page contents
20 Oktober 2020
tapalkudapost.com
Featured Pendidikan

Penarikan Sejumlah Uang di SMPN Kalipuro Dikeluhkan Wali Murid

Banyuwangi-Helmi Rosyadi selaku Ketua Dewan Pimpinan Kolektif Aliansi Rakyat Miskin mendatangi Smpn I Kalipuro karena keluhan beberapa orang wali murid terkait penarikan dana UNBK dan biaya perpisahan senilai Rp 580.000 di duga tidak transparan.

Setalah beberapa jam menunggu akhirnya Helmi di temui oleh wakil kepala sekolah Adi mujianto di ruang tamu, dan wakil kepala sekolah Smpn 1 kalipuro menjelaskan kepada helmi terkait dana Rp 580.000 persiswa itu.

” Dana tersebut tidak semuanya bayar mas dan untuk lebih detailnya langsung ketemu komite beliau yang lebih paham karena pihak sekolah kurang begitu paham semenjak kepala sekolah yang lama di mutasi ” elaknya, Rabu (29/07/20)

Setelah beberapa lama helmi berbincang bincang dengan pihak sekolah datanglah seoarang wanita parubaya Nita (35) yang mengaku walimurid siswa kelas 9. E yang baru saja lulus.

Ikalan Didalam

” Saya di minta bayar uang UNBK dan biaya Perpisahan sebesar saya Rp 580.000 dan saya bayar lunas dan ada kwitansinya cuma tidak saya bawa ada di rumah, namun kemaren saya di kasi amplop oleh anak saya katanya pengembalian biaya UNBK dan perpisahan setelah saya buka cuma berisi uang 50ribu rupiah, saya heran dan kaget padahal kegiatan perpisahan dan UNBK tidak di laksanakan karena pandemi covid 19, saya cuma ingin Komite dan pihak sekolah transparan aja terkait dana senilai 580ribu tersebut ” ungka Nita dengan nada kecewa

Sementara itu Helmi selaku ketua Dewan Pimpinan Kolektif Aliansi Rakyat Miskin akan terus mempertanyakan uang pungutan di SMPN I Kalipuro senilai 580 ribu yang peruntukannya untuk biaya UNBK dan Perpisahan padahal jelas di masa pandemi covid -19 perpisahaan di tiadakan dan jika pihak sekolah smpn1 kalipuro masih berbelit belit maka saya akan musyawarah dengan para wali murid dan akan saya laporkan ke aparat penegak hukum dalam hal ini saber pungli.

Sampai berita ini di tayangkan ketua komite smpn 1 kalipuro M.Syarifuddin yang bisa di panggil Ribut ini tidak dapat di hubungi melalui saluran telpon selulernya untuk di konfirmasi.(mam)

IklanPost

Related posts

Ledakan Akibat Bubuk Petasan Tewaskan Pemuda Lajang di Situbondo

Tapalkudapost

BPBD Situbondo Sosialisasi Penanganan Darurat di Beberapa Lokasi

Tapalkudapost

Dinas Pertanian Bondowoso Gelar Pasar Tani

Tapalkudapost