Bondowoso – Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Moch. Jasin, meminta seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan di Kabupaten Bondowoso, baik yang bertugas di fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta, untuk memberikan pelayanan kesehatan dengan prinsip “BERKAH”.
Menurut dr. Moch. Jasin, pelayanan kesehatan BERKAH merupakan pelayanan yang berkualitas, akseleratif, berkemajuan, dan holistik melalui pendekatan medis komprehensif yang memandang pasien sebagai individu secara utuh.
Pendekatan tersebut tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit fisik, tetapi juga memperhatikan faktor psikologis, gaya hidup, lingkungan, dan emosional pasien guna mewujudkan kesejahteraan secara menyeluruh.
“Pelayanan kesehatan harus mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan kepedulian kepada masyarakat. Karena itu, seluruh tenaga kesehatan perlu mengedepankan prinsip BERKAH dalam setiap pelayanan,” ujarnya,Senin 25/05/2026 saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, BERKAH merupakan akronim dari Berorientasi pada pasien, Empatik, Responsif dan ramah, Kompeten dan komunikatif, Aman, serta Humanis.
Pada aspek pertama, yakni Berorientasi pada pasien, pelayanan kesehatan harus menempatkan pasien sebagai pusat pelayanan.
Setiap tindakan, kebijakan, dan komunikasi dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan, keselamatan, kenyamanan, serta kepuasan pasien dan keluarga.
Sementara itu, Empatik berarti tenaga kesehatan harus menunjukkan kepedulian dan kemampuan memahami kondisi pasien, baik secara fisik maupun psikologis.
Tenaga medis dan tenaga kesehatan diharapkan tidak hanya memberikan tindakan medis, tetapi juga dukungan emosional dan perhatian sehingga pasien merasa dihargai selama menjalani proses pengobatan.
Selanjutnya, Responsif dan ramah diwujudkan melalui sikap cepat tanggap terhadap kebutuhan, keluhan, maupun kondisi kegawatdaruratan pasien.
Keramahan juga tercermin melalui tutur kata yang sopan, sikap santun, senyum, serta komunikasi yang menenangkan.
Pada poin Kompeten dan komunikatif, dr. Moch. Jasin menegaskan bahwa setiap tenaga kesehatan wajib memiliki pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme sesuai standar kompetensi.
Selain itu, kemampuan komunikasi efektif juga diperlukan agar informasi dapat tersampaikan dengan jelas kepada pasien maupun keluarga.
“Seluruh kompetensi dan komunikasi tersebut harus dilaksanakan dalam bingkai mutu pelayanan sehingga pelayanan menjadi tepat, efektif, efisien, dan terpercaya,” katanya.
Adapun aspek Aman menitikberatkan pada keselamatan pasien, petugas, dan lingkungan pelayanan. Fasilitas kesehatan diharapkan memiliki sarana dan prasarana sesuai standar, alat kesehatan yang terkalibrasi, serta pengelolaan obat yang baik guna meminimalkan risiko kesalahan medis.
Sedangkan prinsip Humanis menekankan pentingnya penghormatan terhadap nilai kemanusiaan, etika, budaya, dan martabat pasien. Pelayanan diberikan tanpa diskriminasi sehingga pasien merasa diterima dan dihormati.
Melalui penerapan prinsip BERKAH, Dinas Kesehatan Bondowoso berharap pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan dapat semakin bermutu, aman, dan penuh kepedulian kepada masyarakat.














