Beranda Lensa Nusantara Ribuan Masa Padati Lapangan Arga Mitra, Festival Maulid Curahdami Gaungkan Pesan Menanam...

Ribuan Masa Padati Lapangan Arga Mitra, Festival Maulid Curahdami Gaungkan Pesan Menanam Iman, Merawat Cinta, Melestarikan Budaya

1784696982808

Bondowoso – Ribuan warga memadati Lapangan Arga Mitra, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (29/8/2026). Mereka hadir untuk mengikuti pembukaan Festival Maulid Curahdami ke-4 yang mengusung tema “Menanam Iman, Merawat Cinta, Melestarikan Budaya.”

Antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan dimulai. Massa tidak hanya datang dari wilayah Kecamatan Curahdami, tetapi juga dari sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Bondowoso.

Festival Maulid Curahdami tahun ini menjadi ruang pertemuan masyarakat untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus merawat tradisi dan budaya lokal.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengajian yang menghadirkan KH Syaifullah Salim Afifi, pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Mustofa.

Salah seorang warga Kecamatan Pujer, Maryanto, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk mengikuti pengajian sekaligus menyaksikan pameran dalam rangkaian festival.

“Saya bersama keluarga hadir di sini karena mengikuti pengajian sekaligus melihat pameran,” katanya,29/08/2026.

Maryanto mengaku senang dapat berkumpul bersama ribuan jamaah. Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengikuti tausiah sekaligus menikmati rangkaian kegiatan Festival Maulid Curahdami.

“Senang bisa berkumpul dengan ribuan jamaah dan mendengarkan ceramah KH Syaifullah Salim Afifi,” ujarnya.
Festival Maulid Sekaligus Selamatan Desa Jetis

Di balik kemeriahan Festival Maulid Curahdami, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari selamatan Desa Jetis. Desa Jetis dipercaya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan kegiatan sekaligus tuan rumah momentum keagamaan dan kebudayaan tersebut.

Kepala Desa Jetis, Saibudin, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya karena desanya mendapat kesempatan menjadi tuan rumah Festival Maulid.

“Saya sangat bersyukur karena dalam selamatan desa, Jetis menjadi tuan rumah Festival Maulid. Ini menjadi satu kebanggaan bagi warga Jetis,” ungkapnya.

Saibudin berharap pelaksanaan selamatan desa yang dirangkai dengan Festival Maulid dapat membawa keberkahan bagi masyarakat. Ia juga berharap doa dan kebersamaan ribuan jamaah menjadi energi positif bagi kemajuan Desa Jetis.

“Kami berharap dengan doa para hadirin yang hadir, ke depan Desa Jetis akan menjadi lebih baik,” harapnya.

Festival Maulid Curahdami ke-4 pun tidak sekadar menjadi perayaan keagamaan. Tema “Menanam Iman, Merawat Cinta, Melestarikan Budaya” menjadi pesan penting bahwa nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat.

Ribuan warga yang memenuhi Lapangan Arga Mitra menjadi gambaran kuat tentang antusiasme masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan di tengah kehidupan sosial yang terus berkembang.

 

1785517338444

Bondowoso – Ribuan warga memadati Lapangan Arga Mitra, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (29/8/2026). Mereka hadir untuk mengikuti pembukaan Festival Maulid Curahdami ke-4 yang mengusung tema “Menanam Iman, Merawat Cinta, Melestarikan Budaya.”

Antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan dimulai. Massa tidak hanya datang dari wilayah Kecamatan Curahdami, tetapi juga dari sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Bondowoso.

Festival Maulid Curahdami tahun ini menjadi ruang pertemuan masyarakat untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus merawat tradisi dan budaya lokal.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengajian yang menghadirkan KH Syaifullah Salim Afifi, pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Mustofa.

Salah seorang warga Kecamatan Pujer, Maryanto, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk mengikuti pengajian sekaligus menyaksikan pameran dalam rangkaian festival.

“Saya bersama keluarga hadir di sini karena mengikuti pengajian sekaligus melihat pameran,” katanya,29/08/2026.

Maryanto mengaku senang dapat berkumpul bersama ribuan jamaah. Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengikuti tausiah sekaligus menikmati rangkaian kegiatan Festival Maulid Curahdami.

“Senang bisa berkumpul dengan ribuan jamaah dan mendengarkan ceramah KH Syaifullah Salim Afifi,” ujarnya.
Festival Maulid Sekaligus Selamatan Desa Jetis

Di balik kemeriahan Festival Maulid Curahdami, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari selamatan Desa Jetis. Desa Jetis dipercaya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan kegiatan sekaligus tuan rumah momentum keagamaan dan kebudayaan tersebut.

Kepala Desa Jetis, Saibudin, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya karena desanya mendapat kesempatan menjadi tuan rumah Festival Maulid.

“Saya sangat bersyukur karena dalam selamatan desa, Jetis menjadi tuan rumah Festival Maulid. Ini menjadi satu kebanggaan bagi warga Jetis,” ungkapnya.

Saibudin berharap pelaksanaan selamatan desa yang dirangkai dengan Festival Maulid dapat membawa keberkahan bagi masyarakat. Ia juga berharap doa dan kebersamaan ribuan jamaah menjadi energi positif bagi kemajuan Desa Jetis.

“Kami berharap dengan doa para hadirin yang hadir, ke depan Desa Jetis akan menjadi lebih baik,” harapnya.

Festival Maulid Curahdami ke-4 pun tidak sekadar menjadi perayaan keagamaan. Tema “Menanam Iman, Merawat Cinta, Melestarikan Budaya” menjadi pesan penting bahwa nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat.

Ribuan warga yang memenuhi Lapangan Arga Mitra menjadi gambaran kuat tentang antusiasme masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan di tengah kehidupan sosial yang terus berkembang.

 

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521