Beranda Ekonomi & Teknologi Harga Singkong Melonjak, Baznas Bondowoso Suntik Modal UMKM Tape

Harga Singkong Melonjak, Baznas Bondowoso Suntik Modal UMKM Tape

1784696982808

BONDOWOSO — Industri tape yang selama ini menjadi salah satu ikon kuliner Kabupaten Bondowoso tengah menghadapi tantangan serius. Harga singkong sebagai bahan baku utama dilaporkan melonjak dalam sebulan terakhir, dari sekitar Rp2.000 menjadi Rp4.500 per kilogram. Kenaikan tersebut mencapai Rp2.500 atau sekitar 125 persen.

Lonjakan harga bahan baku itu menjadi persoalan tersendiri bagi pelaku usaha tape. Pasalnya, singkong merupakan komponen utama dalam proses produksi, sementara kenaikan harga tidak selalu dapat langsung dibebankan kepada konsumen melalui kenaikan harga jual.

Salah satu faktor yang disebut turut memengaruhi kenaikan harga adalah berkurangnya areal tanam singkong di sejumlah wilayah. Sebagian petani memilih beralih ke komoditas lain yang dinilai lebih menguntungkan, seperti tebu, jagung, kedelai, hingga sengon.

Di sisi lain, jumlah pelaku usaha tape terus bertambah. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap bahan baku singkong semakin tinggi, sementara ketersediaannya di tingkat petani semakin terbatas.

Di tengah tekanan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bondowoso berupaya membantu pelaku usaha tape melalui dukungan permodalan. Bersinergi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Baznas menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp15 juta kepada 15 pelaku UMKM tape.

Bantuan tersebut diserahkan dalam kegiatan yang digelar di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Kulon, Jalan Diponegoro, Bondowoso, Selasa (1/9/2026) pagi.

Para penerima bantuan merupakan pelaku UMKM tape dari Kecamatan Binakal dan Wringin.Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi tambahan modal bagi pelaku usaha untuk menjaga keberlangsungan produksi, terutama ketika biaya bahan baku mengalami kenaikan cukup signifikan.

Staf Ahli Bupati Bondowoso, Dodi Siregar, yang hadir sekaligus membuka kegiatan, menilai peran Baznas semakin penting di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Ia mengapresiasi langkah Baznas yang ikut memperkuat permodalan UMKM, khususnya pelaku usaha tape yang selama ini turut menjaga keberadaan tape sebagai produk unggulan Bondowoso.

1785517338444

“Terima kasih kepada Baznas Bondowoso yang telah memberikan bantuan modal usaha kepada pelaku UMKM tape. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga usaha mereka semakin berkembang,” ujarnya.

Kepala Diskoperindag Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto, juga mengapresiasi kontribusi Baznas dalam membantu pelaku UMKM menghadapi tantangan usaha, termasuk persoalan permodalan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas menjadi bentuk dukungan konkret untuk menjaga keberlangsungan sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di Bondowoso.
“Semoga pelaku UMKM tape ini terus berkembang dan mampu meningkatkan usahanya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Baznas Bondowoso, KH Ahmadi, menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta para ASN yang selama ini mendukung penghimpunan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas.

Menurutnya, semakin besar dana zakat, infak, dan sedekah yang berhasil dihimpun, semakin luas pula program kemanfaatan yang dapat dijalankan Baznas untuk masyarakat.

“Semakin besar dana zakat, infak, dan sedekah yang dibayarkan kepada Baznas Bondowoso, kami akan semakin leluasa membantu pengentasan kemiskinan, pelaku usaha, kaum dhuafa, anak yatim, memberikan beasiswa, membantu pengobatan warga, biaya hidup, dan lainnya,” tuturnya.

Tak hanya memberikan dukungan modal, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelatihan pengembangan kemasan produk. Anton Widodo dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur hadir memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM.

Penguatan kemasan dinilai penting untuk meningkatkan daya tarik sekaligus nilai jual produk. Dengan kemasan yang lebih menarik dan memiliki daya saing, produk tape Bondowoso diharapkan mampu memperluas pasar dan tidak hanya bergantung pada konsumen lokal.

Di tengah harga singkong yang melonjak dan ketersediaan bahan baku yang kian terbatas, dukungan permodalan dan penguatan kapasitas menjadi penting agar industri tape Bondowoso tetap bertahan, berkembang, dan mampu mempertahankan identitasnya sebagai salah satu produk unggulan daerah.

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521