Beranda Ekonomi & Teknologi Radhwa Firstia Ramadani Wakili Jawa Timur di Ajang Nasional Duta GenRe 2026,...

Radhwa Firstia Ramadani Wakili Jawa Timur di Ajang Nasional Duta GenRe 2026, Wamen Kependudukan Tekankan Remaja Harus Dirangkul

1784696982808

JAKARTA — Kiprah remaja asal Kabupaten Bondowoso, Radhwa Firstia Ramadani, berlanjut ke tingkat nasional. Radhwa dipercaya mewakili Jawa Timur dalam rangkaian kegiatan Duta Generasi Berencana (GenRe) tingkat nasional tahun 2026 yang digelar di Ballroom Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Jakarta Timur, Senin (21/9/2026).

Radhwa menjadi salah satu perwakilan yang mengikuti sashing ceremony atau prosesi pemasangan selempang sekaligus pembacaan ikrar Duta GenRe tingkat nasional.

Prosesi tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan para finalis Duta GenRe dari berbagai daerah sebelum memasuki rangkaian kompetisi tingkat nasional.

Kehadiran Radhwa sekaligus membawa nama Jawa Timur, termasuk Kabupaten Bondowoso, ke panggung nasional.

Radhwa: Bangga Bawa Nama Bondowoso dan Jawa Timur

Sementara itu, Radhwa Firstia Ramadani mengaku bangga dapat menjadi bagian dari prosesi sashing ceremony dan pembacaan ikrar Duta GenRe tingkat nasional 2026.

Bagi Radhwa, kesempatan tersebut menjadi pengalaman penting sekaligus kebanggaan karena dapat membawa nama Jawa Timur dalam ajang tingkat nasional.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang telah memberikan dukungan terhadap perjuangannya menjadi perwakilan Jawa Timur.

“Terima kasih kepada Bupati Bondowoso beserta jajaran yang sudah memberikan dukungan penuh kepada saya sehingga bisa sampai di tahap ini,” ujar Radhwa.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bunda GenRe Bondowoso, Dr. Hj. Khodijatul Qodriyah, S.Ag., M.M.Pub., M.Si., yang disebut Radhwa telah memberikan motivasi dan dukungan selama dirinya mempersiapkan diri mengikuti kompetisi.

Menurut Radhwa, motivasi yang diberikan Bunda GenRe Bondowoso menjadi salah satu penyemangat untuk tampil maksimal dalam rangkaian Duta GenRe tingkat nasional.

“Saya merasa sangat beruntung dan bangga bisa menjadi bagian dari momen penting ini. Dukungan dan motivasi yang diberikan membuat saya semakin semangat mengikuti kompetisi,” ungkapnya.

Rangkaian Duta GenRe tingkat nasional 2026 selanjutnya menjadi ruang bagi para perwakilan daerah untuk menunjukkan kemampuan, gagasan, kepedulian, serta komitmen mereka dalam mengajak generasi muda menjalani masa remaja secara sehat dan produktif.

Bagi mahasiswi UGM Fakultas Hubungan internasional ini, panggung nasional tersebut bukan sekadar kompetisi. Ada tanggung jawab untuk membawa pesan tentang pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga, pendidikan, kesehatan mental, serta menjauhi perilaku berisiko di kalangan remaja.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos., menekankan pentingnya peran remaja dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas.

Menurut Isyana, pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara instan. Fondasinya harus dibangun sejak dini, salah satunya melalui keluarga dan pembinaan generasi muda.
Ia mengaitkan upaya tersebut dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia.

1785517338444

“Bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia? Tentu saja harus dimulai sejak dini dari keluarga, dan salah satunya adalah mulai dari remaja-remaja kita masing-masing,” ujar Isyana.

Jangan Hakimi Remaja, Rangkul dan Dampingi

Isyana juga menyoroti pentingnya pendekatan yang tepat terhadap remaja. Menurut dia, para Duta GenRe memang merupakan anak-anak muda yang memiliki potensi, kemampuan akademis, komunikasi, serta keterampilan interpersonal.

Namun, perhatian tidak boleh berhenti kepada mereka yang sudah memiliki prestasi.Masih banyak remaja lain yang membutuhkan pendampingan dan ruang untuk berkembang.

“Kalau ada remaja-remaja yang mengalami permasalahan-permasalahan, jangan kemudian dihakimi, tapi dirangkul,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi penting karena masa remaja merupakan fase yang penuh tantangan. Karena itu, para Duta GenRe diharapkan tidak hanya menjadi simbol prestasi, tetapi juga mampu menjadi teman sebaya yang dapat mendekati dan memberikan ruang aman bagi remaja lainnya.

Kemampuan komunikasi publik juga dinilai menjadi modal penting.

Isyana mengapresiasi kemampuan public speaking para peserta yang dinilainya dapat menjadi bekal ketika mereka terjun langsung mendampingi remaja di berbagai daerah.

Bahkan, ia mencontohkan pengalaman para peserta yang terlibat dalam kegiatan sosial, termasuk pendampingan anak-anak di wilayah pascabencana dan pemulihan mental.

PIK-R Jadi Ruang Aman bagi Remaja
Dalam penguatan pembinaan remaja, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga mendorong keberadaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).

Program tersebut menjadi salah satu wadah bagi remaja untuk memperoleh informasi, bimbingan, sekaligus tempat berbagi persoalan yang mereka hadapi.

Isyana mengatakan, kecenderungan remaja untuk lebih nyaman berbicara dengan teman sebaya perlu dimanfaatkan melalui keberadaan konselor sebaya.

“Jangan malu untuk meminta bantuan ketika kita memerlukan bantuan, karena kolaborasi menjadi sangat penting,” katanya.

Ia menegaskan, konselor remaja tidak dituntut menyelesaikan seluruh persoalan seorang diri. Justru, salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki adalah mengenali persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dan mengarahkan remaja kepada pihak yang tepat.

Penguatan PIK-R juga diarahkan untuk menjangkau program Sekolah Rakyat. Pemerintah mendorong kolaborasi agar sekolah tersebut memiliki wadah pembinaan remaja sehingga aspek pendidikan dapat berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kesehatan mental dan perkembangan sosial peserta didik.

 

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521