JAKARTA – Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi angkat kaki dari Rutan Kelas I Komisi Pemberantasan Korupsi untuk pindah ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Jumat 4 Mei 2018.
Setya Novanto sendiri akan mendekam di Lapas Sukamiskin selama 15 tahun ke depan, setelah majelis hakim memvonis mantan Ketum partai Golkar itu bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi terkait pengerjaan proyek pengadaan e-KTP.
1. Cooling Down
Saat tiba di Lapas Suka Miskin Bandung, Setnov mengaku siap untuk menjalani masa tahanan setelah dirinya tidak mengajukan banding atas vonis yang sudah diberikan majelis hakim.
“Saya siap untuk berdoa dan saya masih tetap untuk cooling down dulu,” ujar Setnov.
2. Janji Bersikap Koorperatif
Mantan Ketua DPR itu mengaku dirinya akan tetap bersifat kooperatif kepada KPK, lantaran menurut Setnov, masih banyak hal yang perlu disampaikannya di dalam sidang.
“Tetap saya akan kooperatif pada KPK, pada saat nanti menghadiri (sidang) saksi-saksi perkara lainnya mendalami e-KTP, karena masih banyak juga hal hal yang masih perlu disampaikan nanti,” tutur dia.
3. Pamit dari Kos-kosan Menuju Pesantren
Dengan pakaian yang bergaya kasual, sebelum menaiki mobil tahanan Setnov sempat pamit kepada awak media. Ia mengatakan bahwa akan hengkang dari dari tempat yang disebutnya sebagai kosan menuju Pesantren yakni Lapas Sukamiskin.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh wartawan KPK dan saya sekarang mohon pamit dari kos-kosan. Saya akan menuju ke tempat pesantren,” tutur Setnov.
4. Teka-teki Tersangka Baru
Mantan Ketum Partai Golkar itu menilai nantinya akan ada tersangka baru yang akan terseret di dalam kasus korupsi e-KTP yang sudah merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu. Ucapan itu disampaikan Setnov sebelum masuk ke Lapas Sukamiskin.
5. Merasa Dizalimi atas Vonis
Setya Novanto menganggap dirinya telah dizalami atas vonis yang sudah diputuskan oleh hakim. Setnov pun berharap agar pihak yang menzolimi mendapatkan maaf dan balasan dari Allah SWT.
“Biarlah saya sendiri yang dizalimi. Mudah-mudahan bahwa mereka yang menzalimi tentu dimaafkan dan siapa yang menzalimi tentu akan dibalas Allah SWT baik di dunia maupun di akhirat,” kata dia.(qlh)