BONDOWOSO – Program UNESA Mengabdi tidak hanya menjadi wadah pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan potensi desa di Kabupaten Bondowoso.
Ketua Tim Pelaksana UNESA Mengabdi, Dr. Mufarrihul H, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan tersebut diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui program pengembangan desa dan daerah.
Dalam pelaksanaannya, UNESA menggandeng tujuh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso sebagai mitra strategis.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi langkah penting untuk menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
“Pelatihan ini dirancang tidak hanya dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga praktik langsung sehingga peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari maupun kegiatan ekonomi masyarakat,” ujarnya,Sabtu,1 Agustus 2026 di Pendopo Bagus Asra Bondowoso
Berbagai materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut mencakup sejumlah bidang strategis yang relevan dengan tantangan pembangunan saat ini.
Di antaranya pengembangan potensi produk lokal, pembentukan dan penguatan Sekolah Lansia Tangguh, peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menghadapi perkembangan Artificial Intelligence (AI), penerapan teknologi smart farming, pelatihan pemasaran digital melalui sistem affiliate marketing, metode pembangunan hunian yang efektif, hingga penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Selain itu, program UNESA Mengabdi juga memberikan perhatian khusus pada sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Bondowoso.
Pelatihan mencakup pengelolaan pertanian berkelanjutan, pengolahan limbah ternak menjadi pupuk kompos, serta penguatan rantai pasok hasil perkebunan agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Dalam sesi pertanian berkelanjutan, peserta mendapatkan pendampingan mengenai teknik budidaya yang ramah lingkungan, efisien, dan mampu meningkatkan produktivitas lahan, khususnya di kawasan lereng Ijen yang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan.
Baca juga :
Di Tengah Keterbatasan Fiskal, Bondowoso Perkuat Sinergi dengan Kampus Lewat Unesa
Sementara itu, pada pelatihan pengolahan limbah, masyarakat dibekali keterampilan mengubah limbah dan kotoran ternak menjadi pupuk kompos yang bernilai guna. Program ini diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga.
Tidak kalah penting, peserta juga memperoleh materi mengenai penguatan rantai pasok hasil perkebunan. Materi tersebut meliputi strategi distribusi produk, peningkatan kualitas hasil panen, hingga upaya meningkatkan nilai jual komoditas lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Melalui rangkaian pelatihan tersebut, UNESA berharap masyarakat desa mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara mandiri, meningkatkan kesejahteraan ekonomi, serta memperkuat ketahanan sosial dan lingkungan.
Program ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bondowoso.














