Bondowoso – Ribuan jamaah memadati Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso dalam kegiatan Tabligh Akbar Festival Muharram 1448 Hijriah Road to Fesyar SAMARA yang digelar pada Jumat (19/6/2026) malam.
Kegiatan tersebut menghadirkan pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, sebagai penceramah utama.
Dalam tausiyahnya, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy mengajak masyarakat untuk memahami bahwa seluruh perjalanan hidup manusia, termasuk ujian, cobaan, hingga kematian, berada dalam ketentuan Allah SWT.
“Allah yang mengatur seluruh rencana kehidupan manusia. Tujuan akhirnya adalah siapa di antara kita yang mampu mencapai derajat ahsanu ‘amala atau menjadi hamba yang terbaik amalnya,” ungkapnya di hadapan ribuan jamaah.
Menurutnya, kehidupan merupakan sebuah program yang telah dirancang oleh Allah SWT. Namun, Islam juga memberikan berbagai tawaran solusi atau “program spiritual” yang dapat dijadikan bekal untuk menghadapi beragam persoalan kehidupan.
Ia menjelaskan bahwa setiap manusia pasti menghadapi masalah, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pendidikan, pekerjaan, maupun lingkungan sosial.
“Tidak ada satu pun manusia yang tidak memiliki masalah. Para nabi, para sahabat, para ulama, hingga kita semua memiliki dinamika dan tantangan masing-masing. Tinggal bagaimana kita memandangnya, apakah sebagai ancaman, tantangan, atau justru peluang untuk mendekatkan diri kepada Allah,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy juga memperkenalkan amalan dzikir yang diijazahkan oleh , KH Muhammad Rizaldi Amin, yang dikenal dengan sebutan Dzikir Jamaah. Amalan tersebut, kata dia, menjadi salah satu ikhtiar spiritual untuk menghadapi berbagai persoalan hidup.
Ia menyebutkan bahwa problem terbesar manusia adalah ancaman siksa neraka. Untuk itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak bacaan Laa Ilaaha Illallah sebagai bentuk penguatan tauhid dan keselamatan hidup di dunia maupun akhirat.
Selain itu, umat Islam juga diajak untuk memperbanyak menyebut nama Allah SWT guna menumbuhkan rasa ma’rifat atau mengenal Allah lebih dekat.
“Perbanyaklah menyebut Allah, Allah, Allah. Dengan mengenal Allah, hati akan menjadi lebih dekat kepada-Nya dan lebih kuat menghadapi berbagai ujian kehidupan,” tuturnya.
Kyai juga mengingatkan bahaya riya atau beribadah karena ingin mendapat pujian manusia. Menurutnya, salah satu solusi untuk menjaga keikhlasan adalah dengan memperbanyak membaca Surat Al-Ikhlas dan mengingat keesaan Allah SWT.
Ia menambahkan bahwa dosa yang dilakukan manusia dapat meninggalkan bekas dalam hati sehingga mengakibatkan kegelapan spiritual.
“Kalau lampu padam kita masih bisa mencari cahaya, tetapi jika hati yang gelap maka seseorang akan sulit menerima kebenaran. Karena itu, penting bagi kita untuk terus membersihkan hati melalui dzikir dan istighfar,” katanya.
Lebih lanjut, Kyai Karismatik ini mengutip sabda Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan istighfar. Menurutnya, siapa yang istiqamah membaca istighfar, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan, kemudahan dari setiap kesempitan, serta rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Selain memperbanyak istighfar, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy juga mengajak jamaah untuk memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Jika kita ingin hajat terkabul, cita-cita tercapai, hidup diberkahi, dan dosa diampuni, maka perbanyaklah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Di akhir tausiyahnya, ia berharap masyarakat Bondowoso senantiasa menjadikan dzikir, istighfar, dan shalawat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan hidup dengan hati yang tenang, bijaksana, serta penuh optimisme.
“Semoga dengan dzikir kita memperoleh ketenangan hati, mendapatkan solusi atas berbagai persoalan hidup, serta meraih keberkahan dan ridha Allah SWT,” pungkasnya.














