Bondowoso: Wakil Bupati Bondowoso, Jawa Timur, H.Irwan Bachtiar Rahmad Optimis untuk merealisasikan visinya membawa Bondowoso Melesat, yakni mandiri ekonomi, lestari, sejahtera adil dan terdepan dengan menjadikan Bondowoso sebagai lumbung ternak dengan pengelolaan modern.
“Potensi ternak di Bondowoso sangat luar biasa,setelah melihat dilapangan dengan pengolahan dan sistem, ini menjadi inspirasi bahwasanya kedepan Bondowoso akan memiliki satu aikon sebagai lumbung ternak modern,” tegasnya saat pelatihan peternakan kambing dan sapi, di kampung ternak modern Desa Karang Anyar,Tegal Ampel ,Minggu 16/06/2019.
Dijelaskan bahwa potensi ternak Bondowoso yang sangat luar biasa akan mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) yang lebih besar .
“Jika disini sudah dibagun industri peternakan dari hulu sampai hilir, maka investor akan datang dan ini akan berdampak baik untuk peningkatan PAD,”katanya.
Menurut wabup dalam sosialisasi yang diikuti para peternak yang tergabung dalam kelompok ternak Mandiri menuju peternakan modern ,dengan memanfaatkan limbah pertanian dan perkebunan sebagai bahan komoditi pakan ternak akan sangat menguntungkan.
Wabup juga berjanji bahwa pelatihan tentang pengembangan ternak modern akan diformalkan dengan dana APBD kedepanya.
- KPU Bondowoso Jalin Sinergi dengan Parpol, Kunjungi Kantor DPC PDIP
- Ini Kata Abu Sofyan Terkait Kajian Dapil untuk Pemilu Mendatang
- Golkar Bondowoso Usulkan Dapil Berbasis Kecamatan untuk Perkuat Representasi
- Disparbudpora Bondowoso Fokus Revalidasi UNESCO Global Geopark 2026
- Polresta Banyuwangi Evakuasi ODGJ yang Kondisinya Memprihatinkan
Untuk mewujudkan Bondowoso sebagai lumbung ternak modern peternakan akan diupayakan menjadi OPD tersendiri mengingat Bondowoso sebagai lumbung ternak ke 3 di Jawa Timur ,”Apa yang tidak bisa , yang penting untuk kebaikan,” tukasnya.
Untuk diketahui sebagai salah satu lumbung ternak terbesar di Jawa Timur, Bondowoso tidak pernah kekurangan daging sapi bahkan Bondowoso mampu menyuplai daging untuk kabupaten-kabupaten di sekitarnya, seperti Jember, Banyuwangi dan Situbondo.
Pantauan pelatihan tersebut diikuti para peternak dengan mendatangkan nara sumber dari UNAIR.











