Tiga Jembatan Ambrol di Bondowoso, Akses Siswa Terputus,KBM Tetap Jalan
Bondowoso, 1 April 2026 — Tiga jembatan di Kabupaten Bondowoso ambrol pada Senin (30/03/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Kerusakan paling parah terjadi pada jembatan di Desa Klekean, Kecamatan Prajekan.
Jembatan tersebut merupakan akses utama bagi siswa SDN Bandilan 3, 4, dan 5. Selain itu, jembatan juga menjadi jalur penghubung warga dari Dusun Somporan, Desa Klekean, menuju Dusun Taman Arum, Desa Bandilan.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, bersama jajaran meninjau langsung lokasi terdampak pada Selasa (31/03/2026).
Untuk memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berlangsung, pemerintah daerah mengambil langkah darurat. KBM bagi siswa terdampak sementara dipindahkan ke rumah kepala desa setempat.
Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil agar siswa tetap dapat mengikuti pelajaran selama masa perbaikan jembatan.
“Jembatan tersebut merupakan akses utama siswa dari Dusun Klekean menuju SDN Bandilan 4. Akibat terputusnya jembatan, siswa tidak bisa bersekolah. Kami telah menggelar rapat dan memutuskan bahwa selama 14 hari masa pekerjaan, KBM dilaksanakan di rumah kepala desa,” ujarnya melalui pesan singkat, Rabu (01/04/2026).
Ia menambahkan, keputusan tersebut juga mempertimbangkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SD yang dijadwalkan berlangsung pada 20 April mendatang, sehingga proses pembelajaran harus tetap berjalan.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Ansori, menyatakan bahwa jembatan penghubung Desa Bandilan dan Desa Klekean mengalami kerusakan total.
“Kerusakan meliputi bagian pondasi hingga badan jembatan yang telah hilang,” katanya.Pemerintah daerah berencana melakukan perbaikan secepatnya menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Proses penanganan darurat ditargetkan mulai dalam satu hingga dua hari ke depan.

















