Beranda Kesehatan Ribuan Hewan Qurban di Ponpes Al Islah Telah Melalui Pemeriksaan Antemortem

Ribuan Hewan Qurban di Ponpes Al Islah Telah Melalui Pemeriksaan Antemortem

BONDOWOSO – Ribuan Ekor Hewan Qurban dipotomg di Pondok Pesantren Al Islah,  Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan Bondowoso,Jawa Timur ,Minggu 11/8/2019 dan telah melalui pemeriksaan Antemortem.

Pemeriksaan hewan kurban meliputi pemeriksaan kesehatan dan umur hewan. Hewan kurban harus benar-benar dalam keadaan sehat dan layak untuk disembelih, di antaranya harus cukup umur, sudah ganti gigi, tidak cacat dan dalam kondisi sehat.

Loading...

Selain itu, pemeriksaan hewan kurban juga untuk mencegah penyebaran penyakit hewan seperti anthrax.

Pemeriksaan hewan kurban dibagi dalam dua tahap yakni pemeriksaan antemortem yaitu pemeriksaan fisik luar hewan sebelum dilakukan pemotongan,  dan posmortem yaitu  pemeriksaan bagian dalam hewan sesudah pemotongan. Hewan yang sehat secara klinis, yakni tidak cacat, hidung normal, mata normal, jantung dan paru-paru juga normal.

Sementara itu, untuk pemeriksaan postmortem dilakukan dengan sasaran pemeriksaan meliputi kondisi hati, jantung, paru-paru, limpa, ginjal dan organ bagian dalam hewan. Apabila ditemukan kelainan-kelainan dan ada cacing hati maka organ tersebut harus disingkirkan, karena tidak layak untuk dikonsumsi .

Kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun ini bahkan disebut pemotongan qurban pada perayaan Idul Adha 1440 Hijriah ini menjadi yang terbesar di Jawa Timur.

Drh. Cendy Herdiawan, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian wilayah setempat, menyampaikan ada sekitar 1.550 ekor kambing dan domba, serta 106 ekor sapi yang dipotong.

Banyaknya hewan qurban yang dipotong tersebut, maka panitia yang terlibat dalam semua proses pemotongan hingga diserahkan kepada penerima mencapai 700 orang. Kemudian khusus untuk penyembelihan, ada 15 Juru Sembelih Halal (Juleha) yang telah memiliki sertifikat internasional .

Selain itu,  sekitar 11 Juleha dari luar negeri yang dibawa oleh para Mudhahhy (Orang yang berkurban).

loading...

“Kemudian kita (Dispertan) juga menerjunkan sekitar 17 dokter hewan dan paramedis di Al Islah ini,” imbuh Cendy.

Dijelaskan bahwa alur pemotongan yang dilakukan oleh Ponpes Al Islah disebut baik. Karena, alur pemotongan telah mendekati ideal. Salah satunya, yakni hewan yang hendak dipotong tidak melihat hewan yang sedang dipotong.

Ia memastikan bahwa pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan antemortem pada hewan kurban sebelum dipotong di tempat-tempat penyedia. Kemudian, di lokasi pemotongan ini, pihaknya juga melakukan pemeriksaan posmortem.

Ini dilakukan untuk memastikan bahwa hewan yang dipotong dalam keadaan sehat. Termasuk daging yang diberikan pada penerima pun bagus.

“Sampai saat ini tidak kita temukan penyakit yang mencurigakan. Hanya biasanya, karena Bondowoso ini endemis cacing hati, biasanya pasti kita temukan. Pada hati ya, tapi kalau hatinya rusak, tidak pengaruh ke daging lainnya. Tapi hatinya harus diafkir,”jelasnya.

Sementara itu, Md. Suhimy bin Wagiman, Mudhahhy asal Singapura, mengaku bahwa sudah 21 tahun sejumlah warga di negerinya berkurban di Ponpes Al Islah. Alasannya, karena standart pemotongannya yang dinilai nomer satu. 

“Saya lihat dari semua pemotongan hewan dimana-mana, hanya disini yang punya sistem pemotongan yang bagus. Sesuai dengan standart di Singapura,” ujarnya.

Di samping itu, kata Suhimy, jumlah domba atau kambing yang diimport di Singapura sangatlah terbatas. Jumlah itu pun sudah habis dalam satu minggu. Sementara di Indonesia, pihaknya bisa membeli dalam jumlah yang banyak untuk berkurban.

“Beda disini, kita bisa beli banyak,” pungkasnya.