Beranda Lensa Nusantara Kementrian ESDM Akan Pasang EWS di Wringin untuk Deteksi Bencana

Kementrian ESDM Akan Pasang EWS di Wringin untuk Deteksi Bencana

Bondowoso – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso ,Jawa Timur Kukuh Triyatmoko menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Kementerian ESDM akan memasang alat untuk mendeteksi pergerakan tanah yang disebut Early Warning System (EWS).

Hal tersebut guna memberikan perhatian khusus terhadap potensi bencana.

“Menurut rencana EWS akan dipasang di Kecamatan Wringin, sebelumnya sudah terpasang di desa Binakal, Tanah Wulan dan Kupang. Sehingga Bondowoso akan mempunyai  alat pendeteksi ini total sebanyak empat unit” jelasnya,Selasa 13/8/2019.

Loading...

Dikatakan ,Wringin nantinya akan ada pos untuk menyimpan peralatan tersebut,Sementara
pemasangan alat detektor ini sebagai langkah preventif untuk mengantipasi datangnya bencana di Bumi Kironggo.

“Secara geografis, Bondowoso berada di lingkaran pegunungan yaitu Gunung Argopuro, Gunung Ijen dan Gunung Raung.
Bondowoso mempunyai delapan potensi bencana, baik di musim hujan maupun kemarau,” imbuhnya.

Potensi bencana itu kata Kukuh diantaranya gunung berapi, gempa, tanah longsor, banjir, angin puting beliung, kekeringan, kebakaran dan endemi.

“Tahun 2019 ini kami menyiapkan anggaran sebesar Rp.900 juta dana siap pakai untuk keperluan masyarakat, ” ungkapnya.

Menurutnya selain akan memasang alat pendeteksi EWS kementerian ESDM sebelumnya sudah melakukan survei Geolistrik di tiga tempat yaitu di Botolinggo, Cerme dan Grujugan, untuk mendeteksi keberadaan sumber air. Dari ketiga tempat itu baru Botolinggo yang ditemukan sumber air dan sudah dilakukan pengeboran. 
Sementar untuk Cermee dan Grujugan masih belum ada informasi.