Beranda Lensa Nusantara Tiga Jurus Pemkab Bondowoso Tekan Kemiskinan

Tiga Jurus Pemkab Bondowoso Tekan Kemiskinan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan bahwa penanganan kemiskinan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Upaya tersebut, menurutnya, tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui sinergi dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat serta pemangku kepentingan.

“Pembangunan itu harus dilakukan secara bersama-sama. Tidak bisa hanya pemerintah saja, tetapi harus melibatkan semua pihak dalam upaya pengentasan kemiskinan,” ujar Fathur Rozi.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan angka kemiskinan pada tahun 2026.

Strategi pertama adalah pengurangan beban pengeluaran masyarakat, salah satunya melalui berbagai program bantuan sosial.
Program tersebut meliputi Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), Program Keluarga Harapan (PKH), serta bantuan pangan.

Ia menyebutkan, program-program tersebut telah dipersiapkan dan akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.

“Dalam bulan ini, bantuan akan segera disalurkan sebagai bagian dari upaya meringankan beban masyarakat,” jelasnya.

Strategi kedua adalah peningkatan pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pemerintah tidak hanya memberikan bantuan peralatan, tetapi juga pendampingan, pelatihan, hingga dukungan pemasaran.

FB_IMG_1773966750014

“UMKM terus kita dorong. Tidak hanya diberikan bantuan, tetapi juga didampingi, diberikan pelatihan, dan dibantu pemasarannya agar benar-benar berkembang,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan di sektor pertanian, seperti bantuan pupuk gratis untuk meningkatkan produktivitas petani.

Lebih lanjut, Fathur Rozi menyampaikan bahwa strategi ketiga adalah pengurangan kantong-kantong kemiskinan melalui peningkatan konektivitas wilayah.

Hal ini dilakukan dengan pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jaringan irigasi, serta akses pendukung ketahanan pangan.

“Melalui konektivitas wilayah, akses masyarakat akan semakin mudah, baik untuk distribusi hasil pertanian maupun aktivitas ekonomi lainnya,” terangnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa hasil dari berbagai program tersebut tidak dapat dirasakan secara instan.

Diperlukan proses, konsistensi, dan kerja sama semua pihak agar upaya pengentasan kemiskinan dapat berjalan optimal.

“Ini tidak bisa langsung terlihat hasilnya hari ini. Perlu proses, komitmen, dan kolaborasi semua pihak,” pungkasnya.

images (15)