Beranda Lensa Nusantara Diskominfo Bondowoso Dorong Literasi Informasi dan Digitalisasi Desa dengan Pembinaan KIM

Diskominfo Bondowoso Dorong Literasi Informasi dan Digitalisasi Desa dengan Pembinaan KIM

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bondowoso terus memperkuat peran Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) sebagai ujung tombak penyebaran informasi publik di tingkat desa.

Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan KIM yang dilaksanakan di Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan, Selasa (21/4/2026).

Kepala Diskominfo Bondowoso, Dwi Wahyudi, melalui Kepala Bidang Komunikasi, Harini Pujiati, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan informasi yang akurat dan bertanggung jawab.

“Diskominfo menyelenggarakan pembinaan dan sosialisasi tentang Komunitas Informasi Masyarakat, yaitu komunitas yang berperan dalam pengelolaan dan diseminasi informasi guna mendorong pemberdayaan masyarakat secara mandiri dan kreatif,” ujar Harini saat dikonfirmasi pada Kamis (23/4/2026).

Ia menambahkan, KIM merupakan komunitas yang dibentuk oleh, dari, dan untuk masyarakat. Keberadaannya tidak hanya sebagai wadah berbagi informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan berbagai program pembangunan kepada masyarakat secara luas.

FB_IMG_1773966750014

Dalam kegiatan tersebut, peserta yang terdiri dari perangkat desa dan masyarakat mendapatkan pemaparan mengenai visi, misi, fungsi, serta tugas dan peran KIM. Diskominfo juga menekankan pentingnya keberadaan KIM dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan secara tepat dan berimbang.

Selain itu, peserta juga dibekali dengan pemahaman tentang pengelolaan website desa sebagai sarana informasi publik yang transparan dan akuntabel. Website desa dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung keterbukaan informasi, sekaligus menjadi media komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat.

“Website desa tidak hanya berfungsi sebagai etalase informasi, tetapi juga sebagai media strategis untuk menyosialisasikan kegiatan pembangunan, memperkenalkan layanan publik, serta mempromosikan potensi lokal, baik di sektor pariwisata, UMKM, maupun budaya,” jelasnya.

Melalui pembinaan ini, Diskominfo berharap KIM mampu berperan aktif dalam menyaring dan menyebarluaskan informasi yang benar kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya keamanan informasi di era digital.

“Kami berharap KIM dapat menjadi garda terdepan dalam menangkal informasi hoaks serta mendorong literasi digital masyarakat, sehingga tercipta ekosistem informasi yang sehat dan produktif di tingkat desa,” pungkas Harini.

images (15)