Beranda Politik & Pemerintahan Pembahasan APBD Perubahan Kabupaten Bondowoso Tahun 2019 Belum Finish

Pembahasan APBD Perubahan Kabupaten Bondowoso Tahun 2019 Belum Finish

Bondowoso – Pembahasan APBD Perubahan Bondowoso tahun 2019 memasuki tahapan penyampaian pertanyaan, saran dan pendapat Dewan kepada Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Dalam hal ini, DPRD Bondowoso memberikan tanggapan dan pertanyaan atas perubahan anggaran masing-masing perangkat daerah. Sehingga Tim anggaran dan pimpinan perangkat daerah harus menjawab serta menanggapi beberapa pertanyaan dewan atas usulan penambahan anggaran pada APBD Perubahan tahun 2019 ini.

Sekretaris Daerah Bondowoso H.Syaifullah selaku ketua Tim Anggaran Pemkab Bondowoso ,berharap jika proses penetapan APBD Perubahan ini dapat dilakukan secara optimal agar perencanaa pembangunan di Bondowoso  dapat terus berjalan.

Loading...

Pada proses pembahasan perubahan APBD ini, Pemerintah Kabupaten mengoptimalkan perencanaan dan penganggaran yang diamanatkan kepada sejumlah perangkat daerah dalam mengejar target hingga akhir tahun 2019  yang harapannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kendati demikian Rapat pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2019 yang kedua kalinya berjalan alot, Senin (12/8/2019). Akibatnya sidang paripurna terpaksa ditunda.

Andi Hermanto, Anggota Banggar mengatakan,  dalam rapat Badan Anggaran dan Tim Anggaran (BATA) belum ada titik temu, sebenarnya telah terjadi sejak rapat pertama pada Jum’at (9/8/2019) lalu. Penyebabnya, karena antara Badan Anggaran dan Tim Anggaran Pemkab Bondowoso belum belum ada kesesuaian.

“Sudah sejak Jum’at kemarin tadi dilanjutkan. Masih belum ada titik temu. Masih perlu adanya penyesuaian-penyesuaian,” jelasnya,Senin (12/8).

Dijelaskan bahwa penyesuaian dimaksud yakni pergeseran anggaran yang sesuai dan penetapan. Misalnya ada pergeseran anggaran di pembangunan yang masih belum waktunya, kemudian digeser kepada hal-hal yang masih belum tepat.

“Tenggang waktu yang diatur oleh undang – undang. Seharusnya sidang paripurna hari ini , namun belum bisa dilaksanakan karena pembahasan masih belum selesai. Sebenarnya DPRD mengadakan Bamus tadi untuk menunda pelaksanaan Paripurna,” ungkapnya.

Dari 12 pertanyaan yang diajukan oleh tim Banggar, Andi mengaku bahwa baru lima pertanyaan yang bisa dijawab oleh tim Anggaran Pemkab Bondowoso.

loading...

“Tadi sudah dijawab, tapi ada yang belum beberapa, makanya rapat BATA ini ditunda lagi sampai, Jum’at (16/8/2019) depan,” imbuhnya.

Alotnya pembahasan diharapkan oleh Tim Banggar DPRD Bondowoso, agar  kedepan hal semacam ini tidak terjadi lagi di pembahasan – pembahasan berikutnya. Karena itu, pentingnya komunikasi antara eksekutif dan legislatif.

“Kita hanya mengharapkan agar tidak terjadi pembahasan-pembahasan seperti ini lagi selanjutnya. Karena masih ada pembahasan APBD 2020.  Yang penting harus ada komunikasi antara eksekutif dan legislatif. Sehingga tidak terjadi pemahaman yang bias, baik antara anggaran dan tim banggar,” katanya.

Dicontohkan Penjelasan progres pelaksanaan pembangunan pemeliharaan infrastuktur jalan, irigasi, dan pembangunan/pemeliharaan gedung tim anggaran pemkab Bondowoso menyampaikan Progres Fisik Bidang Infrastruktur jalan sampai saat ini dari 297 Paket pengadaan langsung telah selesai 188 paket dan dalam proses pengerjaan,sisanya masih dalam tahap pengadaan.

Untuk kegiatan tender sebanyak 16 paket pekerjaan bidang Jalan, seluruhnya sudah dalam tahap pelaksanaan dengan kemajuan fisik sekitar 27%. Sedangkan untuk pembangunan/pemeliharaan gedung yang dianggarkan di perubahan APBD sudah melalui perhitungan teknis selesai di akhir tahun anggaran 2019 karena perencanaan teknis pembangunan tersebut sudah dilakukan di awal tahun 2019.

Sementara untuk hal yang sangat fundamental di hadapi Pemkab Bondowoso terkait dengan kemiskinan. Banggar meminta penjelasan  terkait dengan kinerja penanggulangan kemiskinan kabupaten Bondowoso sampai tahun 2019 dan prognosisnya .

Tim anggaran Pemkab Bondowoso menyampaikan bahwa sampai dengan tahun 2018, Tingkat kemiskinan Kabupaten Bondowoso adalah 14,39% dan pada tahun 2019 ditargetkan 13,96% sedangkan akhir masa periode RPJMD (tahun 2023) ditargetkan 12,76 %, adapun program kemiskinan yang akan dilaksanakan pada tahun 2019 sebagai percepatan penanggulangan kemiskinan diantaranya Penguatan Sistem Terpadu dan Penguatan Kelembagaan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah.

Dalam pembahasan tanggapan atas pertanyaan dan saran/usulan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bondowoso dalam pembahasan rancangan KU dan PPAS perubahan APBD dan Raperda Perubahan APBD tahun anggaran 2019 Banggar menilai masih banyak jawaban yang bersifat normatif sehingga Pembahasan APBD Perubahan Kabupaten Bondowoso Tahun 2019 Belum Finish dan ditunda, Jum’at (16/8/2019).