Bondowoso — Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan petani di tengah tantangan situasi global yang memengaruhi sektor pertanian.
Menurut Sonny, persoalan dampak ekonomi global seharusnya tidak menjadi beban masyarakat, khususnya petani. Ia menilai pemerintah harus hadir untuk memastikan kesejahteraan petani terus meningkat.
“Situasi global memang bisa memengaruhi banyak hal, tetapi itu bukan menjadi beban masyarakat. Pemerintah harus memikirkan bagaimana petani bisa semakin sejahtera,” ujarnya di Ijen Viuw Bondowoso ,Sabtu ,16 Mei 2026
Ia menjelaskan, kesejahteraan petani tidak cukup diukur hanya dari perbandingan biaya produksi dengan hasil panen atau nilai tukar petani semata.
Menurutnya, petani juga memiliki kebutuhan primer, sekunder, hingga tersier yang harus dipenuhi seperti masyarakat pada umumnya.
“Petani juga membutuhkan biaya pendidikan anak, kesehatan, dan kebutuhan hidup lainnya. Jadi ukuran kesejahteraan petani tidak bisa hanya dilihat dari hasil panen saja,” katanya.
Pria Kelahiran 30 Agustus 1974 ini mencontohkan, dalam sektor buruh terdapat standar upah minimum yang mengacu pada kebutuhan hidup layak.
Hal serupa, menurut politisi muda PDIP inu, juga perlu menjadi perhatian dalam kebijakan sektor pertanian.
Dalam kesempatan itu, ia turut mengapresiasi sejumlah langkah pemerintah yang dinilai mulai memberikan dampak positif bagi petani.
Salah satunya terkait distribusi pupuk yang disebut semakin membaik, baik dari sisi ketepatan waktu maupun jumlah.
Selain itu, Sonny juga mengapresiasi penetapan harga gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram yang dinilai cukup membantu petani.
“Harga gabah Rp6.500 sudah cukup lumayan untuk membantu masyarakat. Kalau masih ada harga di bawah itu, silakan disampaikan kepada saya melalui rumah aspirasi atau pihak terkait karena itu tidak boleh terjadi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya modernisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Dikatakan ,bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) perlu terus diperjuangkan agar petani dapat bekerja lebih efektif dan efisien.
Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, kehutanan, dan kelautan, Sonny mengaku terus menyalurkan berbagai bantuan sesuai kebutuhan masyarakat, termasuk bantuan bibit padi, dan jagung.
“Jenis bantuan yang diberikan juga kami sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya perawatan terhadap bantuan alat pertanian yang telah diberikan pemerintah.
Pria yang lahir di kota Gandrung ini menilai masih banyak alsintan yang rusak dalam waktu singkat akibat minimnya biaya dan perhatian terhadap perawatan.
“Sering kali alat pertanian baru satu tahun diberikan sudah rusak karena tidak ada biaya perawatan. Ini juga harus menjadi perhatian bersama agar bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat dalam jangka panjang,” pungkasnya.














