Beranda blog Halaman 11

Pemkab Bondowoso Pastikan Pengangkatan Kepala Sekolah Transparan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Sekda Bondowoso Fathur Rozi menyampaikan bahwa pengangkatan dan mutasi kepala sekolah atau kepala UPTD SPF satuan pendidikan berjalan secara transparan.

Dikatakan pihaknya menjamin karena ada tim yang akan membahas sebelum seseorang menduduki jabatan Kepala sekolah.

Tim Pertimbangan Pengangkatan Kepala Sekolah adalah tim yang dibentuk oleh pemerintah kabupaten sesuai Permendiknas No. 28 Tahun 2010.

Hal itu sebagai penyelenggara sekolah untuk memberikan masukan dan rekomendasi dalam proses seleksi dan pengangkatan kepala sekolah, melibatkan unsur pengawas sekolah dan dewan pendidikan, serta pejabat terkait, untuk memastikan calon kepala sekolah memenuhi kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan.

“Sekda ,BKPSDM , Dinas Pendidikan Bondowoso adalah Tim Pertimbangan Pengangkatan Kepala Sekolah,”jelasnya , Kamis 5/02/2026.

Dikatakan bahwa Tim ini bertugas mengelola data calon, memverifikasi, dan memberikan rekomendasi kepada pejabat berwenang Bupati untuk penetapan.

FB_IMG_1773966750014

Sementara itu kata Sekda ,tugas dan Fungsi Tim Memberikan Pertimbangan Teknis: Memberikan masukan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) terkait calon kepala sekolah.

Verifikasi dan Validasi: Memeriksa dan memvalidasi berkas serta kompetensi calon.

” Tentunya tetap melibatkan Unsur Terkait untuk menggabungkan pandangan pengawas sekolah/madrasah dan dewan pendidikan untuk memahami konteks sosial budaya sekolah,”ungkapnya.

Juga untuk nengelola data dan informasi mengenai calon kepala sekolah yang akan diangkat.

 

images (15)

Tak Gentar Meski Dikritik, Tegas Bupati Bondowoso Kembali Lantik Pejabat

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Sikap tegas Bupati Bondowoso, KH Abdul Hamid Wahid, kembali ditunjukkan, Kendati sejumlah media dan beberapa pihak melayangkan kritik terkait pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, bupati tetap melaksanakan pelantikan pejabat administrator dan pejabat pengawas.

Menurutnya ,pelantikan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Bondowoso. Momentum ini dinilai penting untuk memastikan roda birokrasi berjalan efektif dan profesional.
Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang mengandung tanggung jawab moral serta konsekuensi kinerja.

Ia mengingatkan agar sumpah jabatan yang diucapkan tidak dimaknai sebagai formalitas semata, melainkan komitmen nyata dalam bekerja secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.

“Jabatan ini adalah kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada negara dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Abdul Hamid Wahid, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, pejabat administrator dan pengawas memiliki peran strategis sebagai penggerak organisasi sekaligus penghubung antara kebijakan pimpinan dan pelaksanaan teknis di lapangan. Oleh karena itu, mereka dituntut mampu memastikan setiap program berjalan efektif, pelayanan publik terlaksana dengan baik, serta pengelolaan sumber daya dilakukan secara akuntabel.

Dalam arahannya, bupati menekankan tiga hal utama. Pertama, pentingnya profesionalitas aparatur yang tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga sikap, etika, dan komitmen terhadap tugas. Para pejabat diminta terus meningkatkan kapasitas diri, memahami regulasi, serta mampu bekerja secara kolaboratif dan adaptif terhadap perubahan.
Kedua, disiplin sebagai fondasi utama kinerja aparatur.

Disiplin waktu, disiplin kerja, serta ketaatan terhadap aturan harus menjadi budaya kerja sehari-hari. Dari disiplin akan lahir keteladanan, dan dari keteladanan akan tumbuh kepercayaan, baik di internal organisasi maupun di tengah masyarakat.

Ketiga, peningkatan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan bahwa aparatur pemerintah hadir untuk melayani masyarakat. Pelayanan dituntut diberikan secara cepat, tepat, transparan, dan berkeadilan, dengan meninggalkan pola kerja lama yang berbelit-belit dan menggantinya dengan semangat melayani yang solutif.

Selain itu, para pejabat yang dilantik juga diminta mampu menjadi pemimpin di unit kerja masing-masing. Membangun komunikasi yang baik dengan bawahan, menciptakan suasana kerja yang kondusif, serta menerapkan kepemimpinan yang humanis namun tegas dinilai menjadi kunci peningkatan kinerja organisasi.

Melalui pelantikan tersebut, Bupati Abdul Hamid Wahid berharap para pejabat administrator dan pengawas dapat menjalankan amanah dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab, serta memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang semakin berkualitas di Kabupaten Bondowoso.

Adapun pejabat yang dilantik dalam jabatan Administrator dan Pengawas, diantaranya
Azaz Suwardi, S.E., M.M. – sebagai Camat Grujugan sebelumnya menjabat sebagai ,Sekretaris Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja

FB_IMG_1773966750014

Kedudukan Azas digantikan oleh Yuli Indrawati, S.E., M.M.yang sebelumnya menjabat sekretaris dinas pertanian dan ketahanan pangan .

Sementara Muttakin, S.Sos. menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Sekretaris kecamatan Sumber Wringin Zulfikar Ardiansa, S.H., M.M.dilantim menjadi Camat Pujer.

Kedudukan Zulfikar sebagai sekcam diganti oleh Riko Setiawandika, S.Sos., M.M. – Sekretaris Kecamatan Sumber Wringin.

Kemudian Arief Rahman, S.E. dilantik sebagai Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Tegalampel dan
Efti Hendrawati, S.E. sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Binakal.

Kemudian Ahmad Eko Wijaksono, S.Pd. sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Sumber Wringin dan
Dwi Rahman Ardianto, S.Sos. menjadi Lurah Blindungan, Kecamatan Bondowoso.

Selain itu Muhammad Usni Gozali, S.Sos. dilantik menjadi Lurah Tamansari, Kecamatan Bondowoso,
dan Tarmudji Hendrianto, S.Sos., M.M. sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Tapen.

Larto, S.Sos. dilantik menjadi Kepala Subbagian Penyusunan Program dan Keuangan Kecamatan Tapen,sedangkan
Sumito, S.H. menjadi Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Pujer.

Ada pula Muhammad Zuhdi Heri Burwanto, S.Sos. sebagai Kepala Seksi Pelayanan Kecamatan Cermee dan Apidian Soekaryadi, S.H. menjadi Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Grujugan.

 

images (15)

RAT KPRI “Serba Usaha” Jadi Wadah Evaluasi dan Penguatan Koperasi ASN Bondowoso,200 Anak Anggota Terima Beasiswa

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Safi’i menyampaikan bahwa Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan forum tertinggi dalam koperasi yang memiliki peran penting untuk memastikan koperasi berjalan sesuai dengan jati dirinya, yakni dikelola dari, oleh, dan untuk anggota.

Melalui RAT, seluruh anggota memiliki ruang untuk mengevaluasi kinerja koperasi, menilai laporan pertanggungjawaban pengurus, serta menetapkan arah kebijakan secara demokratis dan bertanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan dalam pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “Serba Usaha” Pemerintah Kabupaten Bondowoso Tahun Buku 2025. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan apresiasi kepada Pengurus dan Pengawas KPRI “Serba Usaha” atas komitmen dan upaya yang konsisten dalam menjaga keberlangsungan koperasi di Pendopo Raden Bagus Asra ,Jum’at 30/01/2026.

“Keberadaan koperasi pegawai dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi anggota serta mendukung peningkatan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso,”jelasnya.

Ke depan, koperasi dituntut untuk dikelola secara lebih profesional, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Penerapan tata kelola yang baik, pengelolaan keuangan yang sehat, serta pemilihan unit usaha yang tepat menjadi landasan utama agar koperasi mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.

“Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga mendorong agar koperasi tidak hanya berorientasi pada rutinitas organisasi, tetapi memiliki visi jangka panjang. Koperasi diharapkan menjadi wadah yang dipercaya, akuntabel, serta mampu berkontribusi dalam penguatan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan RAT ini, seluruh anggota diajak untuk berperan aktif, menjaga soliditas, serta memperkuat rasa memiliki terhadap koperasi.

FB_IMG_1773966750014

“Setiap keputusan yang dihasilkan diharapkan mengedepankan kepentingan bersama dan keberlanjutan organisasi.
Rapat Anggota Tahunan KPRI “Serba Usaha” Pemerintah Kabupaten Bondowoso Tahun Buku 2025 diharapkan dapat berjalan dengan tertib dan lancar, serta menghasilkan keputusan strategis yang membawa kemajuan koperasi dan meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya,”paparnya.

Sementara itu Noval Rofiki  pengawas Koprasi Serba Usaha menyampaikan bahwa selama ini Koprasi Serba Usaha berjalan lancar dan bisa mengembangkan sayap salah satunya sudah memiliki Travel.

“Dikembangkan uang yang ada dibelikan travel agar nanti bisa menghasilkan ,sehingga keuangan tidak terlalu banyak mengendap di kas ,”ungkapnya

Selain itu Koprasi setiap tahun juga memberikan beasiswa kepada pura putri anggota .

“Untuk SMA Sederajat , tahun ini ada 200 beasiswa untuk putra putri anggota ,”pungkasnya.

 

images (15)

Mobil Patroli Satlantas Polresta Banyuwangi Alami Kecelakaan 

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi – Mobil patroli Satlantas Polresta Banyuwangi mengalami kecelakaan saat melintas Jalan Raya Situbondo – Banyuwangi, Kamis (29/1/2026.

Mobil patroli milik kepolisian itu membentur bagian belakang mobil pick up nopol W 9476 K. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kasatlantas Polresta Banyuwangi, AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady membenarkan peristiwa itu. Kecelakaan terjadi seusai melakukan patroli dari wilayah Kecamatan Wongsorejo.

“Kecelakaan melibatkan kendaraan kita yang sedang patroli,” kata Krisna kepada wartawan.

Krisna menjelaskan kecelakaan terjadi ketika mobil patroli kehilangan tenaga saat melewati jalan menanjak di wilayah Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

FB_IMG_1773966750014

Disebutnya setir mobil patroli terasa berat lalu mendadak keluar asap pada kap mesin, sehingga menghalangi jarak pandang pengemudi.

Akibatnya mobil patroli ringsek usai menyeruduk bagian belakang pick up. Sementara mobil pick up keluar jalur dan nyaris terbalik.

Kasat Lantas Polresta Banyuwangi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara mobil mengalami kerusakan dan telah dievakuasi.

“Nihil korban dan mobil dinas sudah kita angkut, dan kondisi anggota aman,” pungkasnya. (mam)

images (15)

Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali Di Angkat 

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi – Kapal super besar barge crane atau tongkang bercakar Pioner 88 dipersiapkan untuk mengangkat KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada Juli 2025 lalu.

Kapal tongkang tersebut telah berada di sisi tenggara Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Posisi kapal sangat dekat dengan titik tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya yang telah ditandai buoy (pelampung penanda) sebagai penunjuk lokasi bangkai kapal di dasar laut.

Kasatpolairud Polrestabes Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi membenarkan keberadaan kapal tongkang tersebut di sekitar lokasi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Namun ia menegaskan bahwa proses pengangkatan belum dimulai.

“Belum ada proses pengangkatan. (Kapal tongkang bercakar) Baru ke titik lokasi saja, belum ada pengangkatan sama sekali,” kata Wahyudi kepada wartawan, Kamis (29/1/2026).

Menurut Wahyudi, kapal tongkang bercakar itu telah berada di area Selat Bali sejak beberapa hari terakhir. Lokasi operasi sudah disterilkan dengan radius pengamanan sekitar 400 meter guna memastikan jarak aman dan mencegah aktivitas kapal lain melintas di sekitar titik evakuasi.

FB_IMG_1773966750014

Wahyudi juga menegaskan bahwa proses pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya dibawah kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banyuwangi. Pihak kepolisian hanya mendukung sesuai tugas masing-masing.

“Semua proses pengangkatan, termasuk kapalnya, asuransi, dan pekerja, itu menjadi di bawah koordinasi KSOP,” tuturnya.

Sekadar informasi, KMP Turu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali pada 2 Juli 2025 malam, saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Kapal milik perusahaan perkapalan PT Raputra Jaya itu mengangkut 84 orang dalam perjalanan saat tenggelam, termasuk di dalamnya adalah kru kapal.
Dalam tragedi tersebut, 30 penumpang dan kru selamat. Sementara sisanya ditemukan dalam keadaan meninggal dan hilang. (mam)

images (15)

Pelantikan ,Bupati Bondowoso : Jabatan Merupakan Amanah

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO – Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah, tanggung jawab, dan ruang pengabdian, bukan sarana kepentingan pribadi.

Hal itu disampaikan saat pelantikan dan pengambilan sumpah 11 pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Selain JPTP, ratusan eslon III juga dilantik dan diambil sumpahnya di Pendopo Raden Bagus Asra,Kamis 29/01/2026.

Bupati menekankan bahwa setiap pejabat dituntut bekerja profesional, berintegritas, dan mengedepankan kolaborasi.

Menurutnya, seluruh kebijakan dan keputusan harus berorientasi pada kepentingan masyarakat serta berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Jabatan itu amanah. Bukan sekadar posisi, tetapi tanggung jawab dan ruang pengabdian. Karena itu harus dijalankan secara profesional, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” ungkap Abdul Hamid Wahid.

Adapun pejabat yang dilantik antara lain Agus Winarno sebagai Sekretaris DPRD Bondowoso, dr. Mohammad Jasin sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Dwi Wahyudi sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Kristianto Putro Prasojo sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso.

FB_IMG_1773966750014

Selain itu Bupati juga melantik Henry Kurniawan sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Puspo Pranoto sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Hergiar Yuli Pramanto sebagai Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), serta Gede Budiawan sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora).

Semantaea itu, I Wayan Wisesa dilantik sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Ansori sebagai Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK), serta Diana Nurbayanti sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

Bupati menegaskan bahwa kinerja para pejabat akan terus dipantau secara berkala. Evaluasi dilakukan untuk memastikan amanah jabatan dijalankan dengan baik dan tidak disalahgunakan.

“Amanah ini harus dijaga. Jangan sewenang-wenang dalam menggunakan kewenangan. Evaluasi akan terus dilakukan secara objektif,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Abdul Hamid Wahid menyampaikan optimisme terhadap masa depan Bondowoso.

 

images (15)

SUSENAS Jadi Penentu Arah Kebijakan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan pentingnya pelaksanaan Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) sebagai dasar penentuan berbagai kebijakan pembangunan daerah, mulai dari penanggulangan kemiskinan hingga pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, data SUSENAS menjadi penentu utama dalam menggambarkan kondisi riil masyarakat Bondowoso, termasuk indikator kemiskinan, indeks pembangunan manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, ketimpangan, hingga rata-rata lama sekolah.

“Indeks-indeks itu semua ditentukan dari data. Karena itu saya berharap kepala desa menyampaikan kepada warganya agar bersabar menerima petugas survei. Pertanyaannya lebih dari 100 dan membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga jam,” ujar Fathur Rozi,Rabu 28/01/2026.

Ia menekankan, ketidaksabaran responden berpotensi membuat data tidak valid. Padahal, validitas data sangat dibutuhkan agar kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi nyata masyarakat.

“Kita ingin datanya valid, menggambarkan kondisi real masyarakat Bondowoso. Bukan hanya responden yang harus sabar, petugas juga wajib sabar karena ini proses yang tidak singkat,” tambahnya.

SUSENAS sendiri dilaksanakan setiap tahun oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Di Kabupaten Bondowoso, survei ini menggunakan metode sampel, yakni 72 desa dari total 219 desa, dengan jumlah sekitar 830 responden dari populasi lebih dari 790 ribu jiwa.

FB_IMG_1773966750014

Fathur Rozi menjelaskan, data SUSENAS menjadi rujukan utama pemerintah daerah dalam menjalankan strategi nasional pengentasan kemiskinan yang mencakup tiga hal, yaitu pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan melalui pemberdayaan, serta penurunan kantong-kantong kemiskinan.

Selain itu, Pemkab Bondowoso juga mendorong program Gerakan Orang Tua Asuh untuk masyarakat miskin ekstrem. Program ini bersifat sukarela dan mengajak masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), untuk berbagi secara langsung kepada warga yang membutuhkan.

“Ini bukan iuran, tapi ajakan berbagi. Semakin banyak berbagi, insyaallah semakin berkah,” katanya.

 

 

images (15)

DPD Partai NasDem Situbondo Turun Langsung ke Lokasi Banjir Bandang, Salurkan 2.000 Paket Bansos Lewat Aksi “Solidaritas Tanpa Batas”

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Situbondo – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Situbondo. Pasca bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo, khususnya Kecamatan Besuki, Partai NasDem bergerak cepat dengan menggelar aksi kemanusiaan bertajuk “Solidaritas Tanpa Batas.”

Melalui kegiatan tersebut, kader Partai NasDem DPD Situbondo turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak sekaligus melakukan pendataan terpadu sebagai langkah awal dalam proses pemulihan pascabencana.

Ketua DPD Partai NasDem Situbondo, Hadi Budi Prasetya, memimpin langsung aksi sosial ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran dan tanggung jawab moral partai politik terhadap masyarakat, khususnya di saat menghadapi musibah.

“Solidaritas tanpa batas merupakan jargon yang kami usung dalam kegiatan bantuan sosial kali ini. Ini adalah bentuk kepedulian kami sekaligus tanda kehadiran Partai NasDem di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” ujar Hadi Budi Prasetya di sela-sela kegiatan.

Hadi juga menyampaikan bahwa meskipun pihaknya memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh wilayah terdampak, Partai NasDem tetap berupaya semaksimal mungkin agar bantuan yang disalurkan dapat diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

FB_IMG_1773966750014

“Kami dari Partai NasDem DPD Situbondo memang tidak bisa hadir di seluruh titik terdampak, namun kami berupaya semaksimal mungkin agar bantuan ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Dalam aksi kemanusiaan tersebut, DPD Partai NasDem Situbondo menyisir delapan titik lokasi yang dinilai mengalami dampak paling parah akibat banjir bandang. Sebanyak kurang lebih 2.000 paket bantuan sosial disalurkan secara langsung kepada warga terdampak guna memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar membantu kebutuhan dasar masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pengurus DPD Partai NasDem Situbondo, di antaranya Sekretaris, Bendahara, serta Wakil Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), yang bersama-sama terlibat aktif dalam proses penyaluran bantuan.

Aksi kemanusiaan “Solidaritas Tanpa Batas” ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak banjir bandang, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemulihan sosial dan kemanusiaan di wilayah Kabupaten Situbondo.

images (15)

Gerindra Bondowoso Dorong Keberlanjutan dan Fasilitas Charger Becak Listrik

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Ketua DPC Partai Gerindra Bondowoso, Stiyo Budi, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto melalui program bantuan becak listrik yang dinilai sangat bermanfaat, khususnya bagi para pengemudi becak lanjut usia.

Menurut Stiyo Budi, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap kelompok masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor transportasi tradisional.

Dengan adanya becak listrik, beban kerja para pengemudi menjadi lebih ringan sekaligus berpotensi meningkatkan pendapatan mereka.

“Kami dari Partai Gerindra tentu mengapresiasi langkah Pak Prabowo. Bantuan becak listrik ini sangat membantu, terutama bagi para pengemudi becak yang sudah lanjut usia. Harapan kami, program ini bisa berkelanjutan sehingga manfaatnya semakin dirasakan,” ujar Stiyo Budi.

Ia menegaskan, keberlanjutan program menjadi kunci agar dampak ekonomi yang dirasakan para pengemudi becak bisa lebih optimal. Dengan alat transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, pengemudi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dalam mencari nafkah.

Terkait kebutuhan pengisian daya, Stiyo Budi menyebut bahwa keberadaan titik charger becak listrik masih menjadi tantangan, terutama di wilayah perdesaan.

Selama ini, fasilitas pengisian daya lebih banyak tersedia di kawasan perkotaan, sementara di daerah pinggiran dan kecamatan masih relatif terbatas.

“Kita harus memikirkan ketersediaan charger, tidak hanya di kota, tetapi juga di wilayah perdesaan. Ini penting agar para pengemudi becak listrik tidak mengalami kesulitan saat beroperasi,” jelasnya.

FB_IMG_1773966750014

Ia menambahkan, Partai Gerindra pada prinsipnya siap mendukung dengan memfasilitasi titik pengisian daya, termasuk rencana penyediaan charger di kantor DPD sebagai bentuk dukungan awal.

Namun demikian, ia menekankan bahwa kebijakan utama tetap berada di tangan pemerintah pusat.

“Pada dasarnya ini merupakan kebijakan pemerintah pusat. Kami di daerah siap mendukung dan mengikuti arahan yang ada demi kelancaran program,” imbuhnya.

Stiyo Budi juga berpesan kepada para penerima bantuan agar memanfaatkan becak listrik tersebut dengan sebaik-baiknya serta merawatnya secara rutin.

Perawatan yang baik, kata dia, akan meminimalkan kerusakan dan membantu pengemudi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Harapannya, becak listrik ini dirawat dengan baik. Kalau dirawat, tentu akan lebih awet dan memudahkan para pengemudi dalam mencari penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.

 

images (15)

200 Becak Listrik Senilai Rp4,4 Miliar Dibagikan Gratis untuk Tukang Becak Lansia di Bondowoso

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menyerahkan sebanyak 200 unit becak listrik kepada para tukang becak di Kabupaten Bondowoso. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Pendopo Raden Bagus Asra Kironggo, Minggu (25/1/2026).

Wakil Ketua Yayasan GSN, Nanik S. Deang, menjelaskan bahwa becak listrik yang dibagikan memiliki spesifikasi daya listrik di bawah 450 watt sehingga tetap aman digunakan di rumah sederhana. Becak tersebut dapat digunakan selama sekitar enam jam, tergantung pada beban penggunaan.

“Kalau bebannya tidak terlalu berat, daya tahan baterai bisa lebih lama. Ini dirancang agar tetap bisa digunakan untuk kebutuhan harian para abang becak,” jelas Nanik.

Ia menambahkan, harga satu unit becak listrik mencapai Rp22 juta. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan spesifikasi awal yang senilai Rp15 juta karena peningkatan kualitas material dan kekuatan mesin. Dengan jumlah 200 unit, total nilai bantuan yang dibawa ke Bondowoso mencapai Rp4,4 miliar dan diberikan secara gratis kepada penerima manfaat.

Nanik menyebutkan, selama satu tahun pertama, becak listrik tersebut masih dalam masa garansi oleh PT Pindad. Jika terjadi kerusakan setelah masa garansi, pihak GSN akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan setempat untuk penanganan dan perawatan.

“Sasaran utama program ini adalah tukang becak berusia 60 tahun ke atas serta penyandang disabilitas. Banyak dari mereka selama ini bahkan tidak memiliki becak sendiri dan harus menyewa dengan biaya Rp5.000 hingga Rp10.000 per hari. Melalui program ini, mereka diharapkan memiliki aset sendiri dan tetap bisa mencari nafkah tanpa mengandalkan tenaga fisik yang berat,” ujarnya.

Ke depan, GSN menargetkan penambahan bantuan becak listrik, seiring dengan kapasitas produksi nasional yang terus meningkat.

Nanik berharap Bondowoso kembali mendapatkan alokasi tambahan pada tahun ini.

FB_IMG_1773966750014

Menurutnya bantuan becak listrik ini merupakan hadiah Presiden Prabowo ,jadi jangan dipindah tangankan karena merupakan wujud nurani Presiden dengan uang pribadi.

Sementara itu, Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia serta Yayasan GSN atas program bantuan becak listrik tersebut.

“Pendistribusian becak listrik ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam membangun ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkeadilan, khususnya bagi masyarakat kecil yang bekerja di sektor informal,” kata Bupati.

Menurutnya, program becak listrik juga mendukung agenda transportasi ramah lingkungan melalui pengurangan emisi dan penggunaan energi bersih. Selain itu, program ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam memperkuat ekonomi kerakyatan serta mendukung pengembangan pariwisata berbasis lingkungan dan sejarah.

“Kami berharap bantuan 200 unit becak listrik ini dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan pengemudi becak, meringankan beban kerja mereka, serta menjadikan lingkungan Bondowoso lebih bersih dan sehat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso, lanjut Bupati, berkomitmen memastikan pendistribusian bantuan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan. Ia juga mengimbau para penerima agar menjaga dan memanfaatkan becak listrik dengan sebaik-baiknya serta tetap mengutamakan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.

Setelah menyerahkan secara simbolis Forkopimda Bondowoso mengelilingi alun-alun RBA Kironggo dengan becak listrik.

images (15)
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih