page contents
5 Juli 2020
tapalkudapost.com
Featured Pendidikan

Kegiatan Belajar di Rumah Diperpanjang Hingga 5 April dan UN Ditiadakan

 

 

BONDOWOSO- Harimas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bondowoso menyampaikan bahwa pihaknya memperpanjang masa kegiatan belajar di rumah bagi pelajar sampai 5 April 2020.

Diakui bahwa keputusan tersebut terkait pencegahan penyebaran virus corona yang semakin meluas.

Dikabarkan sebelumnya masa kegiatan belajar di rumah bagi siswa-siswi diberlakukan selama dua pekan, terhitung sejak 16 Maret sampai 29 Maret 2020.

Sementara untuk pelaksanaan Ujian Nasional untuk SD dan SMP dipastikan juga ditiadakan.

Hal tersebut kata Harimas menyusul adanya surat edaran dari Kemendikbud, yang akan diteruskan dengan Surat Edaran ke lembaga pendidikan hingga tingkat bawah.

“Jadi tidak ada istilah ditunda tapi ditiadakan,”jelasnya,Rabu 25/03/2020 di halaman Pemkab Bondowoso usai mengikuti pencanangan Antisipasi Covid-19.

Dijelaskan bahwa pengganti penilaian kelulusa diserahkan kepada sekolah masing-masing dengan referensi melalui ujian-ujian yang sudah dilaksanakan beberapa waktu itu. Di samping itu, juga tetap dilaksanakan ujian sekolah.

” Walaupun pelaksanaan tidak bertatap langsung. Jadi kita bisa memberikan secara portofolio, memberikan PR. Sesuai dengan kurikulum yang sudah ada. Dan tidak boleh berlebihan,”ungkapnya.

Untuk UN yang ditiadakan ini pihaknya mengikuti mekanisme dari Pemerintah Pusat.

Informasi yang berhasil dihimpun jumlah peserta didik yang yang akan mengikuti ujian sekolah untuk jenjang SD/MI yakni mencapau 11.040 daru 618 lembaga pendidikan negeri atau pun swasta.

Sedangkan untuk peserta ujian nasional SMP/MTs berjumlah 9.617 dari 241 lembaga pendidikan negeri dan swasta.

Ikalan Didalam

– Harimas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bondowoso menyampaikan bahwa pihaknya memperpanjang masa kegiatan belajar di rumah bagi pelajar sampai 5 April 2020.

Diakui bahwa keputusan tersebut terkait pencegahan penyebaran virus corona yang semakin meluas.

Dikabarkan sebelumnya masa kegiatan belajar di rumah bagi siswa-siswi diberlakukan selama dua pekan, terhitung sejak 16 Maret sampai 29 Maret 2020.

Sementara untuk pelaksanaan Ujian Nasional untuk SD dan SMP dipastikan juga ditiadakan.

Hal tersebut kata Harimas menyusul adanya surat edaran dari Kemendikbud, yang akan diteruskan dengan Surat Edaran ke lembaga pendidikan hingga tingkat bawah.

“Jadi tidak ada istilah ditunda tapi ditiadakan,”jelasnya,Rabu 25/03/2020 di halaman Pemkab Bondowoso usai mengikuti pencanangan Antisipasi Covid-19.

Dijelaskan bahwa pengganti penilaian kelulusa diserahkan kepada sekolah masing-masing dengan referensi melalui ujian-ujian yang sudah dilaksanakan beberapa waktu itu. Di samping itu, juga tetap dilaksanakan ujian sekolah.

” Walaupun pelaksanaan tidak bertatap langsung. Jadi kita bisa memberikan secara portofolio, memberikan PR. Sesuai dengan kurikulum yang sudah ada. Dan tidak boleh berlebihan,”ungkapnya.

Untuk UN yang ditiadakan ini pihaknya mengikuti mekanisme dari Pemerintah Pusat.

Informasi yang berhasil dihimpun jumlah peserta didik yang yang akan mengikuti ujian sekolah untuk jenjang SD/MI yakni mencapau 11.040 daru 618 lembaga pendidikan negeri atau pun swasta.

Sedangkan untuk peserta ujian nasional SMP/MTs berjumlah 9.617 dari 241 lembaga pendidikan negeri dan swasta.

IklanPost

Related posts

Hari Santri Nasional, P2S2 Sukorejo Pecahkan Rekor MURI Kaligrafi Terbesar

Tapalkudapost

Bambang Suwito : Jangan Takut Dicopot Dari Jabatan Jika Setara Kualifikasinya dan Bisa Melayani Masyarakat

Tapalkudapost

Ruang Kerja Wali Kota Blitar Disegel KPK

Tapalkudapost