Beranda Lensa Nusantara Jatuh dari Pohon Jati Setinggi 17 Meter, Mustafa Terima Bantuan Pengobatan dari...

Jatuh dari Pohon Jati Setinggi 17 Meter, Mustafa Terima Bantuan Pengobatan dari Baznas Bondowoso

1784696982808

BONDOWOSO – Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bondowoso. Kali ini, Baznas menyalurkan bantuan biaya pengobatan sebesar Rp1,5 juta kepada Mustafa, warga Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee, yang mengalami kecelakaan kerja setelah terjatuh dari pohon jati setinggi sekitar 17 meter.

Mustafa mengalami luka di bagian kepala saat memotong ranting pohon jati. Akibat insiden tersebut, ia harus menjalani perawatan di RSDK Bondowoso.
Bantuan diserahkan oleh Wakil Ketua III Baznas Bondowoso, Budi Hartono, kepada Kepala Desa Ramban Kulon, Ahmad Tohir Judianson, S.T., pada Selasa (13/10/2026), untuk membantu meringankan biaya pengobatan korban.

Kepala Desa Ramban Kulon, Ahmad Tohir Judianson, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Baznas terhadap warganya yang sedang mengalami musibah.

“Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk membantu pengobatan Mustofa,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah desa siap mendukung program Baznas, khususnya dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

1791899701721

“Desa Ramban Kulon siap membayar ZIS atau zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas Bondowoso,” katanya.

Sementara itu, Ketua Baznas Bondowoso, Ahmadi, menegaskan bahwa lembaganya berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat, terutama warga yang sedang sakit dan membutuhkan dukungan biaya pengobatan.

“Baznas Bondowoso akan terus membantu warga desa di Bondowoso yang sakit,” kata Ahmadi.

Ia juga mengimbau para kepala desa agar tidak ragu berkoordinasi dengan Baznas apabila terdapat warga yang membutuhkan bantuan pengobatan, terutama mereka yang belum terjangkau atau tidak mendapatkan perlindungan dari BPJS Kesehatan.

Melalui bantuan tersebut, Baznas berharap beban keluarga Mustofa dapat sedikit berkurang sehingga proses pengobatan korban bisa berjalan dengan baik.
(Eko)

ilustrasi-stop-pungli