Bondowoso – Wakil Ketua Komisi II DPRD sekaligus anggota Fraksi Partai Golkar (FPG), Beni Ahmad Fajar, meminta agar Jembatan Darurat Sentong segera dievaluasi secara menyeluruh.
Hal ini menyusul keraguan terhadap kelayakan jembatan tersebut untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.
Menurut Beni, kondisi jembatan darurat yang ada saat ini dinilai belum memenuhi standar keamanan sehingga perlu dilakukan perbaikan segera.
Ia menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya menyasar aspek fisik bangunan, tetapi juga mencakup pelaksana proyek hingga teknis konstruksi.
“Jembatan darurat Sentong yang sekarang diragukan untuk dimanfaatkan sebaiknya segera diperbaiki. Termasuk dievaluasi secara menyeluruh, baik pelaksana maupun teknis konstruksinya,” ujar Beni,Senin 04/05/2026.
Ia juga menekankan pentingnya pertanggungjawaban dari tim pelaksana pembangunan. DPRD, kata dia, akan mengambil langkah dengan memanggil pihak terkait guna meminta klarifikasi atas pelaksanaan proyek tersebut.
“Sebagai pimpinan Komisi II DPRD, kami akan meminta untuk memanggil tim pembangunan itu agar ada kejelasan dan tanggung jawab,” tegasnya.
Lebih lanjut, Beni mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang ia ketahui, sumber pendanaan pembangunan jembatan tersebut berasal dari Biaya Tak Terduga (BTT) yang dikelola oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Namun, pelaksanaan teknisnya dilakukan oleh dinas lain, sehingga perlu dilakukan klarifikasi lintas instansi.
“Nah ini yang perlu kita klarifikasi bersama, supaya evaluasinya menyeluruh dan tidak terjadi saling lempar tanggung jawab,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar polemik ini tidak berujung pada penyudutan kepala daerah. Menurutnya, pihak pelaksana seharusnya terbuka dan bertanggung jawab kepada publik.
Beni menilai tim pelaksana semestinya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sekaligus segera melakukan perbaikan total terhadap jembatan tersebut.
“Timnya ini harus bersuara, minta maaf ke masyarakat dan bertanggung jawab untuk memperbaikinya secara total. Jangan diam saja,” ujarnya.
Ia pun menyayangkan jika polemik justru diarahkan kepada Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, tanpa adanya penjelasan dari pihak teknis yang bertanggung jawab.
“Jangan sampai bawahan diam ketika sorotan justru mengarah ke Bupati. Ini harus diluruskan secara objektif,” pungkasnya.
DPRD berharap langkah evaluasi dan perbaikan dapat segera dilakukan agar Jembatan Darurat Sentong kembali aman digunakan serta kepercayaan masyarakat dapat dipulihkan.











