Beranda blog Halaman 18

Tenaga PPPK Paruh Waktu  SMPN 1 Klabang  Harumkan Nama Bondowoso di Tingkat Provinsi dengan Digitalisasi Laboratorium MIPA 

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO – Upaya digitalisasi laboratorium MIPA yang dilakukan Ivan, tenaga  PPPK Paruh Waktu  di SMP Negeri 1 Klabang, Kabupaten Bondowoso, membuahkan prestasi membanggakan. Ivan berhasil meraih peringkat 2 tingkat Provinsi Jawa Timur dalam ajang inovasi pengelolaan laboratorium yang diselenggarakan oleh BPJTK Jawa Timur, dengan pusat kegiatan di Madiun.

Ivan yang bertugas sebagai staf laporan laboratorium MIPA mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya mengelola laboratorium dengan kondisi yang masih sangat terbatas. Sistem administrasi laboratorium, mulai dari penyimpanan alat, perawatan, hingga kebersihan, masih dilakukan secara manual dan belum mengalami pembaruan sejak tahun 2008.

“Pendaftaran alat, peminjaman, dan laporan semuanya masih ditulis tangan. Itu sering menimbulkan kendala, seperti data yang tidak rapi dan sulit ditelusuri,” ujar Ivan,Jum’at 19/12/2025 saat dikonfirmasi.

Melihat berbagai permasalahan tersebut, Ivan bersama tim laboratorium berunding untuk mencari solusi yang lebih efektif. Dari hasil diskusi tersebut, lahirlah gagasan digitalisasi laboratorium IPA. Sistem manual mulai ditinggalkan dan digantikan dengan pencatatan serta administrasi berbasis digital.

Tidak hanya dalam administrasi, inovasi digital juga diterapkan dalam proses pembelajaran praktik. Jika sebelumnya siswa menggambar hasil praktikum secara manual, kini mereka diarahkan menggunakan aplikasi Canva. Metode ini terbukti membuat siswa lebih antusias, kreatif, dan menikmati proses pembelajaran di laboratorium.

“Anak-anak jadi lebih senang, pembelajaran terasa lebih hidup dan menyenangkan,” tambahnya.

FB_IMG_1773966750014

Inovasi yang telah dikembangkan selama kurang lebih 17 tahun masa pengabdian Ivan di laboratorium tersebut menjadi salah satu faktor utama keberhasilannya meraih peringkat kedua di tingkat provinsi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, inovasi yang dilakukan Ivan menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi.

“Digitalisasi laboratorium MIPA ini menjadi contoh nyata bahwa tenaga pendidik dan kependidikan di Bondowoso mampu berinovasi dan berdaya saing di tingkat provinsi,” ujarnya.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Bondowoso untuk terus berinovasi, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital di lingkungan pendidikan.(dex)

 

images (15)

Pemkab Bondowoso Dorong Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso (Pemkab) terus berupaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang hingga kini masih tergolong tinggi, meski menunjukkan tren penurunan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan komitmen tersebut melalui percepatan penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) tentang penurunan AKI dan AKB.

Fathur Rozi mengatakan, draf Perbup saat ini masih dalam tahap pembahasan dan belum bersifat final. Penyusunannya dilakukan secara cermat dengan menelaah setiap kata, kalimat, dan substansi agar regulasi tersebut benar-benar dapat menjadi pedoman bersama.

“Angka kematian ibu dan anak di Bondowoso memang mengalami penurunan, tetapi masih cukup tinggi. Karena itu, kami mendorong percepatan penyusunan Perbup tentang penurunan AKI dan AKB. Draf ini sedang dibahas dan dikaji satu per satu agar seluruh elemen masyarakat bisa berperan aktif,” ujarnya,Jumat 19/12/2025 di Pemkab Bondowoso.

Menurutnya, percepatan penurunan AKI dan AKB bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan semata, melainkan urusan bersama yang melibatkan seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, serta masyarakat luas.

FB_IMG_1773966750014

Ia menyoroti masih adanya fenomena kehamilan yang disembunyikan oleh sebagian masyarakat, yang kerap dipicu oleh pernikahan dini maupun pernikahan siri. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi karena kurangnya akses terhadap layanan kesehatan dan edukasi yang memadai.

“Di sinilah pentingnya keterlibatan lintas sektor. Tidak hanya Dinas Kesehatan, tetapi juga Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, serta organisasi keagamaan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Fathur Rozi menekankan pentingnya edukasi sejak dini, bahkan sebelum kehamilan terjadi. Calon pengantin, menurutnya, perlu mendapatkan pemahaman yang cukup mengenai kesehatan reproduksi agar risiko kematian ibu dan bayi dapat ditekan.

Ke depan, Pemkab Bondowoso juga berencana melibatkan pemerintah desa secara aktif dalam upaya tersebut. Partisipasi masyarakat akan terus dihidupkan melalui berbagai media komunikasi, termasuk pemanfaatan grup WhatsApp sebagai sarana koordinasi dan edukasi.

“Kita harus tetap berpikir positif dan optimistis. Insyaallah, dengan keterlibatan semua pihak, percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Bondowoso dapat tercapai,” pungkasnya.

images (15)

Komitmen Tertib Administrasi, Bupati Bondowoso Hadir di Sidang Isbat Nikah 2025

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO – Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid melakukan monitoring pelaksanaan Sidang Isbat Nikah Tahun 2025 di Pengadilan Agama Bondowoso, Jumat (19/12/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong tertib administrasi kependudukan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

Bupati KH. Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa pencatatan pernikahan memiliki peran penting dalam sistem administrasi kependudukan. Menurutnya, legalitas pernikahan akan berdampak langsung pada berbagai layanan publik lainnya, seperti pengurusan dokumen kependudukan dan akses pelayanan pemerintah.

“Pencatatan nikah ini sangat penting karena berimbas pada administrasi kependudukan lainnya dan pelayanan pemerintah. Melalui kerja sama antara pemerintah daerah, Pengadilan Agama, dan Kementerian Agama, kami memberikan layanan kepada masyarakat agar memperoleh buku nikah secara sah, terutama bagi masyarakat tidak mampu,” ujarnya.

Ia berharap, melalui layanan Sidang Isbat Nikah ini, administrasi kependudukan masyarakat dapat tertib dan pelayanan publik berjalan lebih baik. Selain itu, Bupati juga mendorong agar cakupan layanan dan wilayah pelaksanaan dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.

FB_IMG_1773966750014

“Ke depan, kami berharap kerja sama lintas instansi ini semakin diperluas, baik dari sisi cakupan maupun area pelayanan. Masyarakat yang membutuhkan layanan ini juga diharapkan terdorong untuk secara mandiri mencatatkan pernikahannya sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Bondowoso, Zainul Arifin, menyampaikan bahwa jumlah permohonan isbat nikah yang diajukan pada tahun 2025 mencapai 219 pasangan. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil perkara yang tidak dapat dikabulkan.

“Secara keseluruhan ada 219 pasangan yang mengajukan permohonan isbat nikah. Namun, terdapat sekitar empat perkara yang tidak memenuhi persyaratan rukun sah pernikahan,” jelas Zainul Arifin.

Pelaksanaan Sidang Isbat Nikah ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi pasangan suami istri, sekaligus mendukung tertib administrasi kependudukan di Kabupaten Bondowoso.

images (15)

Bondowoso Investment Gathering 2025 Tawarkan Investasi Hijau Berbasis Tiga Pilar Utama

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO — Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid membuka acara Bondowoso Investment Gathering 2025 sebagai forum strategis untuk mempertemukan pemerintah daerah dengan pelaku usaha dan investor.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong investasi berkelanjutan yang berbasis potensi lokal dan selaras dengan arah pembangunan nasional,”jelasnya di Ijen Viuw ,Kamis 18/12/2025.

Dalam forum tersebut, Pemkab Bondowoso secara resmi memperkenalkan dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO), yakni paket penawaran proyek investasi yang disusun berdasarkan potensi riil daerah, aktivitas ekonomi yang telah berjalan, serta mengacu pada kebijakan pembangunan daerah dan nasional.

“IPRO Bondowoso mengusung konsep investasi hijau yang berorientasi pada keberlanjutan dan nilai tambah jangka panjang. Penawaran investasi tersebut dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu pertanian dan perkebunan berkelanjutan, energi terbarukan, serta pariwisata alam dan Ijen Global Geopark,”paprnya.

Pilar pertama, sektor pertanian dan perkebunan berkelanjutan, menjadi fondasi utama perekonomian daerah. Komoditas unggulan seperti kopi, tembakau, dan tebu selama ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Data menunjukkan sektor pertanian menyumbang lebih dari 28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bondowoso dan menyerap lebih dari 42 persen tenaga kerja,”tegas Bupati Hamid.

Ke depan, kata Bupati arah investasi difokuskan pada hilirisasi produk pertanian, pengembangan pertanian organik, penguatan agribisnis, serta agroindustri berkelanjutan guna meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.

Dikatakan bahwa ,Pilar kedua adalah pengembangan energi terbarukan. Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen dinilai sebagai aset strategis daerah dalam mendukung transisi menuju energi bersih.

FB_IMG_1773966750014

Menurutnya,pengembangan sektor ini diarahkan pada investasi hijau jangka panjang yang terintegrasi dan berskala luas, termasuk optimalisasi jaringan transmisi yang telah tersedia.

Sementara itu, pilar ketiga, pariwisata alam dan Ijen Global Geopark, menjadi keunggulan kompetitif Bondowoso dengan pengakuan internasional. Sektor ini membuka peluang investasi pada pengembangan eco-tourism, eco-lodge ramah lingkungan, wisata edukasi, serta penguatan desa wisata berbasis ekonomi lokal.

“Untuk mendukung ketiga pilar tersebut, Pemkab Bondowoso juga mendorong penguatan konektivitas dan infrastruktur. Di antaranya melalui rencana reaktivasi jalur kereta api Panarukan–Bondowoso–Jember–Surabaya guna meningkatkan efisiensi logistik dan konektivitas regional, serta mendukung hilirisasi sektor pertanian dan industri,”paprnya.

Selain itu kata Bupati , pengembangan dan pelebaran Jalan Arak-Arak sebagai antisipasi keberadaan Exit Tol Besuki juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan aksesibilitas dan kelancaran arus investasi.

Dari sisi realisasi, investasi di Kabupaten Bondowoso menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2024, nilai investasi yang tercatat melalui sistem Online Single Submission (OSS) mencapai sekitar Rp1,278 triliun. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di daerah.

Melalui sinergi penguatan infrastruktur dan pengembangan tiga pilar hijau, Pemkab Bondowoso menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kepastian hukum, kemudahan berusaha, serta iklim investasi yang kondusif. Pemerintah daerah berharap Bondowoso Investment Gathering 2025 menjadi awal terbangunnya kemitraan strategis yang saling menguntungkan demi mewujudkan Bondowoso yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

images (15)

Hadapi Tantangan Ekonomi, Bondowoso Optimalkan Peran TP2D dan TPID

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar High Level Meeting Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2D) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sebagai langkah strategis memperkuat arah pembangunan ekonomi daerah.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Sabha Binapraja Pemkab setempat ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan langkah konkret dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa pertemuan strategis tersebut sangat penting dalam menghadapi dinamika perekonomian daerah. Menurutnya, sinergi lintas sektor diperlukan agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seimbang dengan pengendalian inflasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kondisi perekonomian Kabupaten Bondowoso menunjukkan tren yang cukup positif. Pada tahun 2024, jumlah penduduk Bondowoso tercatat sebanyak 788.007 jiwa dengan tingkat kepadatan 505 jiwa per kilometer persegi. Angka ketergantungan berada pada level 47,01 persen, yang mencerminkan besarnya peran penduduk usia produktif sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bondowoso pada tahun 2024 tercatat sebesar 4,87 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kinerja sejumlah lapangan usaha, terutama sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib yang mengalami pertumbuhan signifikan. Meski demikian, masih terdapat beberapa sektor yang mengalami perlambatan dan memerlukan perhatian bersama,” jelasnya Rabu,17/12/2025.

Dikatakan bahwa ,capaian positif lainnya adalah penurunan angka kemiskinan. Persentase penduduk miskin di Bondowoso turun dari 13,34 persen pada tahun 2023 menjadi 12,60 persen pada tahun 2024, atau berkurang sekitar 5,51 ribu jiwa. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka juga menurun menjadi 3,63 persen pada tahun 2024, seiring pemulihan ekonomi dan meningkatnya penyerapan tenaga kerja, khususnya di sektor industri.

Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh berpuas diri. Tantangan struktural masih dihadapi, seperti keterbatasan lapangan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta kebutuhan akan penciptaan wirausaha baru.

“Selain itu, stabilitas harga dan pengendalian inflasi tetap menjadi isu krusial karena berdampak langsung terhadap daya beli dan kesejahteraan masyarakat,”harapnya.

Sejalan dengan visi pembangunan daerah dalam RPJMD Kabupaten Bondowoso Tahun 2025–2029, yakni Mewujudkan Bondowoso yang Tangguh, Unggul, Berdaya Saing Global, dan Berbudaya, pembentukan TP2D serta optimalisasi peran TPID dinilai sebagai langkah strategis dan tepat.

FB_IMG_1773966750014

TP2D diharapkan menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi melalui penguatan iklim investasi, peningkatan produktivitas sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan, UMKM, dan pariwisata, serta mendorong hilirisasi komoditas lokal guna menciptakan nilai tambah dan memperluas lapangan kerja.

Sementara itu, TPID berperan sebagai stabilisator harga dan inflasi daerah melalui penguatan koordinasi lintas sektor, pemantauan harga dan pasokan, pelaksanaan operasi pasar, serta penguatan kerja sama antardaerah guna menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pangan strategis.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Bondowoso saat ini mencapai 6,64 persen dan menempati peringkat ketiga se-Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa ke depan penguatan sektor primer menjadi fokus utama pemerintah daerah.

“Ke depan akan terjadi peningkatan di berbagai sektor, baik primer, sekunder, maupun tersier. Namun fokus utama saat ini adalah sektor primer, khususnya pertanian dan pertambangan, karena menjadi fondasi utama pemenuhan kebutuhan masyarakat,” ujar Fathur Rozi.

Menurutnya, penguatan sektor pertanian tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan lokal, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan nilai tambah daerah. Pemerintah daerah, kata dia, ingin mendorong masyarakat agar berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan daerahnya sendiri.

“Dari situ akan tumbuh aktivitas ekonomi yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Bondowoso,” pungkasnya.

Melalui sinergi TP2D dan TPID, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada penguatan sektor unggulan daerah, pengendalian inflasi, serta pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

l.

images (15)

Ekonomi Tumbuh 6,64 Persen  Pringkat ke Tiga se Jatim , Bondowoso Perkuat Sektor Primer Lewat High Level Meeting TP2D–TPID

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Seiring pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bondowoso yang menduduki peringkat ke tiga se Jawa Timur dengan 6,64 persen Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar High Level Meeting Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2D) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sebagai langkah strategis dalam memperkuat arah pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Bupati Bondowoso melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan bahwa perekonomian daerah ke depan diproyeksikan mengalami peningkatan melalui penguatan berbagai sektor, mulai dari sektor primer, sekunder, hingga tersier. Meski demikian, fokus utama pemerintah daerah saat ini diarahkan pada penguatan sektor primer, khususnya pertanian dan pertambangan.

Hal tersebut disampaikan Fathur Rozi dalam forum resmi yang membahas strategi pengendalian inflasi sekaligus percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, sektor primer memiliki peran strategis sebagai fondasi utama dalam menopang kebutuhan masyarakat serta mendorong pergerakan sektor-sektor lainnya.

“Ke depan akan terjadi kenaikan di beberapa sektor, baik primer, sekunder, maupun tersier. Namun yang paling utama adalah sektor primer, terutama pertanian dan pertambangan. Sektor pertanian ini dapat kita dorong untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah sendiri,” ujar Fathur Rozi.

FB_IMG_1773966750014

Ia menjelaskan, penguatan sektor pertanian tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan lokal, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Optimalisasi potensi lokal dinilai mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

Lebih lanjut, Fathur Rozi menyampaikan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan ekonomi. Peningkatan aktivitas pada sektor primer diyakini akan berdampak langsung pada kenaikan pendapatan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Kita ingin mendorong masyarakat agar ikut berperan dalam memenuhi kebutuhan daerahnya sendiri. Dari sana akan tumbuh aktivitas ekonomi yang berkelanjutan dan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi Bondowoso,” pungkasnya.

Melalui sinergi TP2D dan TPID, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada penguatan sektor unggulan daerah, pengendalian inflasi, serta pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

images (15)

Pemkab Bondowoso Gelar Seleksi Terbuka JPT Pratama, Libatkan Pendampingan Kejaksaan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melaksanakan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama sebagai bagian dari komitmen mewujudkan sistem manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, berintegritas, dan berbasis merit.

Seleksi terbuka ini bertujuan untuk menjaring ASN terbaik yang memiliki kompetensi, rekam jejak kinerja, serta integritas yang memadai guna mengisi jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Selain itu, proses ini menjadi instrumen penting untuk memastikan pengisian jabatan pimpinan tinggi dilakukan secara objektif, transparan, kompetitif, dan bebas dari intervensi kepentingan.

Salah satu tahapan seleksi, yakni penyusunan makalah, dilaksanakan pada Rabu (17/12/2025) bertempat di SMP Negeri I Bondowoso.

Tahapan ini diikuti oleh 55 peserta yang sebelumnya dinyatakan lulus seleksi administrasi, berasal dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bondowoso, serta satu peserta dari Kabupaten Jember.

Ada dua ruangan digunakan diantaranya Ruang A bagi 31 orang yang memilih 3 pilihan dan ruang B 24 orang untuk yang memilih 1 atau dua Dinas

Penyusunan makalah dilakukan dengan metode on the spot guna menjamin orisinalitas karya, kejujuran akademik, serta kemampuan analisis peserta terhadap isu-isu strategis pemerintahan dan pelayanan publik sesuai jabatan yang dilamar.

Sebagai bentuk penguatan integritas dan pengawasan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso secara resmi meminta pendampingan dan fasilitasi dari Kejaksaan Negeri Bondowoso.

Pendampingan tersebut bertujuan memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, mencegah potensi penyimpangan, serta menumbuhkan kepercayaan publik terhadap proses seleksi.

FB_IMG_1773966750014

Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, bersama Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso serta Sekretaris Daerah selaku Ketua Panitia Seleksi (Pansel), menegaskan komitmen bersama untuk menolak segala bentuk praktik penyimpangan, termasuk jual beli jabatan, gratifikasi, maupun intervensi kepentingan lainnya.

Seluruh peserta diimbau mengandalkan kemampuan, kompetensi, dan rekam jejak kinerja masing-masing.

“Open bidding ini ada 11 posisi jabatan pimpinan perangkat daerah dengan total 55 peserta. Kami berharap proses ini menghasilkan figur terbaik. Pendampingan dari Kejaksaan menjadi bagian dari komitmen kami menjaga integritas seleksi,” ujar Bupati KH.Abdul Hamid Wahid.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso, Dzakiyul Fikri, menyampaikan bahwa pihaknya hadir untuk memberikan pendampingan agar proses seleksi berjalan objektif dan akuntabel.

“Seluruh tahapan seleksi dilakukan secara digital, sehingga objektivitas dan proporsionalitas bisa terjaga. Kami tidak melakukan intervensi, melainkan memberikan pendampingan berupa saran berkelanjutan agar proses berjalan sesuai aturan,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil setiap tahapan akan disampaikan secara terbuka setelah penetapan, termasuk alasan peserta yang dinyatakan lulus maupun tidak lulus, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan bahwa pelaksanaan seleksi terbuka JPT Pratama ini berlandaskan prinsip transparansi, objektivitas, akuntabilitas, bebas konflik kepentingan, serta sesuai dengan sistem merit sebagaimana diamanatkan peraturan perundang-undangan.

Melalui seleksi terbuka ini, diharapkan terpilih pimpinan perangkat daerah yang mampu mendorong peningkatan kinerja birokrasi, kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik di Kabupaten Bondowoso.

images (15)

Satresnarkoba Polres Bondowoso Ungkap Peredaran Pil Koplo Ilegal di Desa Dadapan Grujugan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bondowoso kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana peredaran sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu di wilayah Kabupaten Bondowoso.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang diterima Satresnarkoba Polres Bondowoso pada Kamis, 11 Desember 2025, terkait dugaan peredaran sediaan farmasi ilegal di Kecamatan Grujugan. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas segera melakukan penyelidikan.

Hasilnya, pada Sabtu, 13 Desember 2025, sekitar pukul 21.35 WIB, petugas mengamankan seorang pria berinisial MF (19) di rumahnya yang beralamat di Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso.

Dari hasil penindakan, MF diduga mengedarkan sediaan farmasi berupa pil berlogo huruf Y berwarna putih dengan cara menjualnya secara bebas kepada masyarakat. Tersangka diketahui tidak memiliki keahlian maupun kewenangan di bidang kefarmasian. Pil tersebut dijual secara ecer dengan harga bervariasi, mulai Rp10.000 untuk tiga butir hingga Rp30.000 untuk sembilan butir, dan menyesuaikan jumlah pembelian.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa 127 butir pil berlogo Y warna putih serta satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran sediaan farmasi ilegal. Selanjutnya, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Bondowoso untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Kasat Resnarkoba Polres Bondowoso, AKP Deky Julkarnain, S.H., mengatakan bahwa tersangka disangkakan melanggar Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2), subsider Pasal 436 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

FB_IMG_1773966750014

Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan komitmen jajarannya dalam memberantas peredaran sediaan farmasi ilegal yang membahayakan kesehatan masyarakat.

“Peredaran obat-obatan tanpa izin dan tidak memenuhi standar merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Kami akan menindak tegas para pelaku serta terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas,” tegas Kapolres.

Saat ini, Satresnarkoba Polres Bondowoso masih melakukan pendalaman perkara dengan melengkapi administrasi penyidikan, memeriksa saksi dan tersangka, mengirim barang bukti ke Laboratorium Forensik Cabang Surabaya, serta berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum. Penyidik juga terus melakukan pengembangan untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat.

Polres Bondowoso mengimbau masyarakat agar tidak menyalahgunakan maupun mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin, serta mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

Untuk diketahui Pelaku pengedaran dapat dijerat berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (sebelumnya UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan) dengan ancaman hukuman Paling lama 12 tahun.Ancaman Denda: Maksimal Rp5 miliar (lima miliar rupiah).

Pasal yang umum digunakan untuk menjerat pengedar obat keras tanpa izin edar atau tidak memenuhi standar keamanan dan mutu adalah Pasal 435 subsider Pasal 436 ayat (2) UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Ancaman hukuman ini diberlakukan untuk memberikan efek jera mengingat bahaya yang ditimbulkan akibat peredaran obat-obatan ilegal tersebut terhadap kesehatan masyarakat.

images (15)

Jembatan di Sukoworyo – Nangkaan Bondowoso Retak, BPBD Pasang Barier dan Batasi Tonase

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO — Sebuah jembatan di wilayah Sukoworyo – Nangkaan, Kabupaten Bondowoso, dilaporkan mengalami retakan pada badan jalan. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso segera melakukan langkah pengamanan guna mencegah risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto PP, mengatakan pihaknya telah memasang barier serta garis peringatan di sekitar lokasi jembatan yang mengalami retakan.

“Sementara yang kami lakukan adalah pengamanan badan jalan dengan memasang barier dan garis peringatan pada jembatan yang dilalui kendaraan,” ujar Kristianto, Senin (15/12/2025).

Ia menjelaskan, retakan berada di sisi barat selatan jembatan dengan panjang diperkirakan mencapai sekitar 25 meter. Namun demikian, BPBD belum dapat memastikan penyebab kerusakan tersebut secara teknis.

FB_IMG_1773966750014

“Penyebabnya belum bisa kami jelaskan secara teknis karena besok akan ditinjau langsung oleh tim dari PU Bina Marga,” katanya.

Meski terdapat retakan, Kristianto memastikan bahwa untuk sementara waktu jembatan tersebut masih aman dilalui kendaraan. Kendati demikian, demi menjaga keselamatan pengguna jalan, BPBD memberlakukan pembatasan tonase serta pengaturan arus lalu lintas secara bergantian.

“Untuk sementara aman dilalui, makanya dibatasi tonasenya. Kendaraan yang melintas diberlakukan satu per satu secara bergantian,” pungkasnya.

BPBD mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar tetap berhati-hati serta mematuhi rambu dan pengaturan lalu lintas yang telah ditetapkan hingga proses pengecekan dan penanganan lanjutan selesai dilakukan.

images (15)

Banjir Kembali Melanda Dusun Peh Gunungsari, Warga Diminta Tetap Waspada

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Banjir kembali melanda Dusun Peh, Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, pada Senin (15/12/2025) petang. Air Sungai Peh meluap ke daratan dengan arus yang cukup deras setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah lereng Gunung Argopuro.

Luapan sungai terjadi akibat debit air yang terus meningkat seiring hujan deras yang berlangsung sejak sore hari. Air sungai tidak mampu lagi tertampung di badan sungai sehingga menggenangi area permukiman warga di sekitarnya.

Camat Maesan, Dwi Wahyudi, membenarkan peristiwa banjir tersebut. Menurutnya, curah hujan di wilayah hulu memang cukup tinggi.

“Intensitas hujan memang cukup tinggi,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (15/12/2025).

Meski demikian, Dwi Wahyudi menyebut banjir kali ini tidak separah kejadian sebelumnya pada 9 Januari 2025, yang disertai hanyutnya bongkahan kayu berukuran besar.

FB_IMG_1773966750014

“Untuk kejadian saat ini tidak seperti banjir pada Januari lalu,” jelasnya.

Saat ini, pihak Kecamatan Maesan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso masih melakukan asesmen terhadap warga yang terdampak banjir guna mengetahui dampak serta kebutuhan mendesak di lapangan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat intensitas hujan yang masih tinggi dan berpotensi memicu banjir susulan.

“Kami mengimbau warga untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam kondisi cuaca seperti saat ini,” pungkasnya.

images (15)
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih