Beranda blog Halaman 847

Dengar Suara Gemuruh Gunung Agung, Puluhan Warga Berdatangan ke Posko Pengungsian

IMG-20250408-WA0090

KARANGASEM – ( tapalkudamedia.com )
Suara gemuruh dari Gunung Agung membuat puluhan warga Banjar Telung Bhuana Desa Sebudi Kecamatan Selat, datang mengungsi ke Posko Utama Tanah Ampo, Karangasem, Rabu (4/4/2018) sekira pukul 20.00 Wita.

Adanya hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, IB Ketut Arimbawa.

Dia mengatakan, ada 16 orang dari 5 Kepala Keluarga yang datang mengungsi ke Tanah Ampo. Dimana dari 16 orang itu diantaranya ada 9 orang dewasa, balita 4 anak dan remaja 3 orang.

Berdasarkan keterangan dari salah satu kepala keluarga I Ketut Sukerta mereka izin untuk bermalam di Posko Utama Tanah Ampo karena di rumahnya terdengar suara gemuruh dari Gunung Agung dan cuaca berkabut di arah lereng gunung.

“Mereka akhirnya memutuskan untuk mengungsi sementara menuju Tanah Ampo,”terangnya.

“Untuk menginap kami berikan ruang rapat dan sudah kami gelar beberapa matras untuk dijadikan alas tidur,”jelasnya.

Dia menjelaskan,bahwa mereka akan kembali lagi kerumahnya sekira pukul 05.00 Wita.

“Kami juga sudah mengarahkan kepada mereka untuk mengungsi ke Desa Amerthabuana, Selat dan UPT Pertanian Rendang. Disana masih banyak pengungsi,”ungkapnya.

Seperti diketahui bahwa saat ini status Gunung Agung berada di level III atau siaga.

Dalam enam jam terakhir ini berdasarkan pengamatan Badan Geologi PVBMG Pos Pengamatan Gunungapi Agung secara visual terlihat ada asap kawah tertekan lemah teramati warna putih dengan intensitas tebal dan tinggi sekitar 400 meter dari puncak gunung. Secara kegempaan hanya ada gempa hembusan satu kali dengan kekuatan 5mm.

Sejauh ini rekomendasi PVMBG masyarakat, pengunjung, dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di zona perkiraan bahaya didalam radius 4 km dari puncak Gunung Agung. Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu.(muf)

1744129950993

Miras Oplosan Renggut Dua Nyawa

IMG-20250408-WA0090

BEKASI- Kasus minuman keras (miras) Oplosan yang merenggut korban jiwa juga terjadi di Bekasi, dua orang dinyatakan tewas setelah melakukan pesta miras oplosan, Minggu (1/4/2018).

Bekasi ( tapalkudamedia.com )
Berdasarkan informasi dilapangan, selain dua korban tewas ada empat orang lain yang ikut menjadi korban dari miras oplosan diduga jenis gingseng tersebut, dan masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Adapun terkait dugaan kasus tersebut, jajaran Kepolisian Polsek Pondok Gede dan Polres Metro Bekasi Kota, Rabu (4/4/2018) sore ini, terus menyelidiki kasusnya di lokasi yang diduga tempat para korban berpesta miras, di Jalan Cempaka 2 RT03/01, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi.

Dalam proses penyelidikan itu, petugas langsung di pimpin oleh Kapolsek Pondokgede Kompol Suwari. Adapun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait kasus tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, saat ini petugas kepolisian dari Polsek Pondokgede dan Polres Metro Bekasi Kota, nampak terus berupaya mengecek dan menyelidiki kasus dugaan miras oplosan yang merenggut korban jiwa tersebut.

Adapun saat ini, para petugas sedang berada di rumah salah satu korban meninggal yang diketahui atasnama, Arifin alias Ifin (25) tak jauh dari lokasi tempat korban-korbannya pesta miras oplosan.

“Nanti saja, kasihan keluarga korban. Kita masih mengecek kebenaran kasus ini, dengan penyelidikan lebih dalam lagi,” singkat Kapolsek Kompol Suwari, Rabu (4/4/2018).

Untuk diketahui, guna penyelidikan kasus ini petugas hingga kini masih mengumpulkan sejumlah keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui kejadian sesuai laporannya, sekaligus kepada para korban-korban yang kini masih hidup dan sedang dalam perawatan medis di Rumah sakit.(muf)

1744129950993

Belum Tahu Modusnya , Oknum Polisi Diduga Tembak Mati Adik Ipar

IMG-20250408-WA0090

MEDAN – (tapalkudamedia.com )
Seorang polisi berinisial F (41) diduga menembak mati adik iparnya di Jalan Tirtosari, Kelurahan Bantan, Kota Medan pada Rabu (4/4/2018) malam.

Informasi dari warga sekitar, kejadian itu bermula ketika F bersama istri datang ke lokasi yang merupakan rumah ibu mertua F.

Saat itu, keluarga dari istri F menyambut kedatangan mereka seperti biasa. Bahkan F dan istri sempat bercengkrama dengan korban Jumingan (33) dan sudara yang lain.

Menurut saksi yang juga adik ipar dari F yakni Heny, tujuan F dan istri datang ke lokasi untuk menjenguk ibu mereka yang baru pulang dirawat dari rumah sakit.

Saat itu, F sempat memijat ibu mertuanya, namun tiba-tiba F menodongkan senjata api ke arah ibu mertuanya.

Jumingan yang melihat kejadian itu langsung menghalangi F. Seketika itu F menembakkan pistol sebanyak 2 kali yang mengenai Jumingan hingga tewas.

“Enggak tahu kenapa tiba-tiba abang todongkan pistol,” kata Heny di lokasi.

Informasi terakhir, F telah menyerahkan diri ke Polrestabes Medan. Sedangkan pihak kepolisian masih mengamankan Tkp dan memeriksa saksi.(muf)

1744129950993

Diduga Depresi Yuda Gantung Diri di Sel Di Lapas

IMG-20250408-WA0090

Pamekasan ( tapalkudamedia.com )
Oktaria Yuda Pratama (27), warga binaan Lambaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di sel tempatnya menjalani hukuman, Rabu (4/4/2018).

Narapidana (napi) asal Gresik Jawa Timur tersebut pertama kali ditemukan petugas jaga saat mengecek tahanan sekitar pukul 4:30 WIB. Saat itu, kondisi korban sudah menggelantung di dalam sel tahanan dengan menggunakan sarung.

“Saat ditemukan, kondisi korban sudah meninggal dunia dengan cara tergantung kain sarung di dalam sel tahanan,” kata Kepala Lapas Kelas IIA Pamekasan, HM Latief Safiuddin menyampaikan kronologis napi pindahan dari Lapas Medaeng Sidoarjo.

Berdasar informasi yang diterimanya, korban seringkali curhat kepada rekannya sesama napi bahwa ia tengah memiliki masalah keluarga. “Dari keterangan tetangga ruangan, korban kerap mengeluhkan sedih karena masalah keluarga, termasuk jarang dikunjungi oleh keluarganya,” ungkapnya.

“Kemungkinan besar, korban nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri akibat depresi, salah satu di antaranya karena masalah keluarga. Padahal soal pengamanan kami sudah maksimal menerapkan sesuai ketentuan yang berlaku, dan penjagaan bergantian selama 24 jam,” jelasnya.

Selain itu pihaknya juga sudah melakukan proses penyerahan janazah korban kepada pihak keluarga disaksikan jajaran personil Polres Pamekasan. “Saat ini janazah korban sudah kami kirim untuk diserahkan kepada keluarga korban di Gresik,” pungkasnya

1744129950993

Lakukan Ritual di Laut, Warga Probolinggo Ditemukan Membusuk

IMG-20250408-WA0090

Probolinggo ( tapalkudamedia.com )
Sunari (26), warga Dusun Kertakata Kulon, Desa Roto, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, ditemukan dalam keadaan membusuk oleh nelayan di tepi Pantai Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (4/4/2018).

Mayat tersebut ditemukan Edi (35), warga setempat, saat memancing. Mayat itu terbawa ombak, setelah dicari selama dua hari. Bersama 14 orang lainnya, Sunari melakukan ritual di pantai tersebut, Senin (2/4/2018) dini hari, dan tenggelam.

Ritual tersebut untuk penyembuhan. Sepuluh orang laki-laki bertelanjang bulat dan berjalan dengan cara lengan saling mengunci menuju laut. Mereka hendak mandi di sana, dan empat orang perempuan menanti di pantai. Ombak kemudian menggulung mereka.

“Empat orang yaitu Supri (57), Ahmad (22), Sunari (26), dan Salam (28) tidak terlihat. Namun Salam selamat. Supri dan Ahmad ditemukan dalam keadaan meninggal dunia beberapa saat kemudian. Hanya Sunari yang hilang,” kata Wakil Kepala Kepolisian Sektor Kencong Inspektur Satu Moh. Nai.

Evakuasi mayat buruh waktu lama, katena medan yang berat dan berjarak beberapa kilometer dari lokasi awal kejadian. Evakuasi dilakukan Tim Basarnas, SAR Gabungan, kepolisian, TNI, dan elemen lain (red)

1744129950993

6 Zodiak Paling Setia dengan Pasangan, Apakah Anda Termasuk?

IMG-20250408-WA0090

tapalkudamedia.com
DALAM sebuah hubungan asmara, baik itu masih pacaran atau sudah terikat dalam sebuah ikatan pernikahan, yang namanya setia dengan pasangan idealnya memang harus dilakukan oleh setiap individu.

Setia dengan pasangan bisa kurang lebih diartikan juga setia dengan komitmen hubungan yang dibangun. Namun, pada nyatanya tidak semua orang mau dan mampu untuk bersikap setia dengan pasangannya.

Namun secara dari rasi perbintangan, orang-orang dengan zodiak ini disebutkan adalah orang-orang yang setia dengan pasangannya dalam menjalin sebuah hubungan. Apa saja zodiak tersebut? Apakah zodiak Anda termasuk di dalamnya? Dikutip Timesofindia, Rabu (4/4/2018) berikut di bawah ini ulasannya.

Cancer

Pribadi Cancer disebutkan adalah orang yang sentimental, dan bisa berbuat sesuatu yang ekstra semata-mata demi membuat pasangannya merasa spesial. Orang dengan zodiak Cancer adalah orang-orang yang percaya dengan konsep cinta sejati dan kehidupan percintaan yang bahagia selamanya alias happily ever after. Zodiak ini adalah orang-orang yang konsisten mencari pasangan sejatinya, dan seketika sudah menemukannya maka kesetiaan seorang Cancer tidak ada batasannya.

Scorpio

Scorpio hadir sebagai orang yang secara alamiah adalah orang-orang yang sensitif, dan membutuhkan banyak waktu untuk bisa berkomitmen dalam sebuah hubungan. Dengan adanya masalah soal kepercayaan alias trust issue yang dimiliki pribadi Scorpio, berhadapan dengan orang zodiak ini memang mungkin membutuhkan banyak kesabaran. Namun, di saat sekali saja pribadi Scorpio merasa aman dan nyaman, maka mereka tidak ragu untuk penuh hasrat, peduli, yakin dan sangat setia terhadap pasangannya.

Taurus

Jika pribadi Taurus sudah mau berkomitmen dalam sebuah hubungan asmara, maka orang-orang Taurus dikatakan akan berbuat maksimal untuk menjadikan hubungan tersebut berhasil. Stabil dan yakin dalam menjaga sebuah hubungan jangka lama adalah salah satu sifat alami dari orang Taurus. Menjadi pasangan, Taurus adalah orang yang setia dan pengertian.

Libra

Para Libra dikatakan adalah individu-individu yang jika sudah mampu mengatasi rasa tidak nyaman dan tidak aman, alias insecure maka tidak butuh waktu lama untuk Libra untuk bisa berkomitmen dengan hubungan asmara yang dijalani, bahkan tidak enggan untuk membuat rencana masa depan untuk hubungan asmara yang dijalani ini.

Capricorn

Ialah pribadi yang tidak menyukai ide soal berkencan secara kasual, hanya menggoda semata, dan sejenisnya. Sebab orang-orang Capricorn begitu memutuskan untuk memiliki pasangan dan membina suatu hubungan, adalah tipe orang yang sangat serius tentang hubungan tersebut sehingga niat atau ide untuk berselingkuh dari pasangan tidak pernah terlintas di pikiran mereka.

Leo

Orang dengan zodiak satu ini adalah orang-orang yang menyukai ide untuk settling down atau dengan kata lain membangun sebuah keluarga dan memiliki kehidupan yang bahagia ketika sedang menjalani sebuah hubungan. Konvensional dan rendah hati, adalah sifat alami dari para Leo. Menjadi pasangan, orang-orang dengan zodiak Leo akan setia pada pasangannya dalam keadaan suka ataupun duka. Lebih jauhnya, orang-orang Leo dikatakan sebagai orang-orang yang mencari perhatian dan suka dimanja oleh pasangannya.(dno)

1744129950993

Kontak Tembak dengan TNI, KKSB Klaim Hanya Satu Anggotanya yang Tewas

IMG-20250408-WA0090

TIMIKA – tapalkudamedia.com
Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang mengklaim diri sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menyatakan bahwa, dalam aksi baku tembak dengan pasukan TNI di Kampung Banti 1, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua pada 1 dan 2 April 2018, satu orang anggotanya bernama Alanny Beanal (30) tewas.

“Pihak TPNPB, mengalami korban 1 orang prajurit TPNPB atas nama Alanny Beanal umur 30 tahun,” kata Kepala Staf Kodap III TPNPB Kali Kopi, Hendrikus Uwamang dalam rilis yang dikeluarkan tanggal 2 April 2018 dan diterima awak media di Timika, Rabu (4/4/2018).

Tidak hanya itu, dalam rilis tersebut TPNPB juga menyebutkan bahwa jumlah korban dari pihak TNI lebih dari satu orang. Padahal sebelumnya Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi dalam rilisnya, menyatakan, dari pihak TNI hanya terdapat satu prajurit yang gugur, yaitu Pratu Vicky Rumpaisum.

Sementara dari pihak KKSB terdapat dua orang tewas serta puluhan lainnya diketahui luka-luka. “Dari kejadian kontak tembak tersebut, satu personel dari pihak TNI atas nama Pratu Vicky Rumpaisum gugur. Sementara dari pihak KKSB, terpantau lewat drone dua orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka,” kata Kapendam dalam rilisnya, kemarin.

Sebelumnya diketahui, aksi brutal berupa pembakaran fasilitas umum maupun pemukiman warga oleh KKSB terjadi sejak 24 Maret 2018 di Kampung Banti 2. KKSB yang dipimpin tokoh TPNPB Kali Kopi, Joni Botak, mengumpulkan tokoh-tokoh TPNPB dan melakukan konsolidasi untuk menguasai beberapa kampung di Distrik Tembagapura.

Setelah dikuasai, terjadilah aksi brutal pembakaran. Menindaklanjuti aksi tersebut, sebanyak 50 personel pasukan gabungan TNI dari Yonif 751/Raider, Yonif 754/ENK dan Brigif/20 IJK dikerahkan, Minggu 1 April 2018, untuk operasi pembebasan kampung-kampung yang dikuasai KKSB.

(Baca Juga: Baku Tembak di Papua, 2 Anggota KKB Tewas dan Puluhan Terluka)

Namun, menurut Kapendam XVII/Cenderawasih, dalam operasi tersebut pihak KKSB sepertinya telah siap atas kedatangan pasukan TNI sehingga menyambut kedatangan itu dan terjadilah kontak tembak yang mengakibatkan jatuhnya korban baik dari pihak TNI maupun KKSB.

“Mungkin ini adalah realisasi dari ultimatum KKSB yang sebelumnya disiarkan di berbagai media bahwa mereka menyatakan perang terhadap TNI-Polri,” jelas Kapendam XVII/Cenderawasih.(fid)

1744129950993

Mahfud MD Dukung Usulan KPU Larang Eks Napi Ikut Nyaleg

IMG-20250408-WA0090

JAKARTA – tapalkudamedia.com
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mendukung adanya rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerbitkan aturan yang melarang mantan narapidana untuk mencalonkan diri menjadi calon legislatif (caleg) di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Akan tetapi, Mahfud menginginkan aturan itu diubah menjadi wewenang undang-undang dan bukan hanya sekedar Peraturan KPU (PKPU).

“Bagus, saya setuju substansinya karena urusan pengurangan hak asasi manusia itu urusan menjadi wewenang lembaga legislatif. Membolehkan orang ikut dan melarang orang ikut itu wewenang UU bukan PKPU,” ujar Mahfud saat ditemui di Auditorium PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/4/2018).

(Baca: KPK Dukung Usulan KPU Larang Eks Napi Korupsi Nyaleg)

Mahfud menilai gagasan KPU itu perlu disampaikan ke Presiden Joko Widodo dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk ditindaklanjuti.

“Oleh sebab itu gagasan KPU itu mungkin perlu disampaikan ke presiden dan dpr agar dijadikan undang-undang saja. Bukan dibuat oleh dalam bentuk PKPU,” ucapnya.

Selain itu, Mahfud juga melihat rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerbitkan aturan yang melarang mantan narapidana yang akan mencalonkan diri merupakan upaya untuk menciptakan anggota legislatif bersih.

“Ya itu (untuk menciptakan pimpinan bersih) sangat bagus,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU RI Hasyim Asyari sebelumnya, mengatakan, pihaknya bakal mengeluarkan Peraturan KPU (PKPU) soal pencalonan legislatif di Pemilu 2019. Nantinya, dalam PKPU itu akan tercantum sebuah larangan untuk mantan narapidana kasus korupsi mendaftar sebagai caleg.

Hal tersebut merupakan suatu langkah dari KPU untuk mencetak seorang legislator yang antikorupsi. “Nanti akan kita masukkan juga aturan, yang sebenarnya di undang-undang tidak ada. Mantan narapidana kasus korupsi dilarang nyaleg, di PKPU pencalonan caleg mau kita masukkan,” kata Hasyim.

Selain itu, dukungan juga datang dari KPK. Jubir KPK Febri Diansyah menyatakan aturan itu merupakan hal yang penting untuk mencegah seorang terpidana korupsi kembali menduduki jabatan politik.

Febri menilai, tidak patut seorang yang telah terbukti bersalah menyalahgunakan wewenang atau menerima suap atau melakukan tindak pidana korupsi lainnya langsung mencalonkan diri sebagai kepala daerah atau calon legislatif atau jabatan politik lainn

1744129950993

KPK Tahan Pengusaha Made Oka Masagung

IMG-20250408-WA0090

JAKARTA – tapalkudamedia.com
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan tersangka pengusaha Made Oka Masagung terkait kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Penahanan tersebut dilakukan setelah Made Oka menjalani pemeriksaan sebagai tersangka hari ini.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, penahanan itu akan dilakukan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK. Hal tersebut dilakukan guna kepentingan penyidikan dalam perkara tersebut.

“Tadi saya cek ke penyidik proses penahanan sudah dilakukan jadi sudah ada surat perintah penahanan selama 20 hari kedepan,” kata Febri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (4/4/2018).

Sementara itu, berdasarkan pantauan di Gedung KPK, Made Oka keluar sekira pukul 20.01 WIB. Dirinya langsung mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK.

Kepada awak media, Made Oka tak memberikan pernyataan apapun ketika keluar dari Gedung Merah Putih KPK. Dia memilih langsung masuk ke dalam mobil tahanan.

Made Oka sendiri sempat tak menghadiri pemanggilan lembaga antirasuah lantaran sakit. Menurut Febri, sebelum dilakukan penahanan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Made Oka.

“Sebelum penahanan diperiksa oleh Dokter KPK dulu, dan kondisi cukup sehat dan surat perintah penahanan sudah diberikan dan kemudian secara formil juga sudah diterima pihak tersangka,” papar Febri.

Kendati begitu, sambung Febri, usai diputuskan untuk dilakukan penahanan, kondisi kesehatan Made Oka sempat mengalami penurunan. Penyidik pun memberikan waktu kepada Made Oka untuk beristirahat sejenak sebelum dilakukan penahanan.

“Saat ini, kondisinya sudah bisa berbicara kembali. Yang pasti proses penahanan formil sudah dilakukan dan surat penahanan sudah ada. Proses lebih lanjut kami infokan lagi,” tutur Febri.

Febri menekankan, apabila dalam proses penahanan kondisi kesehatan Made Oka mengalami penurunan, maka pihaknya akan mengerahkan tim dokter untuk memastikan kondisi kesehatan Made Oka.

Apabila dalam proses perjalanannya tim dokter menyatakan bahwa Made Oka harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, lanjut Febri, pihaknya tak menutup kemungkinan akan melakukan pembantaran.

“Kami akan pertimbangkan aspek lain sesuai hukum acara yang berlaku apakah akan dilakukan penbantaran atau tetap dilakukan penahanan tergantung pemeriksaan dokter,” papar Febri.

Disisi lain, Febri menyatakan, kondisi kesehatan Made Oka sudah dipastikan bisa menjalani proses penahanan. Pasalnya, kata Febri, hal itu tertuang dalam surat keterangan yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON).

“Jadi, kondisi hari ini terlihat sehat dan diperiksa dokter sehat dan dilakukan penahanan jadi proses formil dan administratif penahanan itu sudah dilakukan namun ada perubahan kondisi sesaat kemudian tersangka mengeluh sakit dan kami istirahatkan tadi,” ucap Febri.

Disisi lain, hari ini penyidik KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap keponakan Setya Novanto (Setnov) Irvanto Hendra Pambudi dan Komisaris PT Softorb Technology Indonesia, Mudji Rachmat Kurniawan dan Direktur Utama PT Noah Arkindop, Hoan Dedei.

1744129950993

Indonesia Kaya Akan Pesantren, Buku Pimikiran Islam Berpeluang Go Internasional

IMG-20250408-WA0090

JAKARTA – tapalkudamedia.com
Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Hilmar Farid mengatakan Indonesia memiliki peluang memasarkan buku-buku mengenai pemikiran Islam di pasar internasional melalui sejumlah pameran buku dunia.

“Selama ini, orang kalau melihat Islam itu monolitik hanya dari apa yang ditangkap dari media dan dianggap sebagai representasi dari Islam. Padahal Islam sendiri, terutama di Indonesia kaya sekali baik dari segi pemikiran, praktik, maupun budaya,” kata Hilmar di Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Menurut dia, hal itu yang menjadi fokus utama dalam mengikuti pameran buku di tingkat internasional. Bagaimana menjawab berbagai pertanyaan mengenai Islam dalam politik global yang terjawab melalui buku-buku yang dipamerkan tersebut.

“Kita punya tangki pemikiran yang besar. Melalui pameran buku ini, bisa menjadi wujud diplomasi budaya yang dibagikan ke dunia,” katanya.

Meskipun demikian, Hilmar mengakui ada beberapa kelemahan dunia penerbitan di Tanah Air seperti tidak tahu seperti apa buku-buku yang diminati oleh pihak luar. Kemudian untuk penerjemahan juga tidak berdasarkan data.

“Kami sudah punya pengalaman empat tahun ikut serta pameran buku tingkat internasional. Saya harap kita punya petanya seperti apa buku yang diminati dan sisi ketersediaannya juga seperti apa. Ini yang perlu kita duduk bersama-sama karena pameran buku tingkat internasional ini merupakan pasar yang besar sekali,” kata Hilmar.(ris)

1744129950993
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts

error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih