Bondowoso — Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan melakukan verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan guna memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran.
Bupati Bondowoso melalui Sekretaris Daerah , Fathur Rozi, mengatakan langkah tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pemerintah desa, hingga unsur terkait lainnya.
Berdasarkan data tahun 2025, angka kemiskinan di Bondowoso tercatat mencapai 12,2 persen atau sekitar 87 ribu jiwa. Mayoritas penerima bantuan sosial berada pada kategori desil 1 hingga desil 4, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Pemerintah daerah menilai proses pengecekan ulang data penting dilakukan agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Semangatnya adalah memastikan apakah angka kemiskinan yang ada saat ini memang sesuai fakta di lapangan. Jika memang benar, tidak menjadi masalah. Yang penting, datanya valid dan bantuan tepat sasaran,” ujar Fathur Rozi usai rapat koordinasi kemiskinan ekstrem di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, penerima bantuan PKH berada pada kelompok desil 1 sampai 4. Sementara itu, penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) serta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) mencakup desil 1 hingga 5.
Menurutnya, proses verifikasi akan dilakukan secara menyeluruh melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor agar data dalam sistem kesejahteraan sosial benar-benar akurat.
Sekda juga menjelaskan bahwa indikator utama kemiskinan ditentukan dari tingkat pendapatan masyarakat. Garis kemiskinan di Bondowoso saat ini berada pada angka Rp526.325 per kapita per bulan.
Warga dengan pendapatan di bawah angka tersebut masuk kategori miskin. Sementara itu, kategori kemiskinan ekstrem ditetapkan bagi masyarakat dengan pendapatan di bawah Rp391 ribu per kapita per bulan.
“Persoalan kemiskinan bukan hanya terkait kondisi geografis, tetapi lebih pada tingkat pendapatan masyarakat. Namun demikian, kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, kendaraan, hingga faktor geografis juga memiliki keterkaitan,” jelasnya.
Sejumlah wilayah di Bondowoso disebut masih memiliki tingkat kemiskinan cukup tinggi, di antaranya Kecamatan Tlogosari, Cermee, dan beberapa daerah lainnya. Pemerintah memastikan data warga miskin di wilayah tersebut telah terpetakan dan akan menjadi fokus dalam proses verifikasi lanjutan.














