Bondowoso – Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Gede Budiawan, menegaskan kesiapan daerahnya dalam menghadapi proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) yang dijadwalkan berlangsung pada 2026.
Gede menjelaskan, proses revalidasi tidak hanya dinilai pada tahun pelaksanaan, melainkan merupakan rangkaian panjang sejak penetapan kawasan sebagai UNESCO Global Geopark.
“Revalidasi ini bukan hanya melihat kondisi saat ini, tetapi sejak awal penetapan kita sudah menjalankan berbagai rekomendasi dari asesor. Jadi prosesnya berkelanjutan,” ujarnya saat dikonfirmasi ,Senin 21/04/2026.
Menurutnya, sejumlah rekomendasi yang diberikan asesor telah menjadi perhatian perangkat daerah, terutama terkait peningkatan amenitas, visibilitas, serta aksesibilitas transportasi menuju kawasan geopark, termasuk kawasan Ijen.
Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah penyediaan transportasi umum menuju destinasi wisata unggulan. “Kami sudah menjalin kerja sama untuk menghadirkan angkutan umum seperti DAMRI menuju kawasan Ijen. Ini bagian dari tindak lanjut rekomendasi asesor,” jelasnya.
Selain itu, pengembangan sektor edukasi juga terus dilakukan dengan memperluas pemahaman masyarakat dan pelaku wisata terhadap konsep geopark, tidak hanya di lokasi yang sebelumnya menjadi titik asesmen, tetapi juga di wilayah lain.
Gede menambahkan, pada tahun 2026 pihaknya akan lebih fokus mempersiapkan seluruh kebutuhan revalidasi, termasuk penyusunan laporan perkembangan dari setiap rekomendasi yang telah ditindaklanjuti.
“Semua progres dari rekomendasi akan kami sampaikan kepada asesor, mulai dari penataan hingga pengembangannya,” katanya.
Dalam proses ini, Bondowoso tidak berjalan sendiri. Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan berkolaborasi dengan Kabupaten Banyuwangi serta mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kami akan bersama-sama dengan Banyuwangi mempersiapkan revalidasi ini, dengan fasilitasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya.
Revalidasi UNESCO Global Geopark menjadi momentum penting untuk memastikan pengelolaan kawasan geopark tetap memenuhi standar internasional serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.











