Beranda Lensa Nusantara Bukan Sekadar Label! BRK Reborn Digelorakan, Kopi Bondowoso Mulai Unjuk Gigi di...

Bukan Sekadar Label! BRK Reborn Digelorakan, Kopi Bondowoso Mulai Unjuk Gigi di Pasar Dunia

1784696982808

BONDOWOSO – Semangat menghidupkan kembali identitas Bondowoso sebagai Republik Kopi kembali digelorakan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mendorong penguatan promosi kopi lokal melalui gerakan Bondowoso Republik Kopi (BRK) Ribon, sekaligus menggandeng pelaku media dan generasi Z untuk memperluas gaung kopi Bondowoso di ruang digital.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bondowoso, Mulyadi, mengatakan penguatan kembali BRK bukan sekadar menghidupkan sebuah label, tetapi menjadi bagian dari upaya memperbesar promosi dan manfaat ekonomi dari komoditas kopi bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Mulyadi dalam kegiatan di Musik Geledek Lajuh Kironggo, Jumat (2/10/2026).

“Dalam rangka kita menghidupkan kembali Bondowoso Republik Kopi, kegiatan ini sangat membantu bagi kami, terutama untuk mempromosikan BRK Reborn,” kata Mulyadi.

Menurutnya, geliat kopi di Bondowoso sebenarnya telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya para pelaku usaha kopi. Namun, semangat promosi dan pengembangannya dinilai perlu terus diperkuat agar potensi tersebut tidak berhenti di tingkat lokal.

Mulyadi menyebut perkembangan sektor kopi Bondowoso berlangsung di berbagai lini, mulai dari sektor hulu hingga hilir. Bahkan, sejumlah pelaku kopi lokal disebut telah mampu membawa produk Bondowoso ke pasar luar negeri.

“Di beberapa event kita juga bisa bertarung di kancah nasional maupun internasional. Beberapa hari yang lalu kita juga sempat ekspor dari para pelaku kopi, ada yang ke Eropa dan juga ke Timur Tengah,” ujarnya.

Kopi dan Tembakau Jadi Penopang Ekonomi

Mulyadi menilai perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah. Ia menyebut komoditas kopi dan tembakau turut memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat Bondowoso.

Ia juga menyinggung capaian pertumbuhan ekonomi Bondowoso pada triwulan II yang menurutnya menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Karesidenan Besuki.

Namun, angka dan perbandingan tersebut tetap perlu dilihat berdasarkan data resmi statistik dan periode pengukuran yang digunakan.

1785517338444

Di sisi lain, Pemkab Bondowoso juga mengapresiasi peran komunitas kreator digital, termasuk Kampung YouTuber, yang ikut mempromosikan berbagai program daerah melalui media sosial.

Menurut Mulyadi, kekuatan promosi digital menjadi semakin penting karena pasar kopi tidak hanya membutuhkan produk berkualitas, tetapi juga narasi dan promosi yang mampu menjangkau konsumen lebih luas.

Gen Z dan Media Diajak Jadi Penggerak Promosi

Dalam kesempatan tersebut, Mulyadi juga menyoroti program yang diinisiasi PTPN I berupa kompetisi konten media sosial. Program tersebut disosialisasikan untuk menarik partisipasi masyarakat, khususnya kalangan media dan generasi Z, dalam mempromosikan Bondowoso Republik Kopi.

Ia menyebut antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi.
Mulyadi mengajak masyarakat Bondowoso tidak hanya menjadi penonton dalam promosi potensi daerah sendiri.

Menurut dia, masyarakat lokal justru memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung mengenai perkembangan komoditas kopi di daerahnya.

“Kita jangan sampai menjadi penonton atau pendengar dan tidak mendapatkan manfaat. Dengan kegiatan ini, insyaallah kita juga akan berpartisipasi dan mendapatkan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat Bondowoso,” katanya.

Ia menilai media sosial memiliki daya jangkau yang besar untuk memperkenalkan kopi Bondowoso kepada khalayak yang lebih luas, termasuk pasar nasional dan internasional.

“Melalui media sosial ini kita bisa memassifkan promosi tentang perkembangan kopi di Kabupaten Bondowoso sehingga bisa didengar khalayak banyak, khususnya nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Dengan demikian, penguatan BRK Reborn kini tidak hanya bertumpu pada produksi kopi, tetapi juga pada bagaimana potensi tersebut dikemas dan dipromosikan secara kreatif.

Tantangannya, promosi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas produk, penguatan pelaku usaha, akses pasar, serta manfaat ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat kopi di Bondowoso.

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521