page contents
20 Oktober 2020
tapalkudapost.com
Featured Lensa Nusantara Pendidikan

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Lakukan Gebrakan Desa Tanguh Mandiri di Bumi Kironggo

 

Bondowoso, Moch Soni Saifurridzal Mahasiswa KKN , Universitas Islam Negeri UIN Walisongo Semarang melakukan gebrakan “Desa Tangguh Mandiri” di masa pandemi Covid-19 di Kelurahan Nangkaan Kabupaten Bondowoso ,Jawa Timur .

Kehadiran Mahasiswa KKN di bumi Kironggo tepatnya di Kelurahan Nangkaan ini diakui masyarakat sangat membantu, betapa tidak, mereka melakukan gerakan sosial dimasa-masa sulit karena pandemi Covid-19.

“Kami bersama teman-teman melakukan kegiatan ini sejak 2 Juni hingga 29 Agustus 2020 ,kegiatan bersama pemuda desa berbasis gerakan sosial kemasyarakatan,” jelasnya saat dikonfirmasi tapalkudapost.com

Dijelaskan bahwa tujuan kegitan tersebut adalah membangkitkan kembali berbagai sektor yg lemah akibat pandemi dan membantu pembangunan desa.

“Kegiatan ini di lakukan dengan mengandeng pemuda desa yang keanggotaan formalnya berjumlah 32 Alhamdulillah mendapat tanggapan positif dari masyarakat, terutamanya para pemuda yang merasa mendapatkan edukasi dengan kehadiran kami,”tegasnya.

Ikalan Didalam

Dikatakan bahwa beberapa kegiatan yang dialakukan diantaranya Proker reguler yang meliputi Penyemprotan desinfektan ,Lingkar literasi ( diskusi ), Donor darah,Sosialisasi new normal

“Sementara untuk program unggulan
meliputi Pendirian lumbung sayur,Pendirian lumbung ikan,Bakti sosial dengan bagi sembako dan bagi masker ,”tukasnya.

Pihaknya berharap gebrakan yang dilakukan bisa membangun desa lebih mandiri, SDM unggul dan sejahtera .

“Kami sangat berharap semoga pemerintah peka terhadap gerakan pemuda yang mendukung pembangunan ini dan nantinya ketika kita kembali kemasyarakat bisa mendapatkan suport,”pungkasnya.

IklanPost

Related posts

Bupati Situbondo Berharap Damkar, Satpol PP dan Linmas Tidak Hanya Menjadi Penjaga Kota

Tapalkudapost

Kaji Terap Pengelolaan PDAM Sehat, Pemkab Sintang Kunjungi PDAM Bondowoso

Tapalkudapost

Tertimbun 30 Tahun di Loteng, Koper “Harta Karun” Sang Pelukis Dunia

Tapalkudapost