Bondowoso – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menetapkan mekanisme seleksi calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dengan menitikberatkan pada penilaian kinerja pengurus selama lima tahun terakhir.
Hal tersebut disampaikan H.Ahmad Dhafir Ketua DPC PKab Bondowoso,Senin 30/03/2026.
Menurutnya ,proses tersebut dilakukan secara bertahap dan sistematis. Penilaian awal dilakukan langsung oleh DPP terhadap seluruh pengurus, yang kemudian dilanjutkan dengan evaluasi menyeluruh sesuai AD ART.
Hasil evaluasi itu kata Dhafir menjadi dasar pembentukan tim khusus yang dikenal sebagai “Tim 5”.
Tim 5 sendiri berasal dari unsur Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan tidak melibatkan pihak luar. Tim ini bertugas menjaring serta menetapkan lima nama kandidat yang dinilai layak untuk memimpin DPC.
“Pengumuman lima nama tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu mendatang. Meski demikian, forum masih membuka kemungkinan adanya tambahan usulan kandidat dari peserta, sehingga jumlah calon bisa berkembang menjadi tujuh atau delapan orang,”jelasnya.
Namun, ditegaskan bahwa tambahan usulan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap lima nama yang telah ditetapkan.
Sebab kata Dhafir, kandidat yang diajukan DPP telah melalui proses penilaian berbasis kinerja yang objektif.
“Sebagai kader, kita harus tunduk pada keputusan organisasi. Pertimbangan DPP tentu sudah melalui proses yang matang,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan internal partai. Menurutnya, konflik internal justru lebih berbahaya dibanding perbedaan pandangan yang sehat.
Setelah Ketua DPC terpilih, nantinya akan diberikan mandat untuk menyusun kepengurusan bersama Tim 5 dari DPW.
“Kepengurusan baru diharapkan dapat langsung fokus menjalankan program kerja partai,”tegasnya.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa mekanisme ini merupakan bagian dari pemetaan kader oleh DPP, yang mempertimbangkan pengalaman, rekam jejak, serta kontribusi kader terhadap partai.
Kandidat yang muncul pun tidak terbatas berasal dari daerah setempat, melainkan bisa juga dari luar daerah sesuai kebutuhan organisasi.
“Organisasi ini bukan sekadar kumpulan orang, tetapi satu kesatuan dengan tujuan yang sama, yaitu berkontribusi bagi masyarakat melalui jalur politik,” tambahnya.
Dengan mekanisme tersebut, PKB berharap dapat meminimalkan potensi konflik serta memperkuat soliditas kader dalam menjalankan visi dan misi partai ke depan.














