Beranda Ekonomi & Teknologi Bentuk Tanggungjawab, Pemkab Bondowoso Akan Gelontorkan Bantuan Melalui Dinsos  Bagi Pekerja Terdampak...

Bentuk Tanggungjawab, Pemkab Bondowoso Akan Gelontorkan Bantuan Melalui Dinsos  Bagi Pekerja Terdampak PPKM Darurat

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO – Bupati Bondowoso , KH Salwa Arifin menyampaikan Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Bondowoso melalui Dinas Sosial akan memberikan bantuan bagi para pekerja terdampak Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Menurut Bupati bantuan uang ini diberikan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat yang terdampak PPKM Darurat yang berupa uang tunai selama dua bulan kedepan.

Bupati menyampaikan bahwa yang akan mendaptkan bantuan adalah  tukang becak, pedagang kaki lima (PKL), pekerja cafe yang terpaksa tutup, pekerja bendi sopir dan kernet angkutan umum, pekerja mainan di Alun-alun Ki Bagus Asra, pedagang asongan di sekolah-sekolah.

Dijelaskan bahwa hal tersebut  telah selesai dibahas melalui rapat koordinasi intern antar tim anggaran untuk menghindari kesalahan.

“Dengan adanya bantuan itu saya harapkan nantinya dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak langsung oleh PPKM Darurat,” jelasnya,Kamis 15/07/2021.

Senada, Plt. Kepala Dinas Sosial Saifuddin Suhri, membenarkan apa yang disampaikan Bupati, anggaran tersebut akan diambilkan di APBD II kabupaten, dari BTT (Biaya Tidak Terduga) milik Bupati Bondowoso.

Menurutnya nilai bantuan untuk masing-masing penerima masih dirapatkan.

FB_IMG_1773966750014

“Untuk penyaluran nanti, kami pastikan tidak akan terjadi tumpang tindih batuan, karena data yang ada sudah kami cek dan diverifikasi,” janjinya.

Ditegaskan kendati sopir angkot menjadi sasaran bantuan kalau sudah mendapatkan bantuan maka tidak akan dapat dari program itu.

“Bantuan ini murni untuk yang terdampak PPKM Darurat. Dalam minggu ini akan terealisasi,” katanya.

Disampaikan terperinci jumlah penerimanya yakni
sopir dan kernet angkot 130 orang, PKL dan pedagang asongan di Alun-alun Bondowoso 303 orang.

Kemudian, PKL dan pedagang asongan di Jembatan Ki Ronggo 29 orang, PKL dan pedagang asongan di SMAN 2 Bondowoso 21 orang, tukang becak 59 orang, pekerja bendi wisata 11 orang.

“Termasuk juga pekerja permainan anak di Alun-alun 50 orang dan karyawan Cafe 150 orang,”pungkasnya.

images (15)