Beranda Ekonomi & Teknologi Setengah Abad Menjaga Rasa, Nasi Pecel Bu Supan Jadi Ikon Sarapan Legendaris...

Setengah Abad Menjaga Rasa, Nasi Pecel Bu Supan Jadi Ikon Sarapan Legendaris Bondowoso,Langganan Bupati hingga Anggota DPR RI.

1784696982808

BONDOWOSO – Jika berbicara tentang kuliner Bondowoso, banyak orang langsung mengingat tape dan berbagai olahannya.

Namun, di balik popularitas Kota Tape, terdapat kuliner legendaris yang telah puluhan tahun memanjakan lidah masyarakat, yakni Nasi Pecel Bu Supan.

Bagi warga Bondowoso, nama Nasi Pecel Bu Supan bukan sekadar tempat sarapan. Kuliner ini telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah kota dan menjadi saksi pergantian generasi penikmat kuliner sejak era 1970-an hingga sekarang.

Dirintis oleh almarhumah Bu Supan yang berasal dari Blitar, usaha nasi pecel ini lahir dari semangat merantau dan kerja keras.

Pada dekade 1970-an, Bu Supan datang ke Bondowoso dan mulai berjualan nasi pecel dengan cita rasa khas Jawa Timur yang kemudian berhasil merebut hati masyarakat.

Lebih dari lima dekade berlalu, usaha tersebut tetap bertahan dan berkembang. Kini, tongkat estafet usaha diteruskan oleh anak dan cucu Bu Supan. Bahkan, Nasi Pecel Bu Supan telah memiliki tiga cabang yang tetap mempertahankan resep dan cita rasa khas warisan keluarga.

Yang menarik, meski namanya sudah sangat dikenal, Nasi Pecel Bu Supan tetap mempertahankan konsep sederhana. Bukan restoran mewah atau warung permanen, melainkan rombong dorong yang setiap pagi setia melayani pelanggan di kawasan pusat Kota Bondowoso.

Kesederhanaan itu justru menjadi daya tarik tersendiri. Setiap pagi sejak pukul 06.30 WIB, rombong pecel ini mulai diserbu pembeli. Jika hari biasa, layanan berlangsung hingga sekitar pukul 12.00 WIB.

Namun saat pembeli membludak, terutama pada akhir pekan, dagangan sering kali sudah habis sebelum pukul 10.00 WIB.

Keistimewaan Nasi Pecel Bu Supan terletak pada racikan bumbu pecelnya yang khas. Siraman sambal kacang yang gurih, sedikit manis, dan kaya rempah berpadu sempurna dengan aneka sayuran rebus segar.

Dalam satu porsi, pelanggan akan mendapatkan nasi dengan sayuran rebus, kecambah, gudeg nangka muda, tempe goreng, tahu goreng, sambal goreng tempe, serta rempeyek kacang bercampur bawang yang renyah.

Pilihan lauknya pun beragam, mulai telur dadar, ayam goreng hingga dendeng sapi yang menjadi favorit banyak pelanggan.

Cita rasa itulah yang membuat banyak penikmat kuliner menilai kelezatan Nasi Pecel Bu Supan tidak kalah dengan nasi pecel dari Madiun yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon kuliner pecel di Indonesia.

1785517338444

Selain rasa, faktor harga menjadi alasan lain mengapa kuliner ini begitu dicintai masyarakat. Dengan harga mulai Rp10 ribu hingga Rp18 ribu per porsi, pelanggan sudah dapat menikmati sarapan yang mengenyangkan dengan pilihan lauk sesuai selera.

Harga tersebut menjadikan Nasi Pecel Bu Supan sebagai kuliner yang ramah bagi semua kalangan, mulai pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga keluarga.

Tidak mengherankan jika setiap hari rombong pecel ini nyaris tidak pernah sepi. Sebagian pelanggan memilih menikmati sarapan langsung di kursi-kursi plastik sederhana yang tersedia di sekitar rombong.

Sebagian lainnya duduk santai di tikar sambil menikmati suasana pagi Kota Bondowoso. Tak sedikit pula yang membeli untuk dibawa pulang atau dinikmati di kantor.

Popularitas Nasi Pecel Bu Supan tidak hanya menjangkau masyarakat umum. Sejumlah pejabat daerah hingga tokoh nasional juga menjadi pelanggan setianya.

Bupati Bondowoso, Wakil Bupati Bondowoso, hingga anggota DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin, diketahui kerap menikmati sarapan di tempat ini saat berada di Bondowoso.

Dalam salah satu kesempatan saat menjalankan agenda reses di Bondowoso, Zulfikar Arse Sadikin mengaku selalu menyempatkan diri menikmati sajian pecel legendaris tersebut.

“Sarapan pagi di tempat yang sama ketika sedang reses di Bondowoso. Teman Bang Zul bisa coba nasi pecelnya yang mantap. Dilengkapi dengan peyek yang gurih nan kriuk. Lokasinya di pojok UMKM Alun-Alun Bondowoso bagian timur,” ujarnya,Sabtu 1 Agustus 2026.

Lokasinya yang strategis di kawasan pusat kota membuat Nasi Pecel Bu Supan semakin ramai pada hari Sabtu dan Minggu. Setelah berolahraga jalan kaki, jogging, atau bersepeda di sekitar Alun-Alun Bondowoso, banyak warga menjadikan tempat ini sebagai tujuan utama untuk mengisi energi sebelum memulai aktivitas.

Bagi yang ingin mencicipi kuliner legendaris ini, datang lebih awal menjadi pilihan terbaik. Sebab, sebelum pukul 08.00 WIB, pilihan lauk masih lengkap dan antrean belum terlalu panjang.

Lebih dari sekadar menu sarapan, Nasi Pecel Bu Supan telah menjelma menjadi ikon kuliner Bondowoso yang mampu bertahan melintasi zaman. Dari sebuah rombong sederhana yang dirintis perantau asal Blitar pada tahun 1970-an, kini namanya menjadi legenda kuliner yang terus hidup, diwariskan dari generasi ke generasi, dan tetap menjadi tujuan utama para pencinta kuliner saat berkunjung ke Kota Tape.

 

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521