Bondowoso – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso menggelar kegiatan halalbihalal bersama Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH), di Pendopo Kabupaten Bondowoso, Rabu (1/4/2026).
Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. M. Imron,Imron menjelaskan, pertemuan SDM PKH merupakan agenda rutin yang biasa dilaksanakan di tingkat kecamatan.
Namun, kali ini kegiatan digelar di Pendopo Kabupaten atas arahan Bupati Bondowoso, agar para pendamping dapat bertemu langsung dengan kepala daerah.
Menurutnya, saat ini jumlah SDM PKH di Bondowoso sebanyak 171 orang, setelah sebelumnya terdapat satu orang pindah tugas dan satu orang memasuki masa purna tugas.
Mereka merupakan tenaga dari Kementerian Sosial yang bersinergi dengan pemerintah daerah.
“Teman-teman PKH menjadi garda terdepan dalam memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Saat ini jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Bondowoso sekitar 40 ribu,” jelasnya.
Ia menambahkan, jumlah tersebut bersifat dinamis, terutama setelah dilakukan proses verifikasi dan pemutakhiran data. Termasuk penonaktifan sekitar 34 ribu data penerima yang tidak lagi memenuhi kriteria.
Lebih lanjut, Imron menyebut pihaknya bersama Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan pelatihan kepada SDM PKH guna mendukung proses transisi dan validasi data tersebut.
“Kami berharap tugas ini dapat dilaksanakan dengan baik karena akan berdampak pada ketepatan sasaran bantuan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong dukungan dari sektor perbankan, khususnya bank penyalur, agar memberikan kemudahan layanan bagi KPM, terutama bagi penerima dengan keterbatasan akses.
Sementara itu, Ketua Tim PKH Bondowoso, Muzaki Hamdani, menyampaikan bahwa kegiatan halalbihalal menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpendamping sosial serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Tujuan utama kami adalah membangun sinergi dan keharmonisan dalam upaya pengentasan kemiskinan di Bondowoso,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, saat ini jumlah KPM PKH di Bondowoso mencapai sekitar 40.090 keluarga yang tersebar pada desil 1 hingga desil 4. Penyaluran bantuan dilakukan langsung kepada penerima melalui bank Himbara maupun kantor pos.
Menurut Muzaki, peran pendamping tidak hanya mengawal penyaluran bantuan, tetapi juga mengedukasi KPM agar berangsur mandiri dan tidak bergantung pada bantuan sosial.
“Kami melakukan berbagai pendampingan, mulai dari verifikasi pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan P2K2 untuk mengubah pola pikir KPM agar lebih mandiri,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sejak Oktober 2025, para pendamping PKH telah berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Sosial RI.
Dengan jumlah 171 pendamping, setiap pendamping ditargetkan mampu mendorong graduasi minimal 24 KPM per tahun.
Sehingga secara keseluruhan ditargetkan sekitar 4.000 KPM dapat mandiri setiap tahunnya.
“Dalam tiga bulan pertama tahun ini, sudah tercatat puluhan KPM yang berhasil graduasi. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja,” pungkasnya.











