Bondowoso – Wakil Bupati Bondowoso , H.Irwan Bachtiar Rahmad bersama Forpimda, serta perwakilan keluarga KI Ronggo melepas 200 ekor merpati (totaan dere) sebagai tanda pelaksanaan Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) ke 200,di lapangan Tegalampel.
Dijelaskan bahwa pelepasan merpati merupakan simbol perdamaian. Selain itu, pelepasan merpati juga sebagai simbol kebebasan.
“Pelepasan merpati ini sebagai simbol perdamaian dan kebebasan. Jangan sampai kita terbelenggu,” kata Wabup , Sabtu (29/6/2019).
Dikatakan , Harjabo kali harus tampil beda dengan tahun – tahun sebelumnya. Harus menunjukkan keberagaman, yang diaplikasikan dengan rasa memiliki ikut serta memeriahkan Harjabo.
Baca Juga :
- “Jangan Besar Pasak daripada Tiang”, Ketua DPRD Bondowoso Minta Perumdam Ijen Tirta Berbenah Total
- Tunjangan Pendidikan Rp14,33 Juta untuk Direktur Perumdam Ijen Tirta Perlu Dipertanyakan, Diduga Tak Sesuai Ketentuan
- Bukan Sekadar Ungkapan, “Sampek Mate, Sampek Odik Pole” Jadi Tekad Merawat Mahabbah Guru
- 334 Warga Bondowoso Diverifikasi untuk Bantuan Modal Produktif KIP Jawara Tanpa Ada Potongan
- Empat Tahun Jadi Langganan Dropping, Pemkab Bondowoso Bidik Delapan Titik Kekeringan dengan Solusi Permanen

“Kita tunjukkan keberagaman. Semua harus berpartisipasi aktif dalam memperingati Harjabo,” harapnya.
Bondowoso bukanlah milik satu golongan saja. Oleh karena itu, semua warga yang ada di kota Bondowoso boleh saja ikut serta memeriahkan Harjabo.
“Yang terpenting, mereka mempunyai rasa memiliki terhadap Bondowoso,” jelasnya.
Usai acara lepas merpati. Kegiatan dilanjutkan dengan grebeg gunungan, selanjutnya rombongan menuju makam Ki Ronggo untuk nyekar.













