Bondowoso – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bondowoso mengukuhkan pengurus MUI kecamatan se-Kabupaten Bondowoso Masa Khidmat 2026–2031 dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Sabha Bina Praja, Bondowoso.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bondowoso KH. As’ad Yahya Syafi’i, jajaran Forkopimda, tokoh agama, pengasuh pondok pesantren, serta para pengurus MUI dari berbagai kecamatan.
Pada periode ini, kepemimpinan MUI Kabupaten Bondowoso berada di bawah Ketua Umum KH. Asyari Fasha, Lc.
Dalam sambutannya, KH. Asyari Fasha menegaskan bahwa pengukuhan pengurus MUI kecamatan merupakan momentum penting untuk memperkuat peran organisasi dalam menjalankan program-program keumatan dan kebangsaan.
Menurutnya, seluruh pengurus yang telah dikukuhkan harus mampu menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing agar program kerja MUI dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“MUI memiliki tanggung jawab untuk mendukung kehidupan keagamaan masyarakat, menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta menjadi mitra dalam membangun kehidupan umat yang harmonis,” ujarnya,Sabtu,1Agustus 2026.
Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tholabah tersebut juga menekankan bahwa dakwah yang dilakukan MUI harus selalu mengedepankan nilai-nilai akhlakul karimah dan kesejukan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ini yang menjadi tugas MUI, berdakwah sesuai dengan akhlakul karimah,” tegas KH. Asyari Fasha.
Ia berharap, dengan pengukuhan kepengurusan baru ini, semangat pengabdian para ulama semakin meningkat sehingga MUI dapat menjalankan perannya secara lebih baik dalam melayani umat.
“Semoga dengan dikukuhkannya Majelis Ulama Indonesia ini, organisasi dapat berjalan lebih baik ke depannya,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso KH. As’ad Yahya Syafi’i menyampaikan bahwa pengukuhan pengurus MUI kecamatan merupakan penegasan komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan umat dan memperkuat kehidupan keagamaan di Kabupaten Bondowoso.
Menurutnya, MUI merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam membina akhlak masyarakat, menjaga kerukunan, serta mengawal moderasi beragama di tengah keberagaman yang ada.
“Pengukuhan hari ini merupakan penegasan komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan umat di Kabupaten Bondowoso. MUI, sejak tingkat kabupaten hingga kecamatan, adalah mitra strategis pemerintah daerah dalam membina akhlak, menjaga kerukunan, dan mengawal moderasi beragama,” katanya.
Wakil Bupati menilai posisi MUI kecamatan sangat strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat sehingga mampu menjadi jembatan antara program pemerintah dan kebutuhan riil umat di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, As’ad Yahya Syafi’i menitipkan tiga pesan penting kepada para pengurus yang baru dikukuhkan.
Pertama, MUI kecamatan diminta terus aktif memberikan pembinaan keagamaan yang menyejukkan, menjauhkan masyarakat dari paham radikalisme dan intoleransi, serta menjaga semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Bondowoso.
Kedua, MUI diharapkan berperan aktif dalam mendukung program pembangunan daerah, terutama dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan agama, serta penguatan ekonomi umat melalui pemberdayaan pondok pesantren dan UMKM berbasis syariah.
Ketiga, sinergi antara ulama dan umara harus terus diperkuat demi mewujudkan Bondowoso yang maju, religius, dan berakhlak mulia.
“Pembangunan Bondowoso yang maju, religius, dan berakhlak mulia hanya dapat terwujud apabila pemerintah dan tokoh agama berjalan beriringan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program keagamaan dan sosial kemasyarakatan yang dijalankan MUI. Kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat diyakini menjadi kunci dalam mewujudkan Bondowoso yang aman, damai, dan sejahtera.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus MUI kecamatan yang telah dikukuhkan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bondowoso, saya menyampaikan selamat dan sukses atas pengukuhan Pengurus MUI Kecamatan se-Kabupaten Bondowoso Masa Khidmat 2026–2031. Semoga amanah ini membawa keberkahan bagi kita semua dan senantiasa mendapat petunjuk serta kekuatan dari Allah SWT dalam menjalankan tugas mulia ini,” pungkasnya.














