Beranda blog Halaman 19

Pengukuhan Aries Jatim di Bondowoso, Kepala Bakesbangpol Provinsi Jatim Tekankan Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur, Edi Supriyanto, mewakili Gubernur Jawa Timur Khoffah Indar Parawansa menghadiri pengukuhan Aliansi Rakyat Indonesia Emas (Aries) Jawa Timur yang digelar di Ruang Robusta 1, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Senin (15/12/2025).

Edi Supriyanto menegaskan bahwa kehadiran Aries diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sinergi dengan masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk menyukseskan berbagai program nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, serta penciptaan sumber dan lapangan kerja.

“Ini adalah bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Harapannya, teman-teman Aries dapat menjadi mitra pemerintah untuk bersama-sama melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terutama pentingnya menjaga kerukunan, menjauhi narkotika, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Edi.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar program-program pembangunan dapat berjalan optimal dan dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat.

Sementara itu, Ketua Aries Jawa Timur, Abu Hasan, menyampaikan bahwa Aries hadir untuk membantu masyarakat kecil dan kelompok lemah yang kerap mengalami ketidakadilan dalam berbagai persoalan hukum maupun sosial.

FB_IMG_1773966750014

“Aries berkomitmen membantu masyarakat yang lemah. Akhir-akhir ini masih banyak masyarakat yang merasa dirugikan atau ‘dianiaya’ oleh penerapan aturan hukum. Kami ingin hadir sebagai jembatan,” kata Abu Hasan.

Ia menjelaskan, ke depan Aries juga akan mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, di antaranya di bidang pertanian dan sektor lainnya, serta menjembatani aspirasi masyarakat dengan kementerian terkait.

“Pelantikan ini merupakan yang pertama di tingkat Provinsi Jawa Timur. Insyaallah setelah ini akan dilanjutkan ke kabupaten-kabupaten lain,” pungkasnya.

Pengukuhan Aries Jawa Timur tersebut diharapkan dapat memperkuat peran organisasi kemasyarakatan sebagai mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat persatuan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur.

Dalam acara tersebut juga digelar Diskusi Publik sosialisasi Asta cita presiden RI ,Hukum dan Ekonomi serta Pencegahan ,Pemberantasan Korupsi dna Narkoba

images (15)

Terungkap Kasus Pencabulan Pelaku Diduga Orang Tua Kandung

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bondowoso berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap anak, serta kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh orang tua kandung terhadap anaknya sendiri.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang diterima Polres Bondowoso pada 23 Oktober 2025. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit IV Satreskrim melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan hingga akhirnya menetapkan seorang pria berinisial MH (61) sebagai tersangka.

Peristiwa dugaan kekerasan seksual tersebut diduga terjadi dalam kurun waktu cukup lama, yakni sejak tahun 2020 hingga sekitar September 2025. Lokasi kejadian berada di wilayah Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso.

Korban dalam kasus ini adalah seorang anak perempuan berusia16 tahun yang masih berstatus sebagai pelajar. Sementara tersangka MH diketahui merupakan ayah kandung korban.

Kasat Reskrim Polres Bondowoso, IPTU Wawan Triono, S.H., M.H., menjelaskan bahwa tersangka diduga melakukan perbuatan asusila terhadap korban secara berulang dengan memanfaatkan hubungan keluarga serta posisi kuasa sebagai orang tua.

“Perkara ini merupakan kejahatan serius yang menyasar anak di bawah umur. Saat ini penyidik telah mengamankan tersangka beserta sejumlah barang bukti dan terus melakukan pendalaman guna melengkapi berkas perkara,” ujar IPTU Wawan Triono.

Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan komitmen Polri dalam memberantas segala bentuk kekerasan seksual terhadap anak.

FB_IMG_1773966750014

“Kami tidak akan mentolerir kejahatan seksual, terlebih yang dilakukan terhadap anak di bawah umur. Penanganan perkara ini dilakukan secara serius dengan mengedepankan perlindungan serta pemulihan hak-hak korban,” tegasnya.

Saat ini, tersangka telah diamankan di Polres Bondowoso dan proses hukum terus berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Polisi juga memastikan pendampingan terhadap korban melalui koordinasi dengan instansi terkait.

Ancaman Pidana Dalam UU Perlindungan Anak

Ancaman pidana dalam UU Perlindungan Anak, terutama pasal-pasal pelecehan seksual dan kekerasan seksual (UU Perlindungan Anak mengistilahkan “melakukan kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan), dimana ancaman pidana minimal dan ancaman pidana maksimalnya semuanya sama, baik pelecehan maupun kekerasan seksual (perkosaan).

Seseorang yang melecehkan seorang anak baik dia anak perempuan maupun anak laki-laki baik dengan cara memeluknya, menciumnya, memegang anggota tubuhnya yang diangap tabu maka bagi pelaku pelecehan seksual tersebut diancam dengan pidana penjara minimal 5(lima) tahun dan maksimal 15 tahun(lima belas) tahun.

Sedangkan apabila seseorang melakukan kekerasan atau memaksa anak melakukan persetubuhan maka sang pelaku juga hanya diancam dengan pidana penjara minimal 5 (lima) tahun dan maksimal 15 (lima belas) tahun.

 

images (15)

Bondowoso Raih Penghargaan “Top 45 GOVAPLIK Jatim” Berkat Inovasi SIMANIS

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Kabupaten Bondowoso kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Timur. Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, mewakili Bupati KH. Abdul Hamid Wahid, menerima penghargaan “Top 45 GOVAPLIK Provinsi Jawa Timur” dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) 2025 yang digelar di Surabaya, Jumat (12/12/2025).

Penghargaan ini diraih melalui inovasi SIMANIS (Sistem Informasi Mapping Tuberkulosis), yang diusulkan oleh UPTD Puskesmas Kotakulon. Inovasi tersebut berhasil masuk deretan Top 45 setelah melalui proses seleksi ketat terhadap berbagai terobosan pelayanan publik dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Jawa Timur.

“Alhamdulillah, saya mewakili Bapak Bupati menerima penghargaan ini. Semoga bisa mendorong instansi lain untuk terus berinovasi. Kami sangat mengapresiasi upaya peningkatan pelayanan publik demi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Fathur Rozi melalui sambungan telepon.

SIMANIS, Inovasi Pertama di Indonesia untuk Pemetaan Risiko TBC

Penilaian dalam KOVABLIK berfokus pada gagasan dan modifikasi inovatif yang mampu meningkatkan kualitas layanan publik. Masuknya SIMANIS ke jajaran Top 45 menjadi penanda bahwa inovasi tersebut diakui unggul dan berdampak.

SIMANIS hadir sebagai solusi atas tantangan serius dalam penanggulangan Tuberkulosis (TBC), seperti rendahnya deteksi dini akibat penolakan investigasi kontak dan stigma sosial. Sistem ini memetakan zona risiko TBC secara akurat tanpa mengungkap identitas pasien, menjadikannya inovasi pertama di Indonesia dalam kategori tersebut.

FB_IMG_1773966750014

“Masyarakat dapat mengecek status zona tempat tinggal mereka—aman atau zona merah. Jika berada di area berisiko tinggi, sistem otomatis memberi rekomendasi untuk melakukan skrining,” jelasnya.

Komitmen Bondowoso Tingkatkan Layanan Publik

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Arif Sudibyo, turut mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menunjukkan keseriusan daerah dalam mendorong pelayanan publik yang kreatif, adaptif, dan berdampak langsung pada masyarakat.

“Keberhasilan SIMANIS menunjukkan komitmen Bondowoso untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui program-program inovatif yang sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Arif juga menambahkan bahwa pengumuman Top 45 GOVAPLIK sebenarnya telah dilakukan sepekan sebelumnya, namun penyerahan penghargaan baru dilaksanakan pada hari ini.

Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya lebih banyak inovasi pelayanan publik dari berbagai sektor di Bondowoso, demi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

images (15)

10 Pasangan Jalani Isbat Nikah Tahap Pertama di Bondowoso, KUA Curahdami Perketat Verifikasi Berkas

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Curahdami, Mukti Ali, mengungkapkan bahwa terdapat 10 pasangan dari wilayahnya yang mengikuti pelaksanaan isbat nikah tahun 2025. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh legalitas perkawinan secara sah melalui penetapan Pengadilan Agama (PA).

Menurut Mukti Ali, pelaksanaan isbat nikah tahun ini terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada 12 Desember 2025 dengan jumlah 125 pasangan, sementara tahap kedua dijadwalkan pada 19 Desember 2025 dengan jumlah 94 pasangan.

“Saat ini sedang berlangsung persidangan tahap pertama di Pengadilan Agama, yang turut dihadiri Asisten I, Inspektur, serta Kepala Dispendukcapil,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyerahan buku nikah bagi pasangan yang telah ditetapkan akan dilakukan pada acara resepsi Bupati Ngunduh Mantu, yang semula direncanakan berlangsung pada 23 Desember 2025 di Pendopo Bupati. Namun acara tersebut dimajukan menjadi 22 Desember 2025.

FB_IMG_1773966750014

Untuk berkas isbat nikah tahap kedua, Mukti Ali menjelaskan bahwa berkas persidangan tanggal 19 Desember akan diserahkan terlebih dahulu ke KUA pada 17 Desember 2025. “Berkas ini akan segera kami input ke dalam SIMKAH. Pada 19 Desember, setelah nomor penetapan PA keluar, proses langsung dieksekusi,” jelasnya.

Mukti Ali menegaskan bahwa pihaknya menerapkan pelayanan super prima, terutama dalam proses verifikasi berkas. Setiap dokumen harus benar-benar valid sebelum KUA mengeluarkan surat pengantar isbat nikah.

Namun demikian, banyak peserta dari Kecamatan Curahdami yang tidak lolos verifikasi karena berkas dinilai kurang valid. Ia mencontohkan salah satu kasus di mana seorang peserta tercatat menikah pada 2021 dan telah memiliki anak berusia dua tahun, namun statusnya di administrasi masih tercatat sebagai duda. “Akta cerainya baru terbit pada Agustus 2025, sehingga tidak memenuhi syarat verifikasi,” ungkapnya.

Dengan adanya isbat nikah ini, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh kepastian hukum atas status perkawinan dan administrasi kependudukan yang lebih tertib.

images (15)

Bondowoso Hadiri Sinergi Pembangunan dan Optimalisasi Pendapatan Daerah di Bangkalan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Madura — Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Dr. Fathur Rozi, mewakili Bupati Bondowoso dalam agenda Sinergi Pembangunan dan Optimalisasi Penerimaan Daerah yang digelar di Bangkalan, Madura, Kamis (11/12/2025). Kegiatan strategis ini turut dihadiri Gubernur Jawa Timur dan sejumlah kepala daerah se-Jawa Timur.

Acara tersebut berfokus pada dua agenda utama, yakni peningkatan kualitas pelayanan publik serta optimalisasi pendapatan daerah di lingkup Provinsi Jawa Timur.

Peresmian Kantor Bersama SAMSAT Bangkalan

Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah peresmian Kantor Bersama Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Bangkalan. Kehadiran kantor baru ini menjadi langkah maju Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan efisiensi layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor bagi masyarakat Madura.

Kantor Bersama SAMSAT dirancang untuk mengintegrasikan tiga layanan utama, yaitu Kepolisian, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dan Jasa Raharja. Dengan integrasi ini, proses administrasi dan pembayaran pajak kendaraan menjadi lebih cepat, mudah, dan praktis bagi wajib pajak.

Kehadiran Sekda Bondowoso dalam peresmian tersebut mencerminkan dukungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso terhadap upaya provinsi dalam memperbaiki kualitas layanan publik.

FB_IMG_1773966750014

Dukungan Bondowoso terhadap Pengembangan Geopark Ijen

Melalui Sekda, Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid turut menegaskan komitmen daerah dalam mendukung pengembangan kawasan Geopark Ijen. Dalam forum regional tersebut, Bupati kembali menekankan bahwa Bondowoso sebagai bagian dari kawasan Geopark Ijen memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya lokal.

Dalam sambutannya yang disampaikan di hadapan perwakilan pemerintah daerah, akademisi, peneliti, dan komunitas lokal, Bupati menyatakan bahwa pengakuan global atas Geopark Ijen harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

> “Geopark Ijen adalah aset tak ternilai. Ini bukan hanya tentang keindahan alam, tetapi juga tentang potensi luar biasa untuk pendidikan dan penelitian. Melalui Festival Taman Bumi dengan fokus pada riset dan pendidikan, kita memastikan bahwa pengembangan kawasan ini berjalan seiring dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Inovasi dari riset di Ijen harus mampu menjawab tantangan lingkungan dan sosial ekonomi di daerah kita,” tegasnya.

Bupati juga menekankan pentingnya integrasi hasil penelitian ilmiah ke dalam kebijakan pembangunan daerah. Ia mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menjalin kolaborasi aktif dengan perguruan tinggi serta lembaga penelitian, baik dari dalam maupun luar negeri. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan terobosan dalam pengelolaan sumber daya alam dan pengembangan geoproduct berbasis kearifan lokal.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat, Bondowoso optimistis mampu menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan publik, tetapi juga ramah lingkungan serta berkelanjutan.

images (15)

Bupati Bondowoso Terima Penghargaan Kemenkumham atas Dukungan Pembentukan POSBANKUM

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid menerima penghargaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI sebagai daerah yang dinilai berkomitmen mendukung pembentukan Pos Bantuan Hukum Masyarakat (POSBANKUM).

Penghargaan tersebut diserahkan pada Kamis (11/12/2025) malam, bertepatan dengan agenda peresmian POSBANKUM .

Dalam keterangan resminya, Bupati KH Abdul Hamid Wahid menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan untuk terus memperkuat akses layanan hukum bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga kurang mampu.

“Malam ini saya melanjutkan agenda Peresmian POSBANKUM, dan dalam kesempatan tersebut Kabupaten Bondowoso menerima penghargaan dari Kementerian Hukum RI sebagai daerah yang mendukung pembentukan POSBANKUM. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat layanan hukum bagi masyarakat,” ujarnya.

FB_IMG_1773966750014

Menurut Bupati, keberadaan POSBANKUM diharapkan mampu memberikan kemudahan, pendampingan, serta manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan hukum yang adil dan terjangkau.

Dengan adanya POSBANKUM, pemerintah daerah berkomitmen mendorong terciptanya pelayanan hukum yang inklusif dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan responsif.

 

images (15)

Kawanan Pembobol SDN 3 Kedungringin Banyuwangi Berhasil Di Bekuk Polsek Muncar 

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi – Kasus pencurian di SDN 3 Kedungringin, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, terungkap. Tiga orang terduga pelaku telah diamankan, Kamis (11/12/2025).

Terduga pelaku masing-masing berinisial DA (37) dan NAC (33). Keduanya berdomisili di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Satu lainnya yakni MH (33), warga Kabupaten Labuhan Batu Utara, Sumatra Utara.

Dalam melancarkan aksinya, kawanan pencuri tersebut merangsek masuk gedung sekolah dengan cara membobol gudang dan membawa kabur sejumlah barang.

Kejadian itu pertama kali diketahui pada Rabu (10/12/2025), sekira pukul 05.00 WIB oleh petugas kebersihan sekolah. Dia terkejut melihat pintu gudang sudah dalam keadaan rusak.

Petugas kebersihan kemudian mengadukan temuan itu kepada guru dan kepala sekolah, sebelum akhirnya mereka melaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Muncar.

FB_IMG_1773966750014

“Setelah mendapat laporan, kami segera mendatangi TKP untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari para saksi,” kata Kapolsek Muncar, AKP Mujiono.

Setelah dilakukan penyelidikan secara mendalam, pihak kepolisian akhirnya berhasil mengamankan DA, NAC, dan MH, yang diduga terlibat dalam aksi pencurian di SDN 3 Kedungringin, Muncar.

“Anggota melakukan upaya paksa berupa penangkapan terhadap ketiga terduga pelaku. Selanjutnya mereka kita bawa ke Polsek Muncar,” ungkap Mujiono, Jumat (12/12/2025).

Selain menangkap terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, 1 set microphone wireless, adaptor, transmitter, tang, pahat, sound sistem, 2 roll kabel, 4 buah tinta, 2 printer, kipas angin, 1 unit motor Honda Vario 125 beserta kunci, hoodie, kaos, topi, ponsel, dan kunci gembok.

“Ketiga terduga pelaku sudah dilakukan penanganan dan dikenakan Pasal 363 ayat (2) KUHP,” pungkasnya. (mam)

images (15)

Tebar Keberkahan, Curahdami Gelar Sema’an Khotmil Qur’an dan Sholawat di 100 Titik

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Menebar keberkahan Ratusan jamaah, santri, serta para penghafal Al-Qur’an (huffadh) memadati Pendopo Kecamatan Curahdami dalam pelaksanaan Sema’an Khotmil Qur’an dan Sholawat Bersama Huffadh, Selasa–Rabu (9–10/12/2025). Suasana religius dan khidmat terasa sejak awal kegiatan, seiring lantunan ayat suci dan sholawat yang mengalun tanpa henti.

Camat Curahdami, Guruh Purnama Putra, menjelaskan bahwa tahun ini kegiatan tidak hanya dipusatkan di pendopo, tetapi juga digelar serentak di 100 titik.

“Titik tersebut terbagi atas 50 lokasi untuk putra dan 50 lokasi untuk putri, sehingga pelaksanaan berlangsung lebih terkoordinasi dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya.

Acara tersebut turut dihadiri Sekda Bondowoso Fathur Rozi, Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir, Ketua Komisi II DPRD H. Tohari, Ketua PCNU Bondowoso KH. Abdul Qodir Syam, serta Ketua MUI Bondowoso KH. Asy’ari Fasya. Para kiai, tokoh agama, dan ustadz setempat memimpin pembacaan Al-Qur’an secara bergiliran, sementara jamaah mengikuti dengan penuh kekhusyukan.

Lantunan sholawat yang menggema menambah kesyahduan acara, menguatkan suasana spiritual masyarakat Curahdami.

Camat Guruh menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antara ulama, santri, dan masyarakat.

FB_IMG_1773966750014

“Kegiatan ini bukan hanya menjadi media mempererat silaturahmi, namun juga sarana memperkuat kecintaan pada Al-Qur’an serta menumbuhkan semangat keagamaan di lingkungan Curahdami,” jelasnya.

Ia berharap kehadiran para huffadh dapat mendorong generasi muda untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an.

“Sema’an Khotmil Qur’an dan Sholawat memberikan energi positif bagi lingkungan kita. Acara seperti ini harus terus dilestarikan karena menjadi pondasi moral bagi generasi muda Curahdami,” tegasnya.

Camat Guruh, yang baru dilantik pada 24 November 2025, menambahkan bahwa Kecamatan Curahdami akan terus mendukung kegiatan keagamaan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara ulama, santri, masyarakat, dan pemerintah adalah kunci terwujudnya Curahdami yang harmonis, religius, dan penuh keberkahan.

images (15)

Pekerja Pemecah Batu Hanyut di Sungai Badeng Ditemukan Meninggal 30 Km dari tempat pertama 

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi  –  Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Ponirin, pekerja pemecah batu yang sebelumnya dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Badeng di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Ponirin ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dalam posisi tubuhnya terkubur pasir sungai dan hanya menyisakan telapak kaki yang terlihat dipermukaan.

Jasad Ponirin ditemukan di aliran sungai Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi sekitar pukul 09.00 WIB. Jaraknya kurang lebih 30 kilometer dari lokasi awal korban hanyut.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra mengatakan korban ditemukan oleh Tim SAR gabungan yang sedang melakukan melakukan pencarian bersama perangkat desa dan para relawan.

“Saat itu tim melakukan pencarian dengan perahu karet. Saat penyisiran itu, tim melihat adanya sebuah kaki yang terangkat diantara bebatuan dan terkubur pasir tepian aliran sungai,” kata Rama, Selasa (9/12/2025).

Sementara itu, Kepala Pos SAR Banyuwangi, Wahyu Setya Budi mengatakan, tubuh korban tertimbun pasir. Sehingga mengharuskan tim menggunakan sekop dalam proses evakuasi.

FB_IMG_1773966750014

“Setelah dipastikan itu adalah korban. Jenazah kemudian dievakuasi,” kara Wahyu.

Wahyu menambahkan, operasi pencarian resmi ditutup dengan ditemukannya korban. “Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR resmi ditutup,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ponirin (50), dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Badeng di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jumat (5/12/2025) sore.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, saat koran bersama rekannya tengah bekerja memecah batu di tengah aliran sungai kawasan PLTMH Mikrohidro Sempol.

Korban sebenarnya sudah sempat diperingatkan untuk segera naik ke tepi sungai, namun peringatan itu tidak diindahkan. Beberapa menit kemudian, debit air semakin besar dan arus deras menyeret tubuh Ponirin. (mam)

images (15)

Seorang Pria Pencari Kerang Ditemukan Tewas di Pantai Grajagan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi – Seorang pria pencari kerang yang sebelumnya sempat dilaporkan hilang di Perairan Bedul Segara Anakan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, telah berhasil ditemukan.

Korban berinisial FDI (29), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa pada Selasa (9/12/2025) pagi.

Jasad korban ditemukan dalam posisi telungkup di sekitar Pantai Grajagan sekitar pukul 05.30 WIB oleh nelayan setempat yang hendak berangkat melaut.

Kapolsek Purwoharjo, AKP Heru Slamet Hariyanto membenarkan membenarkan adanya temua jasad tersebut merupakan FDI yang dilaporkan hilang sehari sebelumnya.

“Jasad yang ditemukan di tepi Pantai Grajagan itu dipastikan adalah FDI yang dilaporkan hilang Senin kemarin,” kata Heru.

FB_IMG_1773966750014

Penemuan korban bermula saat seorang nelayan setempat, hendak berangkat melaut. Ia tiba-tiba melihat tubuh manusia dalam posisi telungkup di tepi pantai.

Temuan tersebut segera dilaporkan kepada perangkat desa dan pihak kepolisian. Beberapa saat kemudian, petugas tiba di lokasi untuk mengevakuasi jasad pria pencari kerang tersebut.

Jasad korban kemudian dibawa ke Puskesmas Grajagan. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kata Heru, tidak ditemukan adanya unsur-unsur kekerasan atau penganiayaan.

Heru menambahkan, pihak keluarga telah membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi dan menganggap bahwa kejadian tersebut murni musibah.

“Korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan di TPU Dusun Tambakrejo, Desa Bulurejo,” pungkasnya Kapolsek Purwoharjo . (mam)

images (15)
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih