Bondowoso – Desa Mandiro, Kecamatan Tegalampel, bakal mewakili Kabupaten Bondowoso dalam ajang Lomba Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) tingkat provinsi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, dr. M. Imron, melalui Kepala Bidang KSPPKB Ani Farmadiani,S.ST,Bdn,M.M.
Ani menjelaskan bahwa Lomba Kampung KB merupakan ajang apresiasi sekaligus evaluasi tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kompetisi ini ditujukan bagi desa atau kelurahan yang berhasil mengintegrasikan program kependudukan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.
“Lomba ini fokus pada inovasi pengurus Pokja, partisipasi masyarakat, serta dampak nyata terhadap penurunan angka stunting dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Tahapan penilaian meliputi seleksi berkas hingga verifikasi lapangan,” ujar Ani saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan monitoring pada Selasa (7/4/2026), sementara pengiriman data ke tingkat provinsi dijadwalkan pada 10 April 2026.
Menurut Ani, tujuan utama lomba ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana), mencari solusi atas berbagai permasalahan keluarga, serta mendorong terwujudnya generasi emas.
Selain itu, lomba juga mendorong partisipasi aktif kelompok kegiatan, seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Lansia (BKL), Bina Keluarga Remaja (BKR), serta Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
Dari sisi penilaian, terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian, di antaranya kelembagaan yang mencakup keaktifan kelompok kerja (Pokja), keberadaan surat keputusan kepengurusan, serta perencanaan kegiatan.
“Selain itu, intervensi program seperti penurunan stunting, kesehatan lingkungan, pemberdayaan ekonomi melalui UMKM atau UPPKA, serta sektor pendidikan juga menjadi indikator penting,” jelasnya.
Tak hanya itu, inovasi dalam menyelesaikan permasalahan lokal, kelengkapan dokumentasi, serta pengelolaan data melalui website Kampung KB turut menjadi bagian dari penilaian.
Tahapan lomba sendiri meliputi seleksi berkas berupa pemeriksaan profil dan laporan kegiatan, dilanjutkan dengan verifikasi lapangan melalui kunjungan tim juri.
Selanjutnya, pengurus Pokja Kampung KB akan mengikuti sesi paparan atau wawancara.
Ani menegaskan, penunjukan Desa Mandiro didasarkan pada sejumlah kriteria, salah satunya merupakan Kampung KB yang dibentuk antara tahun 2016 hingga 2022 dan belum pernah meraih juara utama di tingkat provinsi.
“Untuk menjadi nominator, biasanya juga melibatkan dukungan dana desa, seperti untuk pelatihan UMKM, budidaya pangan, maupun perbaikan infrastruktur lingkungan di sekitar sekretariat Kampung KB,” pungkasnya.
Penulis (Adhex)











