Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempercepat pembangunan daerah. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pembukaan program Unesa Mengabdi, yang menjadi bagian dari sinergi antara Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Pemkab Bondowoso dalam mendukung terwujudnya visi Bondowoso Berkah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bondowoso, Anizatul Hamidah, menegaskan bahwa program Unesa Mengabdi sejalan dengan salah satu program unggulan Bupati Bondowoso yang menjadikan daerah ini sebagai pusat Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, Pemkab Bondowoso terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia guna memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui program-program berbasis kebutuhan daerah.
“Unesa Mengabdi merupakan implementasi dari program unggulan Bupati Bondowoso. Kami membangun kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi, salah satunya Unesa, yang saat ini melaksanakan 12 kegiatan pengabdian masyarakat berbasis keterampilan atau life skill di Bondowoso,” ujar Anizatul saat kegiatan pembukaan program tersebut,Sabtu 1 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program dilakukan melalui nota kesepahaman (MoU) antara Unesa dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, yang kemudian ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama (PKS) bersama sejumlah perangkat daerah sesuai bidang kegiatan masing-masing.
Salah satu perangkat daerah yang terlibat aktif adalah Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso. Pada tahap awal, Diskoperindag menjadi mitra dalam tiga jenis pelatihan yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dan pelaku usaha.
Anizatul menilai kehadiran perguruan tinggi di Bondowoso bukan sekadar menjalankan program akademik, melainkan menjadi mitra strategis dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan daerah.
“Di tengah keterbatasan fiskal daerah, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis. Kami berharap semakin banyak program pengabdian masyarakat yang menyasar Bondowoso sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, kerja sama dengan perguruan tinggi sebenarnya telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah kampus ternama seperti Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dan Universitas Gadjah Mada (UGM) telah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Bondowoso selama dua tahun berturut-turut dan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat.
Dalam program Unesa Mengabdi tahun ini, berbagai pelatihan life skill diberikan kepada masyarakat, termasuk pelatihan tata kelola dan penguatan kapasitas kelembagaan. Pemkab Bondowoso berharap hasil dari pelatihan tersebut mampu melahirkan produk dan usaha yang memiliki nilai ekonomi serta dapat terintegrasi dengan program pengembangan koperasi desa.
“Harapannya, produk-produk yang lahir dari pelatihan ini nantinya bisa berkembang dan menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat melalui koperasi maupun usaha bersama yang ada di desa,” ungkapnya.
Lebih jauh, Anizatul menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), menekan angka kemiskinan, serta memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan dan keterampilan.
Ia optimistis kolaborasi yang terus diperluas akan menjadi motor penggerak pembangunan berbasis pengetahuan dan inovasi di Bondowoso.
“Melalui semangat Unesa Mengabdi, kami ingin memastikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Inilah ikhtiar bersama untuk mewujudkan Bondowoso Berkah,” pungkasnya.
Program yang mengusung semangat “Unesa Mengabdi untuk Mewujudkan Bondowoso Berkah” tersebut menjadi simbol penguatan kemitraan antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing.














