Bondowoso — Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, H. Agus Wicaksono melantik pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso di Ballroom Hotel Ijen View Bondowoso, Minggu (16/5/2026).
Pelantikan tersebut sebenarnya bersamaan dengan pengurus partai dari sejumlah daerah, di antaranya Bangkalan, Sampang, Magetan, dan Situbondo.
Bukan maksud membandingkan kata Agus ,ia menilai pelantikan DPC PDIP Bondowoso tergolong paling megah di Jawa Timur .
Kendati dinilai paling megah usai pelantikan tugas berat sudah menanti,
karena menurut Agus pelantikan ini juga menjadi bagian dari konsolidasi internal partai dalam menghadapi agenda politik mendatang, termasuk Pemilu dan Pilkada 2029.
Agus Wicaksono menekankan pentingnya pengurus partai memahami filosofi Jawa “olah rogo, olah roso, olah jiwo” sebagai landasan dalam menjalankan tugas kepartaian.
Menurutnya, olah rogo bermakna menjaga kesehatan fisik dan ketahanan diri dalam menjalankan aktivitas organisasi.
Sementara olah roso dimaknai sebagai upaya melatih kepekaan hati, empati, dan kejernihan batin dalam memahami masyarakat.
Adapun olah jiwo merupakan proses membangun ketenangan dan kekuatan spiritual agar kader mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Pengurus partai harus memiliki keseimbangan antara kekuatan fisik, batin, dan spiritual agar mampu menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh kader agar tetap solid dan satu komando dalam menjalankan perjuangan politik partai. Menurutnya, pola pikir dan tindakan kader harus tetap konsisten dengan ajaran Proklamator RI, Soekarno.
Agus menyebut, pengurus baru harus mampu berkolaborasi dengan kader senior yang telah berpengalaman dalam perjuangan partai.
Semangat kolektif dan gotong royong dinilai menjadi kunci menghadapi tantangan politik ke depan.
“Saya yakin pengurus yang baru dilantik mampu menjalankan tugas kepartaian dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan semangat gotong royong untuk memenangkan Pilpres, Pileg, dan Pilkada,” katanya.
Ia menambahkan, DPC PDI Perjuangan Bondowoso memiliki cita-cita besar untuk memperkuat posisi partai di eksekutif pada masa mendatang. Karena itu, konsolidasi organisasi dinilai menjadi langkah awal yang penting.
Menurut Agus, pengurus PAC yang telah dilantik juga diminta segera melakukan silaturahmi dengan tokoh masyarakat di desa-desa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kader partai di tingkat desa benar-benar mampu menjalankan tugas organisasi secara optimal.
“Pengurus tidak hanya direkrut secara administratif, tetapi harus menjadi kader yang militan dan mampu menjalankan tugas partai dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kaderisasi berjenjang di tubuh PDI Perjuangan sebagai partai pelopor yang tetap berpijak pada ideologi kerakyatan.
Selain itu, Agus mengingatkan bahwa pemilih muda akan menjadi kekuatan dominan pada Pemilu 2029. Karena itu, kader partai diminta aktif dan adaptif terhadap perkembangan media sosial.
“Pemilih muda kini menjadikan media sosial sebagai rujukan dalam menentukan pilihan politik. Karena itu, kader partai harus familiar dengan media sosial,” katanya.
Agus menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi kekuatan utama partai. Menurutnya, seluruh elemen partai mulai dari DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten hingga struktur partai harus bergerak secara kolektif.
“Gotong royong adalah semangat perjuangan kita. Ideologi Pancasila jika diperas menjadi gotong royong, dan itulah semangat yang harus terus dijaga,” pungkasnya.














