Situbondo – Masjid An-Nur yang terletak di jantung Kota Situbondo berdiri sejak tahun 1963 di dirikan oleh Almarhum Syaikh Abdurrohman Ba’adil, masjid ini telah menjadi saksi bisu perjalanan spiritual, pusat peradaban, dan tempat lahirnya solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Guna menjaga marwah sejarah tersebut, Masjid An-Nur kini memasuki babak baru di bawah kepemimpinan takmir Muhammad Hamdun, Semangat untuk pembenahan dan sinergi terus digalakkan untuk menjadikan masjid sebagai episentrum gerakan sosial dan pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman, momentum penguatan peran masjid ini semakin terasa pada Rabu, (6/5/2026).
Tokoh nasional sekaligus anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, hadir langsung sambangi di Masjid An-Nur. Kehadiran beliau disambut hangat oleh keluarga besar pendiri masjid, di antaranya Ali Ba’adil (putra bungsu Almarhum Syaikh Abdul Khadir Ba’adil) dan Wahid Hasyim, S.H., M.H. (cucu Almarhum Syaikh Abdul Khadir Ba’adil).
Kunjungan ini bukan sekadar formalitas pejabat publik, melainkan sebuah “pertemuan nilai” untuk menyambung lidah perjuangan para ulama terdahulu seperti Syaikh Umar Darihem dan Bapak Nawir dengan tujuan memakmurkan rumah Allah tersebut.
Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap syiar Islam dan agenda sosial, Nasim Khan berencana menyerahkan bantuan hewan kurban berupa kambing dalam rangka menyambut Idul Adha 1447 Hijriah yang akan datang.
Hadirnya Nasim Khan, adalah cerminan keikhlasan dan komitmen kita bersama untuk memuliakan masjid, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (Khairunnas Anfa’uhum Linnas) Semoga ini menjadi pemantik semangat gotong royong bagi kita semua,” ujarnya di sela diskusi keumatan usai shalat berjamaah.
Dalam diskusi yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut, ditegaskan bahwa masjid harus menjadi pilar moral, pelopor gerakan kemanusiaan dan ruang rekonsiliasi sosial.
Pengurus Takmir dan Nasim Khan bersepakat bahwa kemakmuran masjid tidak hanya diukur dari megahnya arsitektur, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat sekitar.
Wahid Hasyim, S.H., M.H., menambahkan bahwa kehadiran tokoh seperti Nasim Khan memberikan energi positif bagi keberlanjutan nilai perjuangan lintas generasi di Masjid An-Nur.
”Dengan adanya sinergi antara ulama, tokoh masyarakat, dan wakil rakyat, Masjid An-Nur diharapkan terus menjadi cahaya peradaban yang menyejukkan, menjadi tempat pulang bagi hati yang mencari ketenangan, sekaligus menjadi mesin penggerak kesejahteraan umat Islam di Situbondo, pungkas Wahid Hasyim (mam)











