page contents
10 Juli 2020
tapalkudapost.com
Featured Peristiwa Pertanian Politik & Pemerintahan

Flu Burung Sebabkan Puluhan Ayam Mati Mendadak ,Sekda Minta Masyarakat Tenang

BONDOWOSO – Positif terjangkit Flu burung 74 ayam di RT 17 RW 4 Desa Kalianyar, Kecamatan Tamanan ditemukan mati mendadak.

Sekretaris Daerah (Sekda) Syaifullah,tinjau langsung ke lokasi, Ia meminta dokter hewan untuk melokalisir kawasan tersebut.

“Kita lihat ini terjadi apa. Kalau memang tidak terjadi itu sudah berhasil. Tapi, kalau masih terjadi kita perlu mengambil langkah-langkah cepat lagi,”tuturnya.

Ia menerangkan bahwa manakala akan dilakukan pemusnahan terhadap ayam-ayam yang masih hidup, pihaknya masih akan mendiskusikan terkait rencana ganti rugi tersebut.

“Kalau ganti rugi masih kita perbincangkan Karena ini kan kejadian. Karena ini ada instruksi Mendagri, kita diskusikan dengan Kades,”tegasnya.

Sekda meminta, masyarakat untuk tetap tenang, namun teta waspada. Terpenting, menjaga kebersihan di lingkungan.

Kepala Dinas Pertanian Ir Dwi Wardana mengatakan, kematian ternak ini mulai 10 hari lalu. Ada 74 unggas yang mati. Ketika dilakukan rapid tes pada darah ayam, ternyata positif flu burung.

“Selanjutnya kami menindaklanjuti hari ini untuk mengedukasi masyarakat,”imbuhnya.

Menurutnya langkah melokalisir masyarakat dalam satu dusun tersebut tidak boleh menjual atau membawa unggas ke luar daerah. Selain itu juga dihindari kontak langsung dengan unggas ,agar tidak tertular.

“Kami sikapi dengan gerak cepat, harapannya tidak ada penambahan kematian unggas dan masyarakat tidak sampai ada yang tertular,” harapnya.

Dokter Hewan Puskeswan Tamanan, Suhartono, menjelaskan, bahwa semula Kepala Desa Kalianyar Eva Anggraeni melaporkan adanya kematian ayam jenis buras secara mendadak ke Puskeswan setempat.

Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan bahwa selain mati mendadak, jengger ayam-ayam tersebut tampak berwarna kebiruan.

Setelah mengumpulkan informasi dan kemudian dilakukan rapid tes AI ayam tersebut menunjukkan negatif, dan ada yang menunjukkan hasil positif AI (Flu burung),”ungkapnya.

Setelah ditemukan adanya kasus tersebut pihaknya akan melakukan penyemprotan desinfektan setiap lima hari. Termasuk, menyarankan ke masyarakat untuk mengandangkan dan tidak menjual ayam yang masih hidup.

IklanPost

Related posts

Rumah di Jalan Anggrek Situbondo Terbakar, 3 Unit dan 4 Unit Motor Ludes

Tapalkudapost

Bantahan Tito soal Cawapres Berhasil Tangkal Opini Liar

Tapalkudapost

Sinung Sudrajad Prihatin Pelayanan RSUD yang Dikeluhkan Masyarkat

Tapalkudapost