuk ke meja pelayanan, tinggal menyerahkan berkas tanpa harus bolak-balik melengkapi persyaratan,” jelasnya.

Menurutnya ,saat ini, sistem antrean dibuat lebih fleksibel. Selama masih tersedia kursi kosong di depan petugas, pemohon dapat langsung mengisi tempat tersebut tanpa harus terpaku pada pembagian jenis layanan tertentu.

Upgrade Perangkat Komputer

Gozal juga mengakui, percepatan layanan sangat bergantung pada kesiapan perangkat teknologi, khususnya komputer.

FB_IMG_1773966750014

Menurutnya, sejumlah perangkat yang digunakan saat ini perlu diperbarui agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal.

“Kami sudah menyampaikan beberapa kendala, terutama perangkat komputer yang perlu di-update. Mudah-mudahan pada 2027 sekitar 15 unit komputer bisa di-upgrade atau diganti untuk meningkatkan kecepatan layanan,” katanya.

Ia menegaskan, ketergantungan pada sistem digital menjadi faktor kunci dalam proses administrasi kependudukan, sehingga pembaruan perangkat menjadi kebutuhan mendesak.

Optimalisasi Mall Pelayanan Publik

Selain pembenahan internal kantor Dispendukcapil, pihaknya juga mendorong optimalisasi Mall Pelayanan Publik (MPP) agar tidak hanya menerima pendaftaran, tetapi juga dapat memproses dokumen secara langsung.

Menurut Gozal, selama ini sebagian besar permohonan masih menumpuk di kantor Dispendukcapil karena fasilitas pencetakan dokumen hanya tersedia di kantor utama.

Kedepan, ia berharap perangkat pencetakan juga dapat disiapkan di MPP maupun kantor kecamatan.

“Kalau perangkat sudah tersedia dan jaringan internetnya memadai, layanan yang selama ini hanya bisa dilakukan di kantor Dispendukcapil dapat dilaksanakan juga di MPP atau kecamatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan jaringan internet menjadi syarat utama karena sistem pencetakan dokumen harus terhubung langsung dengan sistem pusat.

Dengan inovasi layanan Lastareh dan dukungan pembaruan sarana prasarana, Dispendukcapil berharap pelayanan administrasi kependudukan dapat semakin cepat, mudah, dan memberikan kepastian waktu penyelesaian bagi masyarakat.

Sebagaimana visi misi Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso Berkah sebagai bentuk pelayanan publik yang cepat dan akurat.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah Hari Cahyono Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta Tenaga Kerja (DPMPTSP & Naker) Kabupaten Bondowoso mrmbenarnya apa yang disampaikan oleh Kepala Dispendukcapil bahwa untuk pelayanan Adminduk pihaknya masih melayani sebatas administrasi permohonan .

“Ya alasanya karena memang alatnya belum ada , dengan keterbatasan itu di MPP hanya melayani pendaftaran administrasinya saja,”imbuhnya.

Sementara untuk melakukan rekam dan pencetakannya masih tetap di Dispendukcapil setempat.

images (15)

BPBD Bondowoso Lakukan Asesmen Longsor di Jembatan Kauman

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bondowoso melaksanakan asesmen kejadian tanah longsor yang terjadi di Jalan Raya Bondowoso–Jember, tepatnya di Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso.

Berdasarkan laporan yang diterima BPBD pada Jumat (27/2/2026) pukul 08.00 WIB melalui WhatsApp, peristiwa longsor tersebut terjadi pada Selasa (24/2/2026) pukul 07.38 WIB. Longsor mengakibatkan kerusakan parapet dan tembok penahan tanah di Jembatan Kauman, yang berada di ruas jalan penghubung Bondowoso–Jember.

Kejadian dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan derasnya arus sungai di sekitar lokasi. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Tim Reaksi Cepat (TRC), Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), dan Agen Bencana Provinsi Jawa Timur segera menuju lokasi setelah menerima laporan untuk melakukan asesmen dan pendataan dampak kerusakan. Asesmen di lapangan selesai dilaksanakan pada pukul 10.30 WIB.

“Dari hasil pendataan, longsor terjadi pada dua sisi jembatan dengan rincian panjang longsoran sekitar 3 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 4 meter. Kerusakan terfokus pada parapet serta tembok penahan tanah jembatan,” jelas Kalaksa BPBD Bondowoso Kristanto Putro Prasojo .

FB_IMG_1773966750014

Penanganan di lokasi melibatkan sejumlah unsur, antara lain BPBD Bondowoso, Agen Bencana Provinsi Jawa Timur, Satuan Lalu Lintas Polres Bondowoso, PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Polsek Grujugan, Koramil Grujugan, Pemerintah Kecamatan Grujugan, Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Grujugan, media, serta masyarakat setempat.

Kini,situasi dan kondisi wilayah Bondowoso terpantau aman dan terkendali. Cuaca di Kecamatan Grujugan dan sekitarnya dalam kondisi berawan.

“Kami elah melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan sebagai dasar rencana tindak lanjut. Tidak terdapat kendala dalam proses asesmen di lapangan,”ungkapnya.

BPBD Bondowoso mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi

images (15)

Wabup As’ad Yahya Safi’i Lantik 282 PNS Jabatan Fungsional di Bondowoso

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Safi’i, melantik dan mengambil sumpah 282 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Jabatan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Pelantikan tersebut merupakan pengangkatan pertama bagi CPNS angkatan 2022 yang kini resmi menyandang status PNS dalam jabatan fungsional.

Wakil Bupati menegaskan bahwa penetapan Jabatan Fungsional (JF) dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki manfaat strategis, baik bagi individu pegawai, instansi pemerintah, maupun peningkatan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan.

Menurutnya, jabatan fungsional menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan birokrasi yang ramping namun kaya fungsi. Jabatan ini menuntut kompetensi teknis serta keahlian spesifik yang harus dibuktikan melalui kinerja nyata dan terukur.

FB_IMG_1773966750014

“Pengangkatan ini bukan sekadar prosesi administratif, melainkan jawaban atas penantian panjang saudara-saudari selama beberapa tahun terakhir. Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap setiap pejabat yang dilantik hari ini mampu menunjukkan profesionalisme melalui produk kerja dan pelayanan yang terukur kepada masyarakat,” ujarnya.

Pelantikan kali ini terasa semakin istimewa karena berlangsung dalam suasana bulan suci Ramadan. Momentum tersebut, kata dia, diharapkan menjadi pendorong bagi seluruh aparatur untuk bekerja lebih tulus dan meningkatkan kualitas pengabdian.

“Aspek yang paling utama dari pengangkatan pertama ini bukan hanya penguatan hak kepegawaian, tetapi juga peningkatan standar akuntabilitas dalam menjalankan tugas profesi secara mandiri,” tegasnya.

Ia juga berpesan agar para PNS yang baru dilantik menjadi generasi baru birokrasi Bondowoso yang adaptif, cakap teknologi, dan cepat belajar, tanpa meninggalkan kesantunan serta integritas dalam bekerja.
“Mulai hari ini, saudara tidak hanya memegang jabatan, tetapi juga memegang kepercayaan masyarakat. Jadikan pelayanan publik sebagai landasan ibadah sosial. Bekerjalah dengan ilmu, melayani dengan hati, dan senantiasa menjaga integritas,” pungkasnya.

images (15)

Wagub Jatim Pastikan Pembagunan Jembatan Ambles di Bondowoso Dipercepat

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, meninjau langsung jembatan ambles di Kabupaten Bondowoso, Rabu (25/2/2026).

Jembatan yang diperkirakan telah berdiri sejak 1923 tersebut ambles beberapa hari lalu dan memutus akses utama Bondowoso–Jember.
Dalam kunjungannya, Emil memastikan pembangunan jembatan baru tidak akan menunggu hingga April sebagaimana yang ramai diperbincangkan masyarakat.

“Atas arahan Ibu Gubernur, dimulai lebih awal. Katakanlah Ramadan ini sudah bisa dimulai,” ujarnya.

Sebelumnya, pengerjaan jembatan direncanakan mulai April mendatang. Namun, karena kondisi yang mendesak dan jalur harus ditutup total, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memutuskan untuk mempercepat proses pembangunan.

Emil menjelaskan, pembangunan jembatan sementara di sekitar lokasi tidak memungkinkan dilakukan. Pasalnya, jembatan tersebut akan diperlebar dari kondisi awal sehingga tidak tersedia ruang untuk membangun jembatan darurat di sampingnya.

Selain itu, bentang sungai yang mencapai hampir 50 meter dinilai berisiko jika dipaksakan membangun jembatan bambu.
“Bentang sungainya hampir 50 meter, sangat berisiko jika dibuat jembatan bambu,” terangnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan membantu Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperbaiki sejumlah jalur alternatif yang dikeluhkan warga karena berlubang.

Koordinasi dengan Pemkab Bondowoso terus dilakukan untuk memastikan jalur alternatif tersebut lebih layak dilalui selama proses pembangunan berlangsung.

FB_IMG_1773966750014

Berdasarkan kontrak yang telah disepakati, pengerjaan jembatan diperkirakan memakan waktu delapan bulan. Meski demikian, Emil meminta agar prosesnya dapat dipercepat tanpa mengurangi kualitas konstruksi.

Politikus Partai Demokrat itu menegaskan jembatan yang dibangun nantinya harus kokoh dan tahan lama dengan anggaran sebesar Rp17,5 miliar.

“Setidaknya akan terbangun jembatan kokoh untuk satu abad ke depan dan menjadi kebanggaan Bondowoso,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bondowoso juga turun langsung meninjau kondisi Jembatan Sentong di Desa Nangkaan yang ambrol pada hari yang sama, sebelum kedatangan Wagub Emil.
Ia menyampaikan bahwa koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah dilakukan.

Dari sisi konstruksi, jembatan tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi dan saat ini tinggal menunggu proses lelang sebelum pengerjaan dimulai.

“Kabar baiknya, proses perencanaan pembangunan telah selesai dan siap masuk tahap berikutnya,” ungkapnya di lokasi.

Sembari menunggu realisasi pembangunan, langkah pengamanan langsung diterapkan demi keselamatan masyarakat. Pengaturan arus lalu lintas hingga pembatasan akses dilakukan agar aktivitas tetap berjalan aman dan terkendali.

Pemerintah daerah menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama, sekaligus memastikan solusi pembangunan berjalan sesuai rencana.

images (15)

Gegara Mendahului Dari Sebelah Kiri Jatuh Dan Meninggal Di Gilas Tronton 

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi –  Nahas menimpa seorang remaja, Kecelakaan  maut tak bisa di hindari terjadi di Jalan di depan pintu keluar Pelabuhan ASDP Ketapang, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 09.50 WIB.

Seorang pemuda meninggal dunia di lokasi kejadian setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan truk tronton. Korban diketahui berinisial FAS, 18 tahun warga Dusun Posumur, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Andi Restu mengatakan saat kejadian, FAS mengendarai sepeda motor Yamaha Lexi bernomor polisi P-3048-QBL dan melaju dari arah utara ke selatan.

Setibanya di lokasi kejadian, korban berupaya mendahului dari sisi kiri sebuah truk Hino tronton bak bernopol DK-8688-HI yang dikemudikan IKM, 70 tahun, warga Banjar Serong, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali.

FB_IMG_1773966750014

“Namun, saat mendahului dengan jarak yang terlalu dekat, sepeda motor korban tersenggol bagian bak truk,” kata Andi Restu.

Akibat senggolan, korban kemudian terjatuh ke sisi kanan dan terlindas roda belakang truk tersebut. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

“Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Blambangan Banyuwangi. Saat ini kasus kecelakaan ini masih dalam penanganan lebih lanjut,” jelasnya. (mam)

images (15)

Hujan Deras, Jembatan Sukowiryo di Bondowoso Ambruk

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bondowoso sejak Senin (23/2/2026) siang mengakibatkan Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip ambruk sekitar pukul 17.30 WIB. Peristiwa tersebut memaksa akses utama di kawasan itu ditutup total demi keselamatan masyarakat.

Tingginya intensitas hujan diduga menjadi pemicu utama melemahnya struktur jembatan yang sebelumnya telah mengalami retakan pada bagian pelat landasan. Kondisi tersebut membuat konstruksi tidak lagi mampu menahan beban hingga akhirnya runtuh pada sore hari.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan pihaknya telah melakukan langkah antisipasi sejak siang hari setelah menemukan retakan memanjang yang dinilai berpotensi membahayakan.

“Sejak siang wilayah ini diguyur hujan cukup deras. Kondisi tersebut diduga mempercepat kerusakan hingga akhirnya jembatan ambruk pada sore hari,” ujarnya.

Menurut dia, keselamatan warga menjadi prioritas utama. Tim BPBD Bondowoso langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan memasang garis pembatas (safety line) guna mencegah masyarakat mendekat.

FB_IMG_1773966750014

“Kami sudah memasang safety line dan mengimbau masyarakat agar tidak mendekat. Dalam waktu dekat jembatan ini akan ditutup total untuk menghindari risiko yang lebih besar,” kata Kristianto.

BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan serta menyiapkan langkah percepatan perbaikan infrastruktur. Pengguna jalan diminta memanfaatkan jalur alternatif sementara waktu dan tidak memaksakan diri melintas di area terdampak.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, arus lalu lintas di sekitar Jalan Mastrip sempat mengalami kepadatan akibat banyaknya warga yang ingin melihat kondisi jembatan pascaambruk.

Pemerintah daerah saat ini tengah melakukan asesmen lanjutan untuk menentukan langkah teknis perbaikan, sekaligus memastikan keamanan area sekitar guna mencegah risiko susulan.

images (15)

Sahur Memiliki Peran Penting Saat Akan Berpuasa

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Kesehatan – Manfaat sahur bukan sekadar untuk mengganjal perut sebelum puasa dimulai. Pemilihan menu sahur yang sehat sangat berperan dalam menjaga energi, konsentrasi, serta daya tahan tubuh selama berpuasa. Dengan sahur yang tepat, Anda dapat melalui hari puasa dengan tubuh yang tetap bugar dan aktif.

Bagi sebagian orang, sahur kerap dianggap sekadar rutinitas, bahkan tidak jarang memilih untuk melewatkan makan sahur. Padahal, sahur memiliki peran penting dalam mencegah kelelahan, dehidrasi, serta menurunkan risiko gangguan pencernaan selama berpuasa.

8 Manfaat Sahur bagi Kesehatan yang Perlu Diketahui – Alodokter

Terutama pada lansia atau individu dengan kondisi medis tertentu, manfaat sahur dapat sangat menentukan kondisi kesehatan saat menahan lapar dan haus dalam waktu yang panjang.

Berbagai Manfaat Sahur bagi Kesehatan Saat Puasa
Berikut beragam manfaat sahur yang jarang diketahui:

1. Menjaga stamina tubuh
Manfaat sahur yang utama adalah membantu menyediakan cadangan energi yang cukup, sehingga Anda tetap kuat beraktivitas hingga waktu berbuka. Dengan asupan nutrisi dari makanan sahur, Anda dapat terhindar dari rasa lesu, mudah mengantuk, dan penurunan konsentrasi yang sering muncul di siang hari.

2. Membantu keseimbangan cairan tubuh
Manfaat sahur juga penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh selama puasa. Minum air putih saat sahur dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh, sehingga manfaat sahur ini membantu mencegah dehidrasi yang bisa menyebabkan sakit kepala, lemas, dan sulit fokus.

3. Mengontrol nafsu makan saat berbuka
Manfaat sahur berikutnya adalah membantu mengendalikan rasa lapar saat waktu berbuka tiba. Dengan sahur, perut tidak terlalu kosong sehingga Anda lebih mampu mengatur porsi makan dan terhindar dari makan berlebihan.

Melalui manfaat sahur ini, risiko lonjakan gula darah serta gangguan pencernaan, seperti perut kembung atau nyeri ulu hati, juga dapat dikurangi.

4. Mendukung kesehatan pencernaan
Salah satu manfaat sahur adalah membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Menu sahur yang kaya serat dari sayur dan buah, serta dilengkapi sumber protein seperti ayam atau ikan, dapat membantu mencegah sembelit dan menjaga fungsi saluran cerna tetap optimal selama berpuasa.

5. Memperkuat daya tahan tubuh
Rutin makan sahur dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi penting, seperti protein, vitamin, dan mineral, yang berperan dalam menjaga sistem imun tetap kuat. Dengan asupan yang cukup saat sahur, tubuh menjadi lebih siap dan lebih tahan terhadap penyakit selama menjalani puasa.

6. Menjaga kestabilan gula darah
Makan sahur memberi tubuh asupan energi sebelum berpuasa, sehingga kadar gula darah tetap stabil. Jika sahur dilewatkan, tubuh tidak memiliki cukup cadangan energi dan gula darah bisa turun lebih cepat. Akibatnya, Anda lebih mudah merasa lemas, pusing, dan sulit berkonsentrasi saat beraktivitas.

Oleh sebab itu, mengonsumsi makanan bergizi saat sahur dapat membantu menjaga kestabilan gula darah sehingga tubuh tetap bertenaga dan nyaman menjalani puasa hingga waktu berbuka. Hal ini sangat penting bagi penderita diabetes, karena melewatkan sahur dapat meningkatkan risiko gula darah turun terlalu rendah (hipoglikemia) atau justru tidak terkontrol.

FB_IMG_1773966750014

7. Menjaga konsentrasi dan fokus
Manfaat sahur juga sangat berpengaruh pada fungsi otak, karena asupan makanan bergizi saat sahur menunjang kemampuan berpikir dan konsentrasi. Dengan demikian, Anda tetap dapat belajar maupun bekerja secara optimal selama puasa.

8. Menjaga kesehatan lambung
Manfaat sahur membantu mengurangi risiko naiknya asam lambung yang dapat terjadi ketika perut kosong terlalu lama saat berpuasa. Dengan makan sahur, produksi asam lambung lebih terkontrol sehingga dapat membantu mencegah keluhan maag, seperti nyeri ulu hati, mual, atau rasa perih di lambung selama menjalani puasa.

Pada dasarnya, manfaat sahur akan optimal jika menu yang dipilih seimbang dan asupan cairan tercukupi. Justru gangguan kesehatan bisa muncul bila asupan saat sahur terlalu sedikit, berlebihan, tinggi gula, atau kurang cairan.

Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, sangat disarankan berkonsultasi ke dokter sebelum menjalani puasa.

Tips Memaksimalkan Manfaat Sahur untuk Kesehatan
Agar manfaat sahur terasa optimal, beberapa hal berikut ini perlu Anda perhatikan:

Pilih sumber karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, roti gandum, atau oat, untuk energi yang tahan lama.

Sertakan sumber protein, seperti telur, ayam, ikan, tahu, tempe dan sumber serat yang berasal dari buah dan sayur.

Hindari makanan terlalu asin, pedas, atau berminyak, karena bisa membuat cepat haus atau memicu gangguan pencernaan.
Penuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih minimal 2 gelas saat sahur.

Jika sulit makan banyak saat sahur, pilih menu praktis tapi bernutrisi, misalnya roti gandum dengan telur rebus atau oatmeal.
Meski manfaat sahur sangat besar bagi kesehatan, tetap sesuaikan pelaksanaannya dengan kondisi tubuh masing-masing. Bagi Anda yang sedang sakit, menjalani pengobatan tertentu, atau memiliki kebutuhan gizi khusus, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai pola dan menu sahur yang aman.

Jangan memaksakan diri berpuasa tanpa persiapan atau tanpa persetujuan dokter, terutama bagi lansia, ibu hamil, maupun penderita penyakit kronis, agar tetap bisa memperoleh manfaat sahur secara optimal tanpa membahayakan kesehatan.

Pada akhirnya, manfaat sahur bukan hanya membantu menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan selama berpuasa. Lakukan sahur secara rutin, pilih makanan bergizi, dan cukupkan asupan cairan agar tubuh tetap sehat dan puasa berjalan lancar.

*)dikutip dari berbagai sumber

images (15)

Tiga Warisan Budaya Bondowoso Resmi Jadi WBTbI, Perkuat Identitas dan Ekonomi Jawa Timur

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Malang – Pengakuan terhadap kekayaan budaya Jawa Timur asal Kabupaten Bondowoso kembali menguat. Tiga tradisi khas daerah, yakni Topeng Kona, Tape Bondowoso, dan Selamatan Gugur Gunung, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTbI) dalam seremoni di Gedung Taman Kridha Budaya, di Malang, Minggu (22/2/2026).

Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Momentum tersebut tidak hanya menjadi bentuk legitimasi negara atas kekayaan budaya daerah, tetapi juga menandai babak baru dalam upaya pelestarian sekaligus pengembangan budaya agar tetap relevan di tengah dinamika zaman.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa pengakuan tersebut harus dimaknai sebagai tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, ketiga warisan budaya itu memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai identitas kultural, tetapi juga sebagai aset sosial dan ekonomi.

“Budaya adalah fondasi karakter bangsa. Jika budaya kita kokoh, maka jati diri kita sebagai bangsa juga akan kuat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Topeng Kona merepresentasikan kekayaan seni pertunjukan yang sarat pesan moral dan spiritual. Sementara Tape Bondowoso dinilai sebagai simbol kearifan lokal yang telah terbukti mampu bertahan lintas generasi sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Adapun tradisi Selamatan Gugur Gunung mencerminkan kuatnya nilai gotong royong yang menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat Jawa Timur.
Khofifah juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga kesinambungan budaya. Ia mendorong terbangunnya sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif agar warisan budaya tak benda tidak berhenti pada pelestarian semata, tetapi juga berkembang secara inovatif.

Menurutnya, sektor budaya harus menjadi bagian integral dalam pembangunan daerah. Selain memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, budaya juga berpotensi menjadi instrumen diplomasi di tingkat global.

FB_IMG_1773966750014

Sementara itu, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menyambut penetapan Tape Bondowoso sebagai WBTbI dengan penuh rasa syukur. Ia menyebut pengakuan tersebut sebagai kebanggaan masyarakat sekaligus dorongan untuk terus melestarikan dan mengembangkan potensi lokal.

“Tape Bondowoso bukan sekadar produk kuliner berbahan dasar singkong, tetapi juga representasi identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan Tape Bondowoso turut menopang perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
Bupati Hamid juga menekankan pentingnya edukasi budaya sejak dini sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan tradisi.

Ia berharap lembaga pendidikan dapat berperan aktif dalam mengenalkan nilai historis dan filosofis budaya lokal kepada generasi muda.

Acara penyerahan sertifikat ditutup dengan penampilan Topeng Kona yang memukau para undangan. Sajian seni yang kaya makna tersebut menjadi penegas bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan kekuatan hidup yang terus berkembang dan memberi identitas bagi masyarakat.

Dengan status WBTbI yang kini disandang, ketiga warisan budaya tersebut diharapkan tidak hanya terjaga keberlangsungannya, tetapi juga mampu menjadi penggerak baru bagi penguatan identitas daerah serta pertumbuhan ekonomi berbasis budaya di Jawa Timur.

images (15)
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih