FeaturedLensa Nusantara

Hari Santri Nasional, P2S2 Sukorejo Pecahkan Rekor MURI Kaligrafi Terbesar

Screenshot_2024-04-05-09-17-02-02_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817

Situbondo – Hari Santri Nasional (HSN), P2S2 Sukorejo, Asembagus Situbondo pecahkan MURI penulisan kaligrafi terbesar Deklarasi Hubungan Pancasila dengan Islam.
Penghargaan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) Kaligrafi arab ini diberikan menejer Muri, Ridho Al Amin kepada pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Safiiyah (P2S2) KHR Achmad Azaim Ibrahimy di hadapan ribuan santri, para Kyai, Tokoh Agama dan Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono, bersama Jajarannya.
“Pemilihan kaligrafi, karena pesantren ini punya sejarah lahirnya Deklarasi ini. Deklarasi itu diputuskan dalamMunas Nahdlatul Ulama (NU) di Pesantren ini pada tanggal 16 Rabiul Awal 1404 / 21 Desember 1983”, Jelas KHR Achmad Azaim Ibrahimy usai menerima Rekor Muri, Senin (22/10/2018).
Ada lima esensi dalam deklarasi berukuran 29 X 9 m ini, Pancasila sebagai falsafah negara tidak dapat menggantikan kedudukan agama, Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar negara itu menjiwai sila sila yang lain dengan mencerminkan nilai tauhid dalam islam dan beberapa hubungan yang lainya.
Sedangkan nilai filoaofisnya dari panjang, 27 m yaitu muktamar NU ke 27, lebar 9 m, penyebar islam di tanah jawa adalah Wali Songo. “17 santri sebagai penulis Kaligrafi ini sama dengan jumlah rakaat solat, Al Quran diturunkan pada tanggal 17 Romadan, hari Kemerdekaan RI Juga pada tanggal 17,” jelasnya.
Untuk menyelesaikan Kaligrafi ini, sebanyak 17 santri membutuhkan waktu selama 22 hari yang tepat dengan hari Santri Nasional. “Kaligrafi ini diangkat sebanyak 313 santri dengan berdizikir basmalah sebanyak 313 kali. Ini sesuai dalam perang Badar yang diikuti sebanyak 313 sahabat,” urainya.
Selain itu, sambungnya, penyangga atau pilar dari Kaligrafi ini berjumlah sebanyak 7 pilar. Angka ini maknanya bernilai, yakni tujuh lapir langit dan tujuh lapis bumi dan tujuh hari serta tujuh surat Al Quran himpunan surat Al Fatehah. “Saya berharap kegiatan ini bersama kehendak Allah ridhoNya,” katanya.
Cucu pahlawan Nasional  Republik Indonesia, KHR As’at Syamsul Arifin ini menjelaskan bahwa pernyataan NU menerima asas Pancasila itu tidak begitu saja, namun melalui pertimbangan yang matang. “Pesan KHR As’ad Syamsul Arifin kepada santrinya  agar memegang teguh Keputusan NU ini”, pungkasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kapolres Situbondo, AKBP Awan Hariono, S.H.,S.I.K.,M.H  yang datang bersama Pejabat Utama, Kapolsek dan Jajarannya, bahkan menrutnya seandainya Pancasila dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, NU akan membelanya.
Pernyataan itu, kata AKBP Awan merupakan pesan Hadratus Syekh yang termuat dalam buku “Wejangan Kiai As’ad dan Kiai Fawaid”, karya Syamsul A. Hasan. “Untuk itu umat Islam juga wajib membelanya, karena Ini sudah mujma’alaih, konsensus ulama”, harapnya

Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231105_173709_0000
Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231031_205414_0000
Salinan dari Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231029_082045_0000
Salinan dari Salinan dari Salinan dari Black Modern Music News Headline Instagram Post_20231029_071344_0000

Related posts

Ditemukan, Mayat Orgil di Banyuputih

Personil Polsek Prajekan Dikerahkan dalam Pengamanan Syukuran Pasangan KH.Salwa Arifin dan H.Irwan Bahktiar

Tentang Rancangan Dapil yang Disuguhkan KPU Bondowoso, Ini Kata Ketua DPC Partai Demokrat

error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih