Beranda blog Halaman 5

Jalur Menuju ASDP Ketapang Berangsur Lancar, Polresta Banyuwangi Optimalkan Buffer Zone Bulusan untuk Kendaraan Besar

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BANYUWANGI – Upaya intensif personel Polresta Banyuwangi dalam mengurai kepadatan arus lalu lintas di jalur menuju Pelabuhan ASDP Ketapang kini membuahkan hasil nyata. Pantauan terkini di lapangan menunjukkan arus kendaraan, khususnya kendaraan pribadi dan roda dua, telah mengalir dengan lancar dan tertib.

Meskipun situasi sudah mulai melandai, kesiapsiagaan anggota Polri tidak kendor. Sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas kelancaran di jalur utama, Polresta Banyuwangi tetap memberlakukan skema pengaturan khusus bagi kendaraan bertonase besar. Kendaraan-kendaraan besar tersebut diarahkan untuk tetap memasuki kantong parkir atau buffer zone di wilayah Bulusan guna menghindari potensi sumbatan baru di area pintu masuk pelabuhan.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan S.I.K., S.H., M.H., menjelaskan bahwa keberhasilan mencairkan arus ini merupakan hasil dari manajemen traffic yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh jajarannya di lapangan.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras personel di lapangan, saat ini arus menuju ASDP Ketapang sudah kembali lancar. Fokus kami sekarang adalah mempertahankan kelancaran ini dengan mengatur ritme masuknya kendaraan besar. Melalui optimalisasi buffer zone di Bulusan, kami memastikan volume kendaraan yang masuk ke area pelabuhan tetap seimbang dengan kapasitas dermaga, sehingga tidak terjadi penumpukan di badan jalan,” ujar Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan.

FB_IMG_1773966750014

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kehadiran anggota di titik-titik penyekatan dan kantong parkir tetap menjadi prioritas hingga situasi benar-benar normal sepenuhnya.

“Kami tetap menyiagakan personel untuk mendampingi saudara-saudara kita para pengemudi kendaraan besar di kantong parkir. Kami ingin memastikan semua merasa aman dan terlayani dengan baik. Kepada pengguna jalan lainnya, kami persilakan melanjutkan perjalanan dengan tetap mengutamakan keselamatan. Terima kasih atas kerja sama dan kesabaran seluruh masyarakat selama proses penguraian arus ini,” tutup beliau.

Berkat skema pengaturan yang terintegrasi ini, jalur utama Situbondo-Banyuwangi kini kembali berfungsi normal, memberikan kenyamanan bagi para pemudik maupun warga lokal yang melintas. (*)

images (15)

Satlantas Polresta Banyuwangi Berbagi Makan Siang dan Edukasi Keselamatan bagi Pengendara

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BANYUWANGI – Di tengah kepadatan arus lalu lintas menuju Pelabuhan ASDP Ketapang, personel Satlantas Polresta Banyuwangi menunjukkan aksi simpatik yang menyentuh hati. Tidak hanya fokus pada pengaturan jalan, petugas juga aktif menyisir antrean kendaraan untuk memastikan kondisi fisik para pengendara tetap prima, Kamis (02/04/2026).

Aiptu Arief Handoko dan Aipda Nyoman mendatangi salah satu pengendara asal Besuki bernama Bapak Rohmat yang tengah menempuh perjalanan menuju Denpasar, Bali. Melihat raut kelelahan akibat terjebak kepadatan arus, kedua personel Satlantas ini dengan sigap menghampiri dan memberikan imbauan agar pengendara tersebut beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan jauh menyeberang ke Pulau Dewata.

Tak sekadar memberikan imbauan, petugas juga membagikan makan siang sederhana kepada Bapak Rohmat dan beberapa pengendara lainnya sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang menempuh perjalanan.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., mengapresiasi inisiatif personelnya yang peka terhadap kondisi masyarakat di lapangan. Beliau menegaskan bahwa keselamatan nyawa jauh lebih berharga daripada kecepatan waktu sampai ke tujuan.

FB_IMG_1773966750014

“Kami selalu menekankan kepada seluruh jajaran bahwa tugas kepolisian bukan hanya soal angka dan aturan, tapi soal kemanusiaan. Kelelahan adalah salah satu faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas. Apa yang dilakukan personel di Ketapang hari ini adalah bentuk implementasi Polri yang hadir sebagai sahabat masyarakat. Kami ingin memastikan setiap warga yang melintasi Banyuwangi merasa diayomi, dan kami tidak ingin mereka memaksakan diri jika kondisi fisik sudah menurun. Berbagi makan siang ini adalah upaya kecil kami untuk sedikit meringankan beban mereka di tengah kepadatan arus,” tegas Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan.

Aksi spontan ini mendapat respon haru dari Bapak Rohmat. Ia mengaku sangat terbantu, mengingat konsentrasi mengemudi sudah mulai berkurang akibat kelelahan.

“Terima kasih banyak Pakpol. Tadi memang sudah capek dan ngantuk karena macet. Alhamdulillah tadi diajak ngobrol bahkan sampai makan siang bareng. Terimakasih Pakpol,” ujar Bapak Rohmat sebelum melanjutkan perjalanan dengan kondisi yang lebih bugar.

Melalui kegiatan ini, Polresta Banyuwangi kembali mengingatkan kepada seluruh pengendara agar tidak memaksakan diri dalam perjalanan. “Jika lelah, menepilah sejenak. Keselamatan keluarga menunggu Anda di rumah,” pungkas Kapolresta Banyuwangi.(*)

images (15)

Pastikan Program Tepat Sasaran,Pemkab Bondowoso Perkuat Satgas MBG hingga Kecamatan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menunjukkan komitmen serius dalam mengawal program prioritas nasional melalui penguatan struktur hingga ke level akar rumput.

Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkat kecamatan yang digelar secara daring, Kamis (2/4/2026).

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafii, dari Ruang Command Center Pemkab Bondowoso.

Wakil Bupati menegaskan bahwa pembentukan Satgas MBG di tingkat kecamatan bukan sekadar administratif, melainkan langkah strategis untuk memastikan distribusi dan kualitas pemenuhan gizi masyarakat berjalan tepat sasaran.

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bondowoso.

Dengan Satgas di tingkat kecamatan, koordinasi menjadi lebih efektif dan kendala di lapangan dapat ditangani lebih cepat,” tegasnya.

FB_IMG_1773966750014

Senada , Kepala Bapperida Bondowoso, Anisatul Hamidah, menjelaskan bahwa Satgas kecamatan akan menjadi garda terdepan dalam validasi data penerima manfaat serta pengawasan standar gizi.

Pihaknya juga akan memastikan sinkronisasi data kewilayahan agar program berdampak langsung pada penurunan angka stunting.

Sementara itu, Asisten I Setda, Sholikin, menginstruksikan seluruh camat untuk segera menyusun struktur Satgas dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), puskesmas, serta tokoh masyarakat.

Adapun beberapa poin utama dalam rakor tersebut meliputi validasi data penerima manfaat di 23 kecamatan agar akurat dan terverifikasi, pengaturan logistik dan distribusi makanan agar tetap higienis serta tepat waktu, serta kewajiban monitoring dan pelaporan berkala dari Satgas kecamatan kepada Satgas kabupaten untuk evaluasi setiap bulan.

Dengan langkah ini, Pemkab Bondowoso optimistis program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya peningkatan gizi dan penurunan stunting.

Turut mendampingi wakil Bupati , Asisten I Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sholikin, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bondowoso, Anisatul Hamidah.

images (15)

Transformasi Budaya Kerja ASN Didorong Hadapi Tantangan Geopolitik dan Energi

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Pemerintah Kabupaten Bondowoso menyikapi adanya kebijakan Pemerintah pusat yang mendorong transformasi budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal ini disampaikan Fathur Rozi Sekda Bondowoso menyampaikan bahwa langkah ini sebagai respons atas dinamika geopolitik global dan tantangan keterbatasan energi.

“Kebijakan ini turut diimplementasikan di tingkat daerah dengan menekankan efisiensi, penguatan kapasitas, serta optimalisasi potensi lokal,”jelasnya.

Selain itu kata Sekda Langkah pertama yang menjadi fokus adalah penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Pemerintah daerah menekankan pentingnya peningkatan kompetensi teknis, kapasitas kerja, integritas, serta etika ASN yang seluruhnya harus berbasis regulasi.

Upaya ini dinilai krusial agar ASN mampu bekerja secara profesional dan adaptif di tengah perubahan situasi global.

“Selain itu Bupati berharap dilakukan rasionalisasi perjalanan dinas. Pemerintah mengimbau agar kegiatan yang tidak memiliki urgensi tinggi tidak lagi dilakukan secara langsung,”terang sekda.

Kebijakan ini bertujuan menghemat anggaran serta mengarahkan belanja pada sektor prioritas.

Belanja prioritas tersebut, antara lain, difokuskan pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencakup enam indikator utama bagi perangkat daerah.

“Pemerintah juga mendorong setiap organisasi perangkat daerah untuk lebih fokus pada pencapaian indikator kinerja utama (IKU) masing-masing,”paparnya.

Di sisi lain, optimalisasi potensi daerah menjadi strategi penting dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

FB_IMG_1773966750014

Sektor pertanian dan perkebunan disebut sebagai kontributor utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan porsi mencapai sekitar 28 persen.

“Oleh karena itu, penguatan sektor ini terus didorong, termasuk melalui program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) seperti menanam sayur, buah, dan budidaya ikan di lingkungan masyarakat,”paparnya .

Tidak hanya itu, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor lainnya juga menjadi perhatian dalam upaya pengembangan ekonomi daerah.

Pemerintah menilai seluruh potensi yang ada perlu dioptimalkan agar berdampak langsung pada peningkatan PAD.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, digitalisasi juga terus diperkuat di berbagai sektor, termasuk pelayanan publik dan sistem retribusi daerah.

Meskipun implementasi digitalisasi telah berjalan, pemerintah menilai masih diperlukan penguatan agar hasilnya lebih maksimal.

Data menunjukkan adanya peningkatan pendapatan daerah dari sekitar Rp328 miliar menjadi Rp333 miliar. Capaian ini diharapkan terus meningkat melalui berbagai kebijakan yang telah dirancang.

Pemerintah daerah menegaskan pentingnya sikap optimistis dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Tantangan akan selalu ada, namun dengan kerja keras dan strategi yang tepat, target pembangunan tetap dapat dicapai,” katanya.

Transformasi budaya kerja ASN ini diharapkan mampu menciptakan birokrasi yang lebih efisien, responsif, dan berorientasi pada hasil, sekaligus memperkuat ketahanan daerah di tengah ketidakpastian global.

images (15)

Dadan Pastikan Tidak Ada Penyimpangan Perbaikan Rumah Terdampak Bencana di Bondowoso Tuntas Tahun ini

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (Perkim dan Ciptaru) Kabupaten Bondowoso, Dadan Kurniawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan perbaikan terhadap dua rumah warga yang terdampak bencana alam.

Dadan menjelaskan, perbaikan tersebut merupakan bagian dari program penanganan rumah terdampak bencana yang dilaksanakan tahun ini.

“Kami sudah melaksanakan perbaikan dua rumah, masing-masing berada di Desa Taman Grujugan dan Kecamatan Sempol (Suradani). Dalam waktu dekat, akan ada sekitar tiga rumah lagi yang segera dikerjakan,” ujarnya saat di konfirmasi ,Kamis 2/04/2026 di kantor Pemkab setempat.

Ia menambahkan, saat ini proses administrasi untuk tiga rumah tersebut telah rampung dan tinggal memasuki tahap pelaksanaan pekerjaan.

Perbaikan rumah dilakukan dengan menyesuaikan tingkat kerusakan, dengan estimasi anggaran sekitar Rp20 juta per unit.

Menurut Dadan, bantuan difokuskan pada rumah dengan kategori rusak berat, yakni tingkat kerusakan di atas 50 hingga 60 persen.

Penanganan ini mengacu pada data yang telah diverifikasi oleh dinas sesuai kewenangan yang dimiliki.

“Untuk target penyelesaian, kami perkirakan sekitar tiga minggu setelah pekerjaan dimulai. Saat ini masih dalam tahap administrasi, namun tahun ini kami optimistis dapat menyelesaikan seluruh program,” katanya.

FB_IMG_1773966750014

Dadan juga menyebutkan bahwa jumlah rumah yang diperbaiki tahun ini mencapai 114 unit, dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebanyak 134 unit.

Penentuan jumlah tersebut disesuaikan dengan ketersediaan anggaran serta skala prioritas di lapangan.

Selain itu, pihaknya juga telah mengusulkan tambahan bantuan perbaikan rumah melalui pemerintah pusat dengan memanfaatkan sistem informasi terbaru.

Usulan tersebut diharapkan dapat memperluas cakupan penerima manfaat.Dalam pelaksanaannya, perbaikan rumah dilakukan berbasis kelompok masyarakat dengan pengawasan ketat dari tenaga fasilitator lapangan (TFL) serta tim monitoring dan evaluasi dari dinas.

“Kami memastikan tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaan, termasuk potongan anggaran oleh pihak tertentu. Semua proses diawasi secara berkala agar bantuan benar-benar diterima masyarakat sesuai ketentuan,” tegasnya.

Dinas Perkim dan Ciptaru Bondowoso juga terus melakukan verifikasi dan validasi data penerima untuk memastikan bantuan tepat sasaran, termasuk pengecekan kondisi rumah dan titik lokasi secara detail.

Dengan langkah tersebut, pemerintah daerah berharap program perbaikan rumah terdampak bencana dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

images (15)

Keberagaman Gaya Kepemimpinan Warnai Arah Pembangunan Bondowoso Berkah

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Setiap pemimpin memiliki cara, gaya, dan pendekatan yang unik dalam menjalankan kepemimpinannya. Perbedaan tersebut menjadi hal yang wajar, selama tujuan utamanya tetap sama, yakni membawa tim, organisasi, maupun masyarakat menuju kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Hal ini juga tercermin dalam era kepemimpinan Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, bersama Wakil Bupati KH. As’ad Yahya Safi’i.

Keduanya menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang adaptif dan strategis dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.

Secara umum, tidak ada satu gaya kepemimpinan yang paling benar atau sempurna. Setiap pemimpin memiliki keunikan masing-masing, mulai dari gaya demokratis yang menghargai partisipasi, otoriter yang terpusat pada keputusan, karismatik yang mengandalkan pengaruh pribadi, hingga paternalistik yang menekankan aspek pengayoman. Efektivitas gaya tersebut sangat bergantung pada situasi dan kondisi yang dihadapi.

Selain itu, konsep kepemimpinan tidak hanya terbatas pada jabatan formal. Setiap individu pada dasarnya adalah pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, keluarga, maupun lingkungan sosialnya. Oleh karena itu, karakter seperti integritas, kemampuan menjadi teladan, serta memberi motivasi menjadi unsur penting dalam membentuk kepemimpinan yang efektif.
Dalam konteks pembangunan daerah,

Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengusung langkah strategis bertajuk “Menuju Bondowoso Berkah”. Strategi ini lahir dari kesadaran akan keterbatasan fiskal dan sumber daya, yang justru dijadikan sebagai pemicu untuk melakukan transformasi.
Pemerintah daerah menitikberatkan pada efisiensi anggaran, optimalisasi potensi lokal, serta kolaborasi lintas sektor. Fokus utamanya adalah menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, meningkatkan kemandirian daerah, serta mendorong kesejahteraan yang berkelanjutan.

Terdapat empat pilar strategis yang menjadi landasan utama. Pertama, penguatan sumber daya manusia aparatur melalui peningkatan kompetensi, integritas, serta budaya kerja yang adaptif dan disiplin. Kedua, efisiensi anggaran dengan menekan belanja yang tidak prioritas dan mengarahkan penggunaan anggaran untuk program yang berdampak langsung.
Ketiga, optimalisasi potensi daerah guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), khususnya melalui sektor pertanian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pariwisata. Keempat, penguatan sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta organisasi masyarakat.

FB_IMG_1773966750014

Selain itu, pemerintah juga mendorong inovasi berbasis keterbatasan, seperti digitalisasi layanan publik, penyederhanaan birokrasi, serta pemanfaatan skema pembiayaan alternatif. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus mempercepat pembangunan daerah.

Kepemimpinan yang diterapkan menekankan pada pendekatan transformasional, yakni cepat, responsif, solutif, serta berani mengambil langkah strategis dengan orientasi pada hasil. Kepemimpinan dinilai menjadi kunci utama dalam menggerakkan perubahan di tengah berbagai tantangan.

Melalui strategi tersebut, diharapkan tercipta peningkatan kemandirian fiskal, layanan publik yang lebih efektif, pertumbuhan ekonomi lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan bahwa optimisme pembangunan harus dibangun melalui strategi yang terukur dan kolaborasi nyata. Dengan semangat tersebut, Bondowoso diharapkan menjadi daerah yang mandiri dan penuh keberkahan.

Materi disadur dari Paparan Otimisme  ditengah keterbatasan.

*) Penulis Atien A Mochtar

Ketua DPC Bara Baja Bondowoso

images (15)

Bupati Bondowoso Tekankan Akurasi Data dan Percepatan Graduasi PKH

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menekankan pentingnya akurasi data serta percepatan graduasi mandiri bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH).

Bupati menyampaikan bahwa data merupakan kunci utama keberhasilan program. Oleh karena itu, ia meminta agar pemutakhiran data melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) dan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)dilakukan secara berkala dan jujur.

“Data adalah kunci. Saya minta pemutakhiran data dilakukan secara berkala dan jujur agar program ini tepat sasaran,” ujarnya,Rabu 01/04/2026 di Pendopo Bagus Asra Bondowoso.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa fokus utama PKH tidak hanya mempertahankan kepesertaan, melainkan mendorong percepatan graduasi mandiri.

Dikatakan,pemerintah ingin melihat KPM menjadi lebih berdaya dan mampu keluar dari jerat kemiskinan secara mandiri.

Selain itu, Bupati juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan dan kolaborasi lintas sektor.

Ia mengajak seluruh pihak untuk terus melaksanakan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) secara berkualitas, serta memastikan bantuan sosial tersalurkan tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran melalui mitra perbankan maupun kantor pos.

FB_IMG_1773966750014

Ia juga mendorong terjalinnya kolaborasi yang harmonis antara berbagai pihak, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, guna mendukung efektivitas pelaksanaan program.

Terkait percepatan graduasi, Bupati menyatakan dukungannya terhadap gagasan penempelan label bagi KPM yang dinilai sudah layak graduasi. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran penerima manfaat untuk secara sukarela keluar dari program.

“Semoga ini membantu mereka yang seharusnya sudah mampu untuk menyadari dan tidak terus bertahan dalam posisi tersebut,” katanya.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga memberikan penghormatan berupa cinderamata kepada koordinator wilayah (korwil) PKH yang telah memasuki masa purna tugas. Bupati menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama ini.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bondowoso, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Semoga apa yang telah didarmabaktikan menjadi ladang amal jariyah,” tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh pihak menjadikan momentum tersebut untuk mempererat silaturahmi, melakukan rekonsiliasi sosial, serta menjaga keharmonisan antara pemerintah daerah dan para pendamping sosial di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut bupati secara simbolis memberikan bantuan sosial bagi PKM hingga santunan kepada keluarga guru ngaji.

images (15)

SDM PKH ,Garda Terdepan Kolaborasi dan Ketepatan Sasaran Bansos

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso menggelar kegiatan halalbihalal bersama Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH), di Pendopo Kabupaten Bondowoso, Rabu (1/4/2026).

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. M. Imron,Imron menjelaskan, pertemuan SDM PKH merupakan agenda rutin yang biasa dilaksanakan di tingkat kecamatan.

Namun, kali ini kegiatan digelar di Pendopo Kabupaten atas arahan Bupati Bondowoso, agar para pendamping dapat bertemu langsung dengan kepala daerah.

Menurutnya, saat ini jumlah SDM PKH di Bondowoso sebanyak 171 orang, setelah sebelumnya terdapat satu orang pindah tugas dan satu orang memasuki masa purna tugas.

Mereka merupakan tenaga dari Kementerian Sosial yang bersinergi dengan pemerintah daerah.

“Teman-teman PKH menjadi garda terdepan dalam memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Saat ini jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Bondowoso sekitar 40 ribu,” jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah tersebut bersifat dinamis, terutama setelah dilakukan proses verifikasi dan pemutakhiran data. Termasuk penonaktifan sekitar 34 ribu data penerima yang tidak lagi memenuhi kriteria.

Lebih lanjut, Imron menyebut pihaknya bersama Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan pelatihan kepada SDM PKH guna mendukung proses transisi dan validasi data tersebut.

“Kami berharap tugas ini dapat dilaksanakan dengan baik karena akan berdampak pada ketepatan sasaran bantuan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

FB_IMG_1773966750014

Selain itu, pihaknya juga mendorong dukungan dari sektor perbankan, khususnya bank penyalur, agar memberikan kemudahan layanan bagi KPM, terutama bagi penerima dengan keterbatasan akses.

Sementara itu, Ketua Tim PKH Bondowoso, Muzaki Hamdani, menyampaikan bahwa kegiatan halalbihalal menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpendamping sosial serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Tujuan utama kami adalah membangun sinergi dan keharmonisan dalam upaya pengentasan kemiskinan di Bondowoso,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat ini jumlah KPM PKH di Bondowoso mencapai sekitar 40.090 keluarga yang tersebar pada desil 1 hingga desil 4. Penyaluran bantuan dilakukan langsung kepada penerima melalui bank Himbara maupun kantor pos.

Menurut Muzaki, peran pendamping tidak hanya mengawal penyaluran bantuan, tetapi juga mengedukasi KPM agar berangsur mandiri dan tidak bergantung pada bantuan sosial.

“Kami melakukan berbagai pendampingan, mulai dari verifikasi pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan P2K2 untuk mengubah pola pikir KPM agar lebih mandiri,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sejak Oktober 2025, para pendamping PKH telah berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Sosial RI.
Dengan jumlah 171 pendamping, setiap pendamping ditargetkan mampu mendorong graduasi minimal 24 KPM per tahun.

Sehingga secara keseluruhan ditargetkan sekitar 4.000 KPM dapat mandiri setiap tahunnya.

“Dalam tiga bulan pertama tahun ini, sudah tercatat puluhan KPM yang berhasil graduasi. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja,” pungkasnya.

images (15)

Dari Efisiensi hingga Emisi, Rakor Forpimda Bondowoso Bahas Isu Strategis Daerah

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Bondowoso menggelar rapat koordinasi yang dirangkai dengan kegiatan Halalbihalal di Ruang Saba Bhinapraja, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Rabu (1/4/2026).

Bupati Bondowoso, KH Abdul Hamid Wahid, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menyikapi perkembangan dan kondisi terkini di daerah.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu mengambil langkah strategis serta melakukan antisipasi terhadap berbagai dinamika yang sedang terjadi, baik di tingkat lokal maupun nasional.

“Perkembangan dan kondisi terkini harus kita sikapi dengan langkah yang tepat. Kita juga perlu melakukan antisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi ke depan,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga menyinggung kebijakan efisiensi yang saat ini menjadi perhatian pemerintah pusat.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan menyesuaikan langkah-langkah yang diambil dengan kebijakan yang telah dirumuskan secara nasional.

FB_IMG_1773966750014

“Kita akan mengikuti apa yang sudah didiskusikan oleh pemerintah pusat, dan nantinya akan kita turunkan dalam bentuk langkah-langkah konkret di daerah,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut, turut dibahas upaya pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) sebagai bagian dari komitmen terhadap penanganan perubahan iklim.

Pemerintah menargetkan pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2060.
Sebagai langkah awal, Pemkab Bondowoso mempertimbangkan kebijakan pengurangan penggunaan kendaraan dinas serta mendorong penggunaan alternatif yang lebih ramah lingkungan akan dibahas kedepan.

“Pengurangan penggunaan mobil dinas menjadi salah satu opsi yang sedang kita kaji. Ke depan, kita akan merumuskan kebijakan yang mendukung pengurangan emisi secara bertahap,” tambahnya.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan sinergi antaranggota Forpimda semakin kuat, sehingga berbagai program pembangunan dan kebijakan strategis di Kabupaten Bondowoso dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

images (15)

Seleksi Paskibraka Bondowoso 2026 Masuk Tahap Lanjutan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bondowoso tahun 2026 mulai memasuki tahap lanjutan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bondowoso, Ahmad, menyampaikan bahwa peserta seleksi yang dinyatakan lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Intelegensia Umum akan melanjutkan ke tahapan berikutnya.

“Tes selanjutnya adalah tes kesehatan dan tes parade yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 April 2026,” tegasnya,Rabu 1/04/2026.

Ia menambahkan, tes Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan tes kepribadian dijadwalkan berlangsung pada 8 April 2026. Sementara itu, tes kesamaptaan akan dilaksanakan pada 9 April 2026.

“Selain itu, ada tes kesamaptaan yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 April 2026,” ungkap Ahmad, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, antusiasme peserta pada tahun ini cukup tinggi. Dari total 172 peserta seleksi calon Paskibraka 2026, sebanyak 155 peserta dinyatakan lulus, dengan rincian 90 peserta putra dan 65 peserta putri. Sementara itu, 17 peserta tidak lulus, terdiri atas 13 putra dan 4 putri.

FB_IMG_1773966750014

Ahmad berharap proses seleksi tahun ini mampu menjaring putra-putri terbaik Bondowoso yang tidak hanya memiliki kemampuan fisik, tetapi juga mental dan disiplin yang tinggi.

Selain itu, ia menekankan kepada tim seleksi agar bekerja secara profesional dan objektif sehingga hasil akhir benar-benar mencerminkan kualitas peserta.

“Saya tekankan kepada tim penyeleksi untuk bersikap objektif. Bagi peserta, ikuti proses ini dengan sungguh-sungguh sesuai kemampuan masing-masing,” katanya.

Melihat potensi peserta yang dinilai cukup baik, Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimistis seleksi tahun ini akan menghasilkan pasukan pengibar bendera pusaka yang mampu mengharumkan nama daerah.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Harapannya, akan lahir Paskibraka terbaik yang membanggakan Bondowoso,” pungkas Ahmad.

images (15)
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih